- Happy Reading -

Suasana tempat umum itu begitu ramai. Orang-orang sibuk mengangkut barang pribadinya, ada yang kesulitan karena begitu banyak barang, ada pula yang hanya menenteng tas bahu.
Pasangan itu terpaku pada layar besar yang menampilkan informasi take off - landing pesawat.
"Untuk terakhir kali, tolong jaga diri kamu baik-baik,"
Oniel menatap wanita di sebelahnya. Jadwal keberangkatan pesawat dari Jakarta menuju Kanada itu akan segera berangkat.
Wanita itu menunduk sebentar lalu mendongak menjatuhkan tatapannya ke Oniel, "jaga diri kamu juga."
Oniel memeluk wanita itu erat-erat, kali ini benar-benar yang terakhir kah Tuhan? Oniel mengerjapkan matanya beberapa kali agar matanya terlihat normal. Jujur saja ia sangat sedih dan ingin menangis.
"Makasih udah anterin aku kesini," ucap wanita yang baru saja ia peluk.
"Kalau pulang biar aku yang jemput juga," jawab Oniel tersenyum.
"Aku gak akan lupain sikap baik kamu ke aku selama ini,"
"Makasih Indah,"
Oniel kemudian mengantar Indah untuk check-in agar dapat melangsungkan perjalanannya. Laki-laki itu menatap punggung Indah yang tengah sibuk mengurus tas dan koper besar miliknya. Entah kapan waktunya ia dapat melihat wanita itu secara langsung lagi. Oniel jadi teringat perdebatan mereka malam lalu.
"Jangan cari aku,"
"Jangan pernah berkunjung kecuali aku yang datang,"
"Jangan berharap apapun ke aku,"
"I want to live my new life, please help me,"
Melihat wanita itu menangis setengah berteriak karena harus menghadapi hal yang tak pernah terbayangkan dalam hidupnya. Ia begitu hancur karena kejadian malam itu. Indah membenci orang itu, membenci orang-orang sekitar, membenci Oniel, bahkan membenci dirinya sendiri. Ia rasa ia butuh waktu untuk menerima atau tidak sama sekali.
Raut wajah yang membekas di ingatan Oniel saat terakhir kali mereka bertemu yaitu di bandara. Indah terlihat kacau, matanya sembab. Tampaknya wanita itu telah menangis berhari-hari.
Oniel mencoba mengerti dan menuruti kemauan Indah. Ia akan menyampingkan perasaannya demi wanita itu.
"Aku gak akan berharap apapun lagi Indah, tapi aku akan tunggu kamu. Aku akan berusaha untuk kamu,"
Oniel mengedarkan pandangannya ke seisi ruangan tersebut. Ruangan yang mendekam Oniel beberapa hari ini. Pikirannya melalang buana ke masa 5tahun yang lalu. Getarannya masih terasa. Perasaan sedih yang menghampiri lagi. Usahanya untuk melindungi dan mencari keadilan untuk Indah dan Freya telah ia usahakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUPER TEACHER (CHIKARA)
Cinta🔞ALERT🔞 pls be wise ~ "Take me home, please," pinta Chika. "You've been already at home," jawab Aran merengkuh Chika ke dalam dekapannya.
