40

1.6K 177 6
                                        

Jennie terheran ketika melihat gedung terbengkalai yang jika dilihat dari luar tidak ada kesan menyeramkan sama sekali, apa benar Lisa disekap disini? Rasanya mustahil tapi tak ayal Jennie tetap masuk.

Kakinya terus menyusuri ruangan demi ruangan yang harusnya ada Lisa disana. Perasaan Jennie jadi kurang enak apalagi dia sendirian dia takut akan ada anak buah laki-laki yang menelponnya tadi.

" Dimana sebenarnya ruangan yang dia maksud, aku tidak ingin Lisa kenapa-napa" Jennie

" Coba kita berjalan ke sebelah sana" Jennie berjalan ke sebuah lorong yang cukup gelap dan benar saja dia mendengar suara seseorang yang Jennie yakini itu adalah suara orang yang menculik Lisa.

Dengan kekuatan penuh Jennie mendobrak kuat pintu ruangan yang Jennie yakini ada Lisa didalamnya. Amarahnya memuncak ketika melihat laki-laki itu mencengkeram rahang Lisa bahkan dia sedang menggenggam belati kecil ditangannya.

" Psikopat itu ingin bermain-main ternyata" tanpa ba-bi-bu Jennie berjalan cepat menghampiri keduanya.

" Berani kau menyentuhnya saat ini juga kau akan mati" mata Lisa berbinar melihat kehadiran Jennie, ingin sekali dia berlari dan memeluk hangat tubuh tegap itu namun saat ini bergerak pun Lisa tidak bisa.

" Woohoo datang juga Mrs Kim ini, sepertinya istri kecilmu sangatlah berharga ya"  laki-laki itu berjalan pelan menghampiri Jennie, sedangkan Jennie hanya diam tidak mundur ataupun menghindar. Jennie tidak akan meninggalkan Lisa dalam keadaan apapun.

" Aku punya pilihan Mrs Kim, jika kau ingin istri mu selamat maka kau harus mau bersamaku dan jika kau membantahku maka kau akan kehilangan istrimu sekaligus nyawa mu sendiri " Jennie sama sekali tidak merasa takut, dia hanya menatap acuh laki-laki bertopeng itu tanpa minat.

" Memangnya siapa kau sampai harus aku pilih, lagipula istriku lebih baik darimu jadi jangan harap aku mau dengan pengecut sepertimu" ucap Jennie penuh penekanan.

Laki-laki itu mengepalkan tangannya kuat, dia baru saja ditolak mentah-mentah oleh Jennie, cinta pertamanya dulu sewaktu masih kuliah. Awalnya dengan rencana ini dia yakin kalau Jennie akan tunduk padanya namun ternyata Jennie justru menolaknya mentah-mentah.

Lisa tersenyum dalam diam meski dengan susah payah karena mulutnya yang masih disumpal membuatnya kesusahan untuk berbicara. Jennie dengan santai melewati laki-laki itu dan hendak melepaskan ikatan di kaki Lisa namun naas karena terlanjur emosi laki-laki itu menusukkan belatinya tepat pada punggung Jennie, yang mana membuat Jennie meringis sedangkan Lisa langsung memberontak.

" Akh ssstth sialan apa yang kau lakukan" Jennie berdiri dengan darah yang mulai merembes dari punggungnya.

" Sesuai yang aku katakan padamu kau menolak ku maka kau dan istrimu harus mati"

" Dasar brengsek beraninya main belakang, tidak masalah kau kan pengecut maju sialan aku akan memberimu pelajaran " 

Baku hantam pun terjadi, Jennie dengan tangan kosong dan laki-laki itu dengan belatinya. Sesekali Jennie meringis karena luka dipunggung nya kian perih namun demi Lisa semua itu tampak tidak terasa untuknya.

" Menyerahkan lah Mrs Kim sampai kapanpun kau tidak akan menang"

" Jangan harap justru kau yang akan menyesal karena telah berurusan dengan ku" Jennie mulai mengincar wajahnya dia sangat ingin melihat siapa laki-laki yang berani mengusiknya dan Lisa, Jennie pastikan laki-laki itu akan membusuk di penjara.










Sedangkan disisi lain jisoo turun dari taksi dan berlari menuju mansion Kim, untung saja penjaga disana sudah tahu dengannya jadi jisoo tidak perlu lagi untuk menjelaskan kedatangannya.

Jisoo lega ketika melihat tuan dan nyonya Kim yang sedang duduk santai diruang tengah, dengan segera jisoo menghampiri keduanya.

Dengan nafas yang terengah-engah jisoo berdiri didepan tuan dan nyonya Kim, mereka heran dengan keadaan jisoo sekarang tidak seperti biasanya.

" Nak kau kenapa? Sampai seperti ini?" Nyonya Kim

" Aunty Lisa di culik dan sekarang Jennie sedang mencoba menyelamatkan nya tapi Jennie menyuruhku untuk memberitahu kalian dan Jennie juga meminta bantuan kalian" akhirnya jisoo bisa bernafas lega setelah mengucapkan kalimat itu dalam sekali tarikan nafas.

" APA!!! Astaga yeoboo menantu kita diculik cepat lakukan sesuatu aku tidak ingin sampai terjadi sesuatu pada mereka" tuan Kim segera memerintahkan bodyguard terbaiknya untuk segera menyusul Jennie tentu saja dia tahu lokasinya dari jisoo.

" Jennie juga bilang untuk memberi tahu orangtuanya Lisa dan polisi uncle" jisoo masih duduk bersandar entah kenapa dia masih merasa capek

" Baiklah, uncle juga akan kesana kalian disini saja biar kami yang urus" tuan Kim

" Tapi aku ingin ikut yeoboo" nyonya Kim

" Disana pasti berbahaya kalian tunggu saja biar aku dan Manoban yang urus dan lagipula kami akan membawa polisi" nyonya Kim hanya pasrah dan tuan Kim bergegas menuju lokasi dimana Lisa disekap dia juga sudah menghubungi tuan manoban dan beberapa anggota kepolisian.







Jennie masih berdiri tegak walaupun punggung nya sudah berlumuran darah, blazer abu-abunya sudah merah dengan darahnya. Lisa masih berusaha untuk melepaskan diri namun sayang ikatannya terlalu kuat, Lisa hanya pasrah saja semoga ada keajaiban yang menolong mereka.

" Menyerah lah sialan, kau tidak akan pernah menang dariku" Jennie tersenyum remeh ketika melihat laki-laki itu terduduk akibat tendagan kuatnya.

" Tidak semudah itu Mrs Kim" mereka kembali baku hantam, sebenarnya Jennie sudah sangat lelah namun balik lagi semua demi keselamatan Lisa, istri kecilnya yang sangat ia cintai. Bucin syekali leeee

Gerakan laki-laki itu mendadak lincah, Jennie mulai kewalahan namun dia masih bisa menangkis dan menyerang tepat saat belati itu hendak mengenai mata kucing Jennie saat itu juga......

" Jangan bergerak tempat ini sudah dikepung" Jennie tersenyum mengejek melihat wajah kaku laki-laki itu, Jennie puas karena bantuan datang tepat waktu.

" Sayang ya ampun nak kau tidak apa-apa?" Tuan manoban segera melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki Lisa serta kain yang ada di mulut anaknya.

" Daddy Lisa takut dad" Lisa memeluk tuan Manoban dengan erat dan dibalas tuan manoban tak kalah erat.

Jennie tersenyum hangat melihat pemandangan didepannya, laki-laki itu sudah tidak berkutik lagi namun karena penasaran Jennie menghampirinya dan membuka topengnya dengan paksa.

" KAU berani sekali kau bermain-main denganku, ingat aku tidak akan pernah membiarkan mu dengan mudah keluar dari penjara aku akan membuatmu membusuk didalam sana" Jennie meninju wajah laki-laki itu tidak ada yang berani melarang kalau sampai terjadi maka mereka juga akan dapat.

" Pergi bawa dia dan lakukan tugas kalian dengan benar" para polisi itu serempak membungkuk dan membawa laki-laki itu menuju kantor polisi.

Jennie berjalan menghampiri Lisa dan segera memeluknya dengan erat, Lisa menangis sesenggukan. Tanpa sengaja tangannya menyentuh luka Jennie saat itu juga Lisa ingat bahwa Jennie sedang terluka. Dengan panik Lisa menahan tubuh Jennie yang tiba-tiba pingsan. Salah satu bodyguard segera menggendong Jennie.

" Cepat appa, daddy punggung Nini terluka aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya " Lisa menarik-narik tangan tuan Kim dan Manoban

" Sabar sayang anak itu tidak akan kenapa-napa kok palingan manjanya akan bertambah" santai tuan Kim

" Appa kok gitu Nini lagi sakit appa"

" Iya sayang jangan dengarkan appa mu dia memang agak-agak, ayo kita susul Nini " tuan Kim terkekeh melihat kekhawatiran Lisa pada Jennie, ternyata keduanya sudah benar-benar saling mencintai.

" Dasar anak muda ada-ada saja kelakuannya"











Udah dulu ya guys jangan lupa votmen jaga kesehatan dan jaga pola makan kalian see you next time bye bye bye

Sorry kalau kurang nyambung dan agak-agak 😂

Love Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang