Bab XVIII : Basecamp

322 54 5
                                        

Berita di Universe School ternyata begitu cepat melesat. Nama Jihyo kembali menjadi perbincangan hangat. Setelah menjadi kekasih dari leader Black Dragon, kini ia digaet menjadi anggota dalam geng motor itu dan menjadi satu-satunya perempuan yang menjadi anggota—setelah tiga generasi telah berdiri.
 
InfoBase : Shin Jihyo resmi menjadi anggota pertama perempuan di geng Black Dragon.

@Jimnae : Sial, secepat itu? Apa yang anak baru itu lakukan pada Garfield terhormat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

@Jimnae : Sial, secepat itu? Apa yang anak baru itu lakukan pada Garfield terhormat.

@Naemyun : Tolong, jangan sebarkan berita tidak jelas. Aku tidak kuat jika itu benar.

@Jinni : Benar-benar pelacur kecil! Jelas dia pasti menjebak untuk mendapatkan kekuasaan. Picik sekali!
 
Jihyo menyipitkan mata membaca setiap komentar yang ada diartikel gosip sekolah. Ia lantas menggelengkan kepala. “Aku tidak menyangka berita seperti ini bahkan ada di forum sekolah. Sial, siapa yang menyebar ini?” ucapnya yang bertanya pada diri sendiri.
 
Hyena menggelengkan kepala. “Aku tidak tahu. Akan tetapi, sungguh, aku seperti sedang bermimpi. Pukul kepalaku untuk menyadarkan jika aku sedang bermimpi!”
 
Alhasil, Arin yang kebetulan ada di antara mereka langsung memukul kepala Hyena--cukup keras karena sang empu langsung meringis kesakitan seraya mengusap kepalanya.
 
Hyena langsung menatap Arin dengan sengit. “Sakit tahu!”
 
Arin pun kontan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak merasa gatal. “Hanya membantu saja. Berarti, tidak mimpikan?” Namun, Hyena memilih untuk mendengus.
 
Jihyo yang berada di antara perdebatan Arin dan Hyena, sangat tidak tertarik. Kepalanya begitu pening. Bahkan, Jihyo langsung menidurkan kepala di atas meja kala tengah berada di taman untuk bersantai. Kelas kosong karena adanya rapat untuk persiapan ujian tengah semester juga Festival hari jadi sekolah pekan depan nanti.
 
Sekolah akan sibuk dan bersamaan dengan kepala Jihyo yang dibuat sibuk untuk berpikir. “Aku hanya ingin hidup tenang dan lucunya, Ayahku bahkan mengenal Jungkook dengan baik! Ingin rasanya aku memberitahu jika Jungkook yang merusak sepedaku!” Jihyo kesal sekali, sedikit menggebrak meja.
 
Hyena dan Arin memilih diam mendengar kekesalan Jihyo. Mereka saling menatap satu sama lain, lantas terdengar helaan napas dari Hyena.

“Ya, aku sangat mengerti kekesalanmu, Jihyo. Akan tetapi, entah kenapa aku jadi sedikit memiliki rasa kagum terhadap mereka yang ternyata memiliki sedikit kewarasan. Walau sedikit saja. Itu terbukti kala Jungkook membantu Arin dan juga Ayahmu. Namun, sedikit aneh juga. Sungguh, sulit sekali seperti matematika,” ucap Hyena yang menggerutu.
 
“Entahlah, tetapi tentu saja Jungkook melakukannya. Namanya juga cari muka, penjilat! Kesal sekali jika melihatnya,” umpat Jihyo.
 
Arin pun seketika berdeham setelah mendengar umpatan Jihyo dan setelah melihat sesuatu. Namun, Jihyo tidak paham dan semakin menjadi-jadi. “Aku jadi penasaran, siksaan apa lagi yang akan Jungkook lakukan padaku! Bajingan sialan itu!"
 
“Kenapa aku harus menyiksa kekasihku?”
 
Arin semakin gelisah, pun ia menyenggol Hyena yang langsung tersenyum kikuk. “Eh, ada Kekasih dari seorang gadis yang sejak tadi terus mengomel. Selamat pagi!”
 
