Ini tentang dua insan yang dipertemukan dalam suatu kesalahan pahaman, kesalahan pahaman itu membuat sang gadis menampar seorang laki-laki.
Suatu hari gadis itu di masukkan ke pesantren oleh sang papah, ini dikarenakan ia ketahuan berpacaran dengan...
Sudah hampir setengah jam Tasya menunggu Kirana bersiap, ia menatap jenuh gadis yang sedang berdiri di depan kaca seraya merapihkan hijab dan gamis yang ia pakai.
"Ck, Kir ayo katanya mau belajar ngaji sama Gus Ali, lo malah ngaca mulu, lama-lama pecah dah kacanya" cibir Tasya yang sudah mulai geram dengan sahabatnya.
Kirana melirik "Iya iya, ini udah kok, yuk" gadis itu mengambil Al-Qur'an berwarna biru miliknya yang terletak di atas nakas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kedua gadis itu melenggang pergi menuju ndalem. Tidak lupa mengunci pintu kamarnya.
A & K
Sesampainya di depan pintu ndalem salah satu dari mereka mengetuk pintu dengan sopan.
Tok..tok..tok
"Assalamualaikum" ucap salam keduanya.
Ceklek
Pintu pun dibukakan oleh umi Halimah.
"Wa'alaikumssalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab salam wanita paruh baya itu seraya tersenyum hangat.
"Kirana, Tasya, ayo silahkan masuk nak" sambung umi Halimah.
Kirana dan Tasya menyalimi punggung tangan umi Halimah, lalu mengekorinya untuk masuk ke dalam.
"Kalian kesini pasti mau belajar ngaji sama Gus kalian ya?" tebak umi Halimah, yang memang sebenarnya sudah mengetahui kalau Kirana berkeinginan menjadi seorang hafidzah, Gus Ali sudah menceritakan pada uminya semalam.