Pasukan Garrick sampai di gerbang Kastil Joset ketika matahari hendak tenggelam ke arah barat. Panji-panji pasukannya di kibarkan, membawa pertanda kalau mereka bukan pasukan musuh yang hendak menyerang. Prajurit menara mengerti dan berlari memanggil Baron mereka.
"Kalian tidak diijinkan masuk," ucap lantang salah satu prajurit yang berada di atas gerbang.
"Kami dari Gerham, Kami bukan musuh kalian. Aku Garrick Putra Goldwil Baron Falaise. Aku membawa lambang ayahku. Ijinkan kami masuk. Bilang itu pada Baron kalian!"
Marcus memasang wajah garang karena sudah tak sabar ingin segera masuk. Garrick si sulung lebih bisa menunggu sedang Mitya berdoa karena memiliki firasat tak enak.
"Kalian, para putra haram Goldwil. Ku larang masuk ke Kastilku!"
Teriakan itu berasal dari seorang lelaki yang berbadan besar dan berjanggut merah yang menatap nyalang ke bawah. Dia adalah Erland, Baron Josset adik ibu Sorcha.
"Kami membawa perintah Baron kami." Garrick masih berusaha membujuk sedang Marcus siap mengangkat pedang.
"Aku tidak tunduk pada bajingan Goldwil. Kalian para anak haramnya ku larang menginjak tanahku. Tanah kelahiran saudariku yang menderita karena ibu sundal kalian!"
Marcus tersulut emosi langsung mengangkat pedang dan hendak mendobrak gerbang tapi dengan cepat Garrick halangi.
"Kau diam saja ayah dan ibu kita dihina?"
"Tenanglah!"
Garrick menatap sengit pada Baron penguasa Joset tapi ayahnya sudah berpesan kalau tidak akan ada kekerasan apalagi peperangan.
"Ayahku mengirim surat. Kau harus membacanya dulu."
Salah satu prajurit Joset dikirimkan untuk mengambil surat Garrick kepada sang Baron di atas gerbang. Erland membaca surat Garrick dengan raut wajah tak terbaca. Paman Sorcha itu tahu harus bersikap bagaimana. Ia hempaskan surat itu ketika selesai membacanya.
"Dia tidak ada di sini dan sebaiknya kalian segera menemukannya. Dia satu-satunya peninggalan kakakku yang berharga. Kalau pada saat perayaaan musim semi di Istana, dia tidak ada di dalam rombongan kalian. Ku pastikan Joset akan berperang dengan Falaise!"
Ini penolakan keras sekaligus tantangan. Garrick meneguk ludah sedang Marcus naik turun dadanya menahan amarah. Sang Baron terlalu sombong dan seolah berada di atas awan.
"Dari pada beperang nanti. Sekarang ku tantang kau!"
"Marcus!" teriak Garrick menghalangi.
"Hei anak haram jadah! Aku akan senang sekali menggorok lehermu dan saudaramu di tanahku sekarang juga untuk menebus penderitaan Eleanor!"
"Kami tidak datang untuk memulai peperangan."
"Pergi kalian! Sebelum emosiku naik! Kau cukup bijak untuk tidak menantang pasukanku!" Erland pun mengerti kalau sampai anak-anak Goldwil terbunuh, maka pria tua bangka itu akan menuntut balas. Tidak ada gunanya mengorbankan pasukannya hanya karena emosi sesaat. Pasukannya akan dipersiapkan dengan benar, nanti saat melawan Goldwil apabila keponakannya tidak ditemukan.
Garrick lebih mengerti jika mereka nekat, mereka yang akan habis menghadapi pasukan milik Joset. Ia sebaiknya mundur dan menemukan cara lain untuk masuk ke Kastil. Ia yakin kalau Sorcha pasti disembunyikan dengan baik.
"Kita lakukan rencana lain."
Rencana yang dimaksud adalah mengirim Mitya ke dalam Kastil. Mitya berdandan selayaknya perempuan, kebetulan ibunya punya saudara yang tinggal di Joset dan bekerja di Kastil. Garrick akan mengirim Mitya untuk menyusup dan itu mendatangkan murka Marcus.
KAMU SEDANG MEMBACA
Greywolf castle
Fiction HistoriqueSorcha, putri Baron Goldwil dari kastil Gerham di Fraline memiliki impian menjadi ratu Raja John. Sedari kecil Sorcha, diajari ibunya membaca, berhitung, menjadi nyonya rumah yang baik, diberi perbekalan ekstra tentang keterampilan mengatur negara...
