Di pagi hari bulan selanjutnya, terdengar suara familiar bagi mereka semua. Box baru telah tiba. Cepat-cepat mereka berkumpul di atas box. Asteria dan Jane yang sedang memasak bersama, ikut berlari-lari kecil menuju keramaian. Saat mereka sampai, mereka dikejutkan oleh seorang pemuda yang tiba-tiba berlari cepat menjauhi kerumunan. Asteria mengerutkan kening, Jane juga kebingungan. Mau ke mana dia?
Baru sampai tengah-tengah, pemuda itu tersandung dan terbanting jatuh. Semua pria tertawa, termasuk Asteria dan Jane. "Ya ampun. Apakah dia seorang Pelari?" Jane menyeletuk.
Asteria mengangkat bahunya, terus memperhatikan si Greenie yang sedang dibawa menuju suatu tempat. "Entahlah. Tapi, sepertinya pemuda itu agak ketakutan. Alby dan Gally akan mengurusnya." Jane mengangguk setuju, kembali mengajak Asteria melanjutkan kegiatan memasak mereka.
***
Malam hari tiba. Malam ini diadakan pesta untuk menyambut anggota baru mereka. Terlihat sejak tadi Newt memberinya tur ke sana-sini. Sekali lagi Asteria diam di sudut. Jane sedang berada di dekat api unggun, menonton Gally yang sedang adu kekuatan dengan member Glade lainnya. Sesekali gadis itu akan bersorak bila Gally berhasil menjatuhkan lawannya.
Asteria meminum air yang dibawanya. Kemudian, Newt dan si Anak Baru menghampiri kerumunan, yang langsung bersorak riuh. Sepertinya Gally akan melawan si Anak Baru. Tertarik, Asteria mendekat. Gadis itu berdiri di belakang Newt yang sadar akan kehadirannya. "Hei. Dari mana saja kau?" tanya Newt.
Asteria menunjuk tempat dia berdiam diri tadi, lalu fokus menonton. Gadis itu meringis saat melihat si Anak Baru terjerembab ke tanah berulang kali. Namun, mau tidak mau, Asteria mengagumi semangat pemuda tersebut untuk mengalahkan Gally. Kini giliran Gally yang terjatuh di tanah. Tidak terima dan kesal, kekasih Jane menendang kaki lawannya, membuat si Anak Baru jatuh dengan kepala menghantam tanah duluan. Asteria menutup mulutnya, syok. Newt juga berhenti tertawa.
Asteria hendak menghampiri pemuda itu yang terlihat kacau. Malah Asteria sempat berpikir pemuda itu amnesia ringan. Namun, sebelum dia berbuat apa-apa, si Greenie telah berteriak, "Thomas! Hei! Aku ingat namaku! Thomas! It's Thomas!" Semuanya terdiam, hingga mereka mulai bersorak lebih keras sambil menepuk pundak Thomas berkali-kali.
"Good job, Thomas." Alby menepuk pundak Thomas dengan bangga. Asteria menghela napasnya, lega mengetahui Thomas baik-baik saja. Gadis itu berbalik badan dan pergi ke tempat tidurnya. Dia merasa sangat lelah hari ini.
***
Acara selesai satu jam kemudian, menyisakan api unggun yang padam dan sampah-sampah berserakan. Tapi tak masalah, mereka akan memberesakannya besok pagi. Newt berjalan pelan, sedikit menengok ke kanan-kiri. Sejujurnya, Newt sendiri tidak tau apa yang ia harapkan. Namun akhirnya dia sadar, sedari tadi dirinya mencari sosok gadis yang tak ia lihat selama satu jam terakhir. Newt berjalan menuju hammock miliknya setelah tidak melihat Asteria di mana pun. Tapi lelaki itu seketika tersenyum tipis melihat Asteria sudah terlelap di hammock sebelahnya.
Sebelum Newt menyadari apa yang dia lakukan, pemuda itu telah berjongkok di sebelah hammock Asteria dan mengamati wajah tenang gadis itu dalam diam. Matanya yang terpejam tidak mengurangi kadar cantiknya, surai cokelat gelapnya yang tetap terurai indah, hidung mancungnya yang indah diliat dari sisi mana pun—
Newt tercekat. Pemuda itu segera berdiri dan kembali ke tempat tidur miliknya. Perasaan ganjil merayapi dirinya sampai tenggorokan. Perasaan apa ini? Newt mencoba melupakannya dan berusaha tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
TMR: HOLD ME TIGHT
Fanfiction"Newt, you know I can't fashion a life without you in it. Please, please stay with me." Asteria Seraphine namanya. Seorang gadis kedua yang berakhir di Glade tanpa tahu apa-apa. Sisa hidupnya terpaksa dihabiskan untuk menghindari kejaran para ilmuwa...