Tentu saja, Jihyo mengingat suara yang tidak asing ia dengar. Perlahan, ia menghembuskan napas lalu mengangkat kepala, menoleh ke arah Jungkook yang menatapnya dingin.
 
“Ada apa lagi sekarang?”
 
Jungkook yang mendapa respon tidak baik, menaikkan sebelah alis lalu memilih duduk di samping Jihyo. Alhasil, Jihyo semakin kesal.
 
“Kau sedang PMS? Tatapanmu seperti ingin memangsaku—“
 
“Aku akan melakukannya. Hanya saja, masih sedang mengatur rencana agar tidak berakhir sia-sia,” balas Jihyo sengit. Jungkook diam sesaat, kemudian tersenyum tipis.
 
“Oke, semoga berhasil. Aku sangat menanti masa di mana kau memangsaku. Seperti bagaimana ya, caramu memangsa? Semoga bukan aku yang berada di atasmu,” ucap Jungkook santai.
 
Hyena dan Arin yang mendengar itu tersenyum canggung. Sementara Jihyo? Ia langsung membulatkan matanya. “Kenapa aku malah berpikiran negatif?” Pun Jihyo menggelengkan kepala. Berusaha melawan pikirannya sendiri, sebelum menoleh ke arah Jungkook.
 
“Sudah! Katakan, apa yang ingin kau lakukan di sini? Lebih baik pergi sana, sangat mengganggu sekali!” ucap Jihyo dengan ketus. Ia mengusir Jungkook. Sungguh, Hyena dan Arin yang sejak tadi mengamati, benar-benar kagum dengan keberanian yang dimiliki oleh Jihyo. Mereka tidak habis pikir dan bertanya-tanya, sebenarnya berapa nyawa yang dimiliki oleh Shin Jihyo?
 
Jungkook belum membalas. Ia memilih bangkit dari duduknya. Jihyo mulai berjaga-jaga, tetapi nyatanya Jungkook hanya mengusap rambut Jihyo dengan senyum tipis, kemudian menggelengkan kepala. “Sebenarnya ada yang ingin kukatakan, tetapi nanti saja saat aku mengantarmu pulang.”
 
Dengan spontan, Jihyo memicingkan mata. “Oh ya? Kata siapa aku ingin pulang bersama denganmu, hm?”
 
***
 
Bodoh dan tidak tahu diri. Jihyo serasa ingin sekali berteriak ditelinganya sendiri kala ia tidak bisa memegang perkataannya. Ya, mulanya memang tidak ingin, bahkan dengan keras menolak tumpangan Jungkook. Akan tetapi, ia berakhir juga berada di jok belakang motor Jungkook.
 
Jihyo kesal sekali. Ia tidak bicara, begitu pula dengan Jungkook yang fokus menarik pedal gas. Padahal, lelaki itu sebelumnya ingin mengatakan sesuatu dan satu hal yang paling menjengkelkan, Jungkook membawanya ke suatu tempat tanpa mengatakan apapun. Jihyo bisa mengambil kesimpulan, karena arah ke rumahnya sudah jauh tertinggal ke belakang.
 
“Astaga, gatal sekali tanganku ingin menggampar kepala Jungkook yang begitu seenaknya!” Jihyo frustrasi.
 
“Namun, aku juga salah besar! Kenapa malah menurut seperti anak ayam, ck! Jihyo bodoh!”

Jihyo kembali merutuki diri sendiri. Mana tahu, membuatnya tidak sadar bisa tiba di sebuah tempat.
 
Jihyo yang masih di jok belakang--belum turun ketika motor sport Jungkook berhenti, pun langsung tertegun melihat sebuah tempat seperti kios--berlantai dua dan terdapat beberapa motor yang terparkir di depan.
 
“Apa maksud atas semua ini?” tanya Jihyo yang kemudian turun untuk melihat lebih jelas. Helm yang ia kenakan masih belum terbuka, tidak menyadari jika Jungkook telah melepas helmnya. Dengan gerakan spontan, Jungkook mendekat ke arah Jihyo dan melepaskan helm yang Jihyo kenakan.
 
“Ini basecamp Black Dragon. Karena kau sudah menjadi bagian Black Dragon, tentu kau harus tahu tentangnya dan bahkan mendapatkan beberapa keuntungan,” ucap Jungkook. Ia berhasil melepas helm itu dan juga berhasil membuat Jihyo merasakan jantungnya sedang berdetak tidak karuan.
 
Jihyo merasakannya. Ia mencoba untuk tetap tenang, ketika Jungkook terlebih dahulu masuk. “Jihyo, tarik napas, lalu hembuskan!” Kemudian, ia kini berakhir mengikuti Jungkook--tidak ingin jauh-jauh karena tempat dan wilayah ini begitu asing untuknya.
 
Terlebih, kala masuk lebih dalam, Jihyo benar-benar dibuat mematung. “Ada bilyar?” tanyanya spontan, bahkan beberapa orang tengah bermain setelah semula berhenti untuk menyapa Jungkook.
 
Jungkook mengangguk. “Lantai dasar langsung disuguhi dengan bilyar dan ruangan latihan.  Kau lihat itu?” Sambil menunjuk tempat yang cukup luas dengan sekat berbahan kawat dan disuguhi ring boxing.
 
Jihyo mengangguk. “Aku tidak menyangka jika ada fasilitas seperti ini. Niat sekali.”.
 
Berhasil membuat Jungkook tersenyum tipis. “Tentu saja, aku tidak ingin anggotaku tidak memiliki isi, semuanya harus paham bela diri dan mau belajar. Dan pintu yang mengarah ke bawah itu, sebelum ke tempat bilyar adalah tempat parkiran di lantai paling bawah. Jadi, bisa disimpulkan basecamp memiliki tiga lantai.” Jungkook menambahi.
 
Setidaknya, berhasil membuat Jihyo kagum. Namun, langsung saja menyadari satu hal. “Tunggu dulu, apa itu berarti aku harus belajar bela diri?” tanya Jihyo, berharap Jungkook mengatakan tidak.
 
“Itu sudah jelas. Bahkan, kau harus belajar naik motor, Baby. Tenang saja, Kekasihmu ini dengan senang hati menjadi Coach-mu!” ucap Jungkook dengan tenang yang langsung menarik langkah untuk berjalan semakin dalam lagi.
 
Langsung saja, Jihyo diam bergeming. Jungkook akan mengajarinya bela diri dan naik motor yang super besar itu! Jihyo ingin berteriak, tetapi harus ia tahan karena tatapan intimidasi dari para anggota yang ada di lantai dua. Jihyo pun bergegas menyusul Jungkook yang memasuki lift untuk naik ke lantai atas.
 
Sudah jelas jika Black Dragon bukan hanya sekadar geng motor biasa, dengan melihat basecamp-nya, jelas banyak orang ingin masuk karena fasilitas yang begitu mendukung. Jihyo tidak bisa menebak pengeluaran hanya untuk membiayai basecamp, apa lagi dengan adanya lift dan ketika sampai di lantai atas, Jihyo kembali dibuat menganga.
 
Bagaimana tidak, lantai atas cukup luas dengan beberapa ruangan seperti ruang pertemuan dengan dinding transparan--memiliki banyak kursi lalu dapur yang lengkap akan bahan-bahan makanan dan bahkan terdapat TV LED dengan playstation serta beberapa kaset yang tersedia.
 
Jihyo masih mematung atas banyak hal yang dilihatnya. Apa lagi, Jihyo baru mengingat jika dirinya adalah bendahara baru. “Jadi, seberapa banyak uang yang dimiliki geng Black Dragon kalau basecamp bisa seperti ini? Mereka tidak merampok bukan?”

 “Jadi, seberapa banyak uang yang dimiliki geng Black Dragon kalau basecamp bisa seperti ini? Mereka tidak merampok bukan?”

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hola guys!

Maaf ya baru update lagi, hehe. Lagi sibuk sama Rl dan sibuk ngebucin soalnya, heheh.

Sampai jumpa di bab selanjutnya ya🦋

What's Wrong With Me?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang