BAB 13: Get Through This

634 61 18
                                        

Mereka akhirnya pergi. Gally tak lagi mencegah mereka semua. Meski Asteria harus sedikit menyeret Jane agar mau ikut, kini Jane tak lagi menangis. Kesedihan teramat dalam pastilah masih dirasakan gadis itu. Tetapi, Jane tidak menunjukannnya. Mereka berlari memasuki labirin yang dipimpin oleh Thomas dan Minho. Mereka berlari mengikuti Thomas ke mana pun dia membawanya. "This way, everyone!" Thomas menuntun mereka semua ke tempat terakhir yang dia dan Minho temukan.

Asteria berhenti sejenak dan mengulurkan tangannya pada Newt yang tertinggal di belakang. Newt nyengir, menerima uluran tangan gadisnya. Mereka semua berlari dan berlari, hingga mereka berhenti ketika Thomas merapatkan tubuhnya ke dinding dan mengecek apa yang ada di balik sana. "Itu Griever?" tanya Chuck pelan.

Thomas mengangguk. "Ya." Chuck mengumpat pelan mendengar jawaban Thomas. Begitu juga yang lain. Terdengar gumaman gusar dan gelisah karena akan menghadapi Griever.

Minho berkata pada Chuck sambil menyerahkan tabung penunjuk jalan yang dia bawa. "You take this, Chuck. Stay behind us."

"It's okay. You stay with me," kata Teresa sambil mengikat rambutnya, dan Chuck mengangguk. Asteria dan Jane saling pandang. Sisa-sisa air mata masih terpeta di wajah cantik Jane. Namun sekarang, Jane merasa yakin dengan pilihannya meninggalkan Gally dan hanya doa yang bisa dia langitkan agar takdir mempertemukan mereka kembali.

Newt mengerling Asteria. "Be save."

Asteria nyengir dan balas berbisik, "I'll be so save. So you!"

Thomas kembali berbicara, menggenggam erat bambu runcingnya. "Begitu lewat, tabung itu akan aktif dan pintu akan terbuka. We stay close, we stick together, we get through this, we get out now, or we die trying. Ready?"  Dia menghentakan senjatanya. Dan sebagai jawaban, semuanya ikut mengagungkan senjata atau tangan masing-masing. "AYO!" Thomas berteriak dan mereka semua berteriak sambil berlari maju di bawah pimpinan Thomas.

Griever di depan sana mengaum buas dan segera berlari menyongsong musuhnya. Para pemuda yang membawa senjata berada di depan, mengacungkan bambu tajam itu sambil terus berlari ke arah Griever. Pertarungan segera berlangsung sengit. Mereka mati-matian berusaha mendorong Griever tersebut agar jatuh ke bawah. "DORONG!" Thomas berteriak memberi komando, dan semua berusaha melaksanakannya.

Asteria dan Jane tentu saja ikut bertempur. Sekuat tenaga mereka ayunkan benda tajam yang mereka bawa untuk menyakiti Griever di bagian mana saja yang bisa mereka capai. Griever tadi mengaum, marah sekali. Dia segera mengeluarkan senjata pamungkas: ekornya berusaha menyabet mereka semua dan Thomas serta yang lain harus konsentrasi menunduk menghindari maut.
Tetapi, tidak semuanya berjalan mulus. Tangan Griever yang penjang terjulur meraih satu orang dan dilemparkannya jatuh dari tebing. Korban pertama pertempuran sudah jatuh sementara yang lain melihatnya ngeri.

Satu cakar tajam nan berat Griever hampir menusuk Teresa, yang segera gadis itu potong kuat-kuat menggunakan parang. Celakanya, potongan itu terlempar mengenai Chuck yang menjatuhkan tabung aneh itu. Tabungnya terpental jauh dan menggelinding ke pinggir tebing. "Kuncinya!" Chuck berteriak dan segera berlari.

Asteria yang melihat itu berseru ngeri, ikut mengejar selagi berteriak. "Chuck! Awas pinggir tebing!"

Chuck membungkuk, tubuhnya setengah melayang saat dia berhasil meraih tabung itu sebelum benar-benar jatuh ke bawah. Kelegaan merayapi Chuck selama sepersekian detik sebelum dia mendengar geraman buas dan Griever lainnya muncul dari bawah sana. "Oh, no," Chuck mengumpat.

TMR: HOLD ME TIGHTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang