Chapter 14

3K 276 12
                                        

Satu bulan berlalu semenjak mereka kembali ke Jakarta, satu bulan pula hubungan Aran dan Chika makin dekat saja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Satu bulan berlalu semenjak mereka kembali ke Jakarta, satu bulan pula hubungan Aran dan Chika makin dekat saja. Meski kadang masih sama-sama gengsi, mereka tak sungkan untuk peduli satu sama lain. Mereka sering makan siang berdua, bahkan bersama Shani dan Freya.

Chika menarik ujung bibirnya, tersenyum. Ia membolak balikkan sticky note yang baru saja ia cabut dari lunchbox yang Aran berikan saat menjemput Freya. Hal - hal kecil yang selalu Aran lakukan padanya membuat Chika merasa 'special', meski ia juga sebenarnya tak menaruh harap yang banyak pada laki-laki itu.

Chika masih menahan agar tak jatuh hati terlalu dalam, ia masih takut kisah pahitnya terulang lagi.

"Enjoy your lunch :) u must know the greatest fact of the day: i cooked it myself. Not sure it'll be good, but i think it must be good haha. See u,"

Kira-kira seperti itu pesan yang Aran sampaikan melalui kertas kecil berwarna kuning itu. Chika lalu menyimpannya di balik case ponselnya. Setelah itu, ia segera menyantap makan siangnya dengan sesekali menggerakkan kepalanya. Kebiasaan wanita.

Sama halnya dengan Chika, Aran dan Oniel juga tengah menyantap makan siangnya di ruangan Aran.

"Kalo sekarang, gue cuma mau coba tes DNA Freya dan Darren itu Niel," ucap Aran setelah memikirkan keputusan yang tepat. Aran telah mendengar cerita Oniel beberapa minggu lalu mengenai rencananya yang mengajak kerjasama Royal hotel dengan Company gaibnya.

"Lah mau tes DNA dulu? Lo gak yakin kalau Darren memang ayah kandung Freya?"

"Gue cuma mau memastikan dulu, dari keluarga gue juga gak menuntut apa-apa. Tujuan gue biar gue tau Freya harus terhindar dari siapa, dan gue bisa balas perbuatan bedebah itu,"

"Yaelah Ran, gue pikir lo bakal gebukin dia, minimal bikin tato lah di mukanya," ucap Oniel kembali menyantap sate ayam di tangannya.

"Gila lo. Ogah gue main begituan,"

Oniel terkekeh. Akhirnya kasus yang selama ini mereka berusaha pecahkan, hampir terpecahkan.

Mencari Ayah kandung dari Afreya Palupi Harlan.

"Tes DNA dari rambut aja biar gampang,"

"Gue akan selalu ada di pihak lo kok Ran, sahabat terbaik gue,"

"Dih,"

"Gara-gara lo berubah pikiran jadi cuma mau tes DNA, gue harus beneran bikin perusahaan buat perpanjang kerjasama sama Darren lah," ucap Oniel.

"Tinggal sewa ruko," pungkas Aran.

"Eh babi, gampang amat lo ngomong,"

"Lo kan sahabat gue Niel, gue kasih modalnya semuanya, lo tolong aturin ya," ucap Aran merangkul Oniel.

"Halah,"

Aran bercanda, sungguh ini bukan hal yang semudah menyewa ruko seperti yang Aran katakan. Aran benar-benar akan membantu Oniel menyelesaikan masalah perusahaan gaib ini agar rencananya lancar. Langkah yang akan diambil, mungkin dengan memasok hal hal yang diperlukan untuk proyek kerjasama ini dengan mengatasnamakan Permata Property.

SUPER TEACHER (CHIKARA) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang