SIAPA DI SINI YANG UDAH BACA TERLANJUR YOURS, CUNG GUYS!
☝🏻☝🏻☝🏻☝🏻☝🏻
SEKARANG ADA VERSI AU INSTAGRAMNYA LOOOH
AYO DONG PADA BACA 😁 SILAKAN KUNJUNGI INSTAGRAM @terlanjuryours!
JANGAN LUPA DI FOLLOW, LIKE, SHARE AND COMMENT
OKEY?
Okey, happy reading, All!
🤗
.
.
.
.
.
"
Gak bisa, Ken, aku gak bisa lanjutin ini ... " racau Tiara setelah keluar dari laboratorium usai mengikuti kelas Obgyn.
"Aku gak bisa terus-terusan belajar tentang rahim, janin, fertilisasi ... ingatan itu muncul. Aku kacau, aku gak bisa, Ken. Aku nyerah."
Di bawah pohon beringin di halaman kampus, Ken memeluk Tiara dalam dekap hangatnya. Mengusap-usap punggungnya, memberi ketenangan.
Kejadian malam kelam itu sudah berlalu tiga bulan. Selama tiga bulan itu pula Tiara menjalani program terapi dengan seorang pakar psikolog terbaik yang Ken pilihkan.
Ken juga mencarikan Tiara tempat tinggal baru. Ya, perumahan yang sekarang Tiara tempati, Keanulah yang mencarikan. Keanu juga yang membayar uang sewanya selama 2 tahun penuh.
Pelan ... harapan Tiara untuk melanjutkan hidup terbit. Cita-citanya menjadi dokter kandungan pun kembali. Tiara mulai mengikuti program spesialis kandungan.
Namun, belum genap seminggu ia sudah tidak tahan. Kenangan menjijikkan itu berbondong-bondong menyerang akal pikirannya. Semua bab yang ia pelajari selalu mengingatkannya pada malam itu.
Tiara benar-benar menyerah!
Sampai akhirnya ... Ken membujuk Tiara untuk belajar spesialis yang sama dengannya, spesialis bedah saraf. Belajar bersama, lulus bersama, menjadi dokter dan kerja di rumah sakit yang sama, bertahun-tahun lamanya.
●○●○●
Posisi tidurnya semakin lama semakin meringkuk, tangannya mencengkeram selimut kuat-kuat. Bulir keringat bercucuran, dadanya naik turun dengan napas tersengal. Mimpi menjijikkan itu datang lagi! Kenangan kelam dan penuh noda itu kembali!
"AAARGH!"
Kay terperanjat mendengar pekikan Tiara di tengah malam. Segera ia membuka pintu kamar, menemukan Tiara yang masih terlelap namun gelisah tak karuan.
"Kak. Kak Tiara. Kak!" Kay menepuk-nepuk pelan pipi Tiara agar bangun. "Kak Tiara!" Kali ini tepukan dan seruannya lebih keras.
Tiara langsung terbangun dari mimpi. Mencengkeram kuat rambutnya sendiri, menggigit bibir dalam-dalam menahan isakan. Tatap matanya tersorot ketakutan yang besar.
Kay tidak tahu mimpi buruk semacam apa yang mengganggu Tiara. Namun, Kay lebih dari paham karena ia pun sering mengalaminya dulu.
"Kak Tiara," Kay dengan pelan mengusap bahu Tiara, menangkup wajah ketakutan itu sembari menyeka air matanya. "Jangan takut, Kakak gak sendiri. Ada aku di sini."
Isakan Tiara semakin keras terdengar. Ia menyandarkan kepala di dada Kay seakan meminta perlindungan.
"Tidur lagi ya, Kak? Aku temenin."
KAMU SEDANG MEMBACA
Hai, Luka
Novela JuvenilKay sudah pernah bodoh dalam mencintai Ken. Mengejar, berkorban, banjir air mata, dikecewakan, dihempaskan harapan, dinomorduakan ... semua sudah Kay rasakan. Kay lelah, lalu Tuhan mengistirahatkannya dengan sebuah kecelakaan yang membuatnya terbari...
