Chapter 7

3.1K 261 5
                                        

- Happy Reading -

Seperti keluarga pada umumnya, pagi ini keluarga Harlan sedang menyantap sarapan dengan tenang diselingi candaan ringan dari Gracio

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seperti keluarga pada umumnya, pagi ini keluarga Harlan sedang menyantap sarapan dengan tenang diselingi candaan ringan dari Gracio. Gracio yang tengah memangku Freya kini menyuapi sepotong apel ke dalam mulut kecil cucunya itu.

"Rencana annual family gathering itu jadi Yah?" tanya Aran.

"Jadi dong. Jadwal tahunan gak boleh terlewatkan," jawab Ayahnya.

Perusahaan yang bergerak di bidang properti milik Gracio memang selalu mengadakan family gathering untuk mempererat silaturahmi sesama staff dan pimpinan. Bahkan beberapa tahun belakangan, mereka mengadakan bersama perusahaan sahabat. Seperti tahun ini yang akan diadakan bersama Wiranata Company.

"Biar nanti yang urus anak buah Ayah," lanjut Gracio, ia memindah Freya untuk duduk di kursi sebelahnya.

"Pengen deh bunda gathering nanti ngenalin calon mantu ke temen-temen bunda,"

"Mulaaiii," Aran melirik Shani.

"Nggak salah Ran kalau Ayah dan Bunda pengen cepet punya mantu. Umur kamu udah cocok jadi suami orang," ujar Gracio.

"Jangan dianggap tekanan," lanjut Gracio. Ia berdiri dan meninggalkan meja makan menuju kamarnya.

Kali ini sepertinya Ayah benar-benar serius. Terlihat dari cara bicara dan raut wajahnya yang berubah.

Shani yang melihat perubahan sikap suaminya langsung menepuk pelan punggung tangan Aran. Ia sedikit merasa tak enak dengan anaknya itu.

Mengerti maksud bundanya, Aran hanya mengangguk, "gapapa bun."

"Daddy, hari ini Freya les nggak?" tanya Freya.

"Ini kan Senin Frey. Jadwal Freya Rabu dan Sabtu, jadi hari ini nggak les ya," jelas Aran.

"Yaah, Freya mau ketemu Miss Chika," bahu Freya merosot sedih.

"Kita ajak Miss Chika makan siang ya nanti," ucap Shani.

"Okayy bundaa!" anak itu mengangkat tangannya gembira. Lalu kembali menyuapkan semangka ke dalam mulutnya.

Sementara di pekarangan rumah Aya, dua perempuan dewasa itu tengah duduk di bangku taman. Keduanya tengah mengatur napas masing-masing. Olahraga pagi ini membuat pakaiannya basah, kakinya sedikit pegal, dan kulit kepala yang rasanya ingin secepatnya disiram air.

"Papi ngajakin Chika nginep mih," ucap Chika buka suara.

"Terserah kamu, kalau mau nginep juga mami gak masalah," sahut Aya.

"Is it okay?"

"I told you,"

"Chika nginep semalem aja sih mungkin,"

"Iyaa, mami mau nonton drakor aja nanti," ucap Aya.

"Udah ah mami mau siap-siap ke Bakery. Oh iya, hari ini makan di luar aja ya. Nanti siang mau makan bareng mami?" lanjutnya.

SUPER TEACHER (CHIKARA) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang