Playlist for this scene: Ocean Eyes - Billie Eilish.
(bacanya pelan-pelan. diresapi, ya. dibayangin sampe lagunya abis buat scene ini.)
Hari ini adalah hari yang sempurna untuk melepaskan semua kenangan buruk masa lalu. Mereka semua bersenang-senang dengan pasangan dan sahabat mereka, menjalani hidup baru dengan gembira. Sebelum hari ini benar-benar berakhir, semuanya setuju untuk tetap menghabiskan waktu dengan pasangan mereka di pantai ini. Tadinya, semua personil lengkap hadir duduk mengelilingi api unggun yang hangat. Namun, berselang menit, semuanya mulai pergi ke destinasi lain masing-masing, menyisakan Andrienne dan Thomas duduk berdua di sana.
Thomas mengerling Andrienne yang tampak-selalu-cantik. Perempuan itu mengenakan atasan tipis putih bertali spageti dan dipadu dengan rok serut berwarna biru muda. Rambutnya dibiarkan tergerai begitu saja. Sesekali angin menyibaknya lembut, membuat Thomas semakin kagum akan sosok di sebelahnya itu.
"What are you doing, Thomas?" tanya Andrienne tiba-tiba, membuat Thomas mengernyit.
"What am I doing?" celetuk cowok itu.
Andrienne akhirnya menoleh padanya dengan senyum kecil. "Why you keep staring at me? I'm not going anywhere, don't worry."
Mendengar itu, Thomas terkekeh pelan. Oh, itu maksud pertanyaan Andrienne. Bukannya apa, Thomas malah memutar tubunya hingga berhadapan betul dengan cewek itu. "I don't worry about it. I'll let you fly away, as far as you could, but you have to remember this house is yours. The place that always wait for you to come back."
Andrienne tersenyum tulus mendengarnya. Itu kalimat sederhana, namun sangat bermakna. Hingga kini, Andrienne masih belum terbiasa dengan sikap Thomas yang sangat manis padanya. Angin kembali berembus, mengibarkan rambut pirang Andrienne. Pemuda itu semakin memperlebar senyumannya. "If only the moon can talk like us, maybe the moon is gonna say she's jealous with you."
Andrienne mengernyit, sedikit tidak memahami apa maksud kalimat Thomas barusan. "What do you mean that the moon is gonna jealous with me? What's the things she have to jealous with? The moon is shining up there, lights the world every time the night has come. She's kind. I love her. In this position, maybe I'm the one who have the rights to say that I'm jealous with the moon."
Thomas tersenyum. "What's she have to jealous with? Because you're a star, Andrienne. Prettiest star." Melihat Andrienne yang tetap bingung, cowok itu memperjelas kalimatnya. "Andrienne, when it's morning, the moon left us. She can't accompanying us any longer than that. When the time's up, she had to leave and the sun appears. What about the stars? They're still there the whole night. The whole day. Not leaving the sky even for a while. The star made everyone admire her. She always stay there, even if no one notices her."
"That's why I said you're a star and the moon jealous with you. Because you're always there for me even though I don't."
Andrienne terdiam. Kalimat itu barusan indah sekali, menyentuh relung hatinya. Seakan belum puas membuat gadis itu tersipu, Thomas melanjutkan lagi. "And if you don't mind, may I be the sky? Biar aku jadi rumahmu satu-satunya." Tawa Andrienne pecah mendengar kalimat terakhir pemuda itu. Thomas ikut tertawa sambil memandangi senyum Andrienne yang begitu cantik. Dia berjanji, akan menjadikan Andrienne satu-satunya bintang paling terang di konstelasi miliknya. Sampai kapan pun itu.
***
Playlist for this scene: A Thousand Years - Christina Perri.
(bacanya pelan-pelan ya. sambil dibayangin sampe lagunya habis. ini momen terakhir mereka <3)
KAMU SEDANG MEMBACA
TMR: HOLD ME TIGHT
Fanfic"Newt, you know I can't fashion a life without you in it. Please, please stay with me." Asteria Seraphine namanya. Seorang gadis kedua yang berakhir di Glade tanpa tahu apa-apa. Sisa hidupnya terpaksa dihabiskan untuk menghindari kejaran para ilmuwa...
