Chika menghela napasnya dan membatin, "kenapa jadi saling pukul?"
"Besok pagi kalau Keil sudah bangun, kita bicara sama Keil juga ya," ucap Chika.
"Masih sakit bekas pukulnya?" lanjut Chika.
"Enggak Amim,"
"Yaudah, bobo,"
Chika merebahkan tubuh Keil dari gendongannya saat sudah sampai di kamar, anak satu itu benar-benar mengurungkan niatnya untuk makan dan tertidur lebih dulu.
Chika pun ikut tidur di tengah mereka, Chika belum bisa meninggalkan mereka saat hendak tidur karena salah satunya pasti akan menangis mencarinya.
Selain itu, dulu sekali, Chika sempat membiasakan mereka untuk tidur tanpanya, namun hal buruk terjadi yaitu Keil dan Kal mengalami demam yang hebat tanpa sepengetahuan Chika maupun Aran.
Maka dari itu, Chika maupun Aran selalu menemani anak kembarnya sebelum terlelap.
Chika menepuk-nepuk kedua pantat bayi usia 4tahun dengan tangan kanan dan kiri, keduanya sudah hampir terlelap.
Chika menoleh ke arah pintu saat terdengar bunyi khas pintu terbuka.
"Anak-anak Apip sudah bobo?" ucap Aran lalu mengecup kepala Kal dan memeluk Keil.