Dalam misi untuk melupakan berbagai kejadian buruk yang telah terjadi, semua orang setuju untuk mengadakan hari Aku Cinta Pantai setiap dua minggu sekali. Hari di mana semuanya akan bermain di pesisir pantai dengan bebas tanpa dibatasi. Jane tentu saja berangkat dengan Gally, menyusul teman-temannya yang sudah lebih dulu tiba di sana beberapa menit lalu. Jane menggerutu. "Gally! Ya ampun, apa yang kau lakukan, sih? Lama sekali!"
Dua menit kemudian, Gally keluar dengan bergaya, membuat Jane melongo lalu terbahak keras. Gally melotot, memeriksa penampilannya. "Lho, Janey? What's wrong?"
Jane membekap mulutnya, mencoba meredakan tawa yang membuat pipinya memerah. Dia benar-benar terhibur akan penampilan Gally hari ini. Biasanya cowok itu hanya memakai setelan monokrom dan warna netral lainnya. Kalau tidak hitam, ya putih. Kadang cokelat. Abu-abu. Sampai Jane bosan melihat warna oufit cowoknya yang itu-itu saja. Tetapi, entah tersambar apa, hari ini Gally memutuskan untuk memakai kemeja berwarna mencolok dengan motif ala-ala floral. Kacamata hitam bertengger di batang hidungnya. Makanya Jane tertawa.
"Kamu benar-benar aneh hari ini. Tapi, tidak apa-apa! Aku suka, kok. Kita sekarang kembaran!" Jane nyengir, menunjuk juga outer kemejanya dengan motif nyaris persis dengan milik Gally. Warnanya pun mencolok. Hari ini, style keduanya adalah outer kemeja dipadu dengan kaus berwarna putih dan celana pendek. Ah, jangan lupakan kacamata hitam. Gally terkekeh, merangkul bahu gadisnya. Lalu, mereka berjalan beriringan menuju pantai yang sudah ramai.
Asteria melambai padanya. "Jane! Gally! Kalian lama sekali, ngapain saja?"
Jane tertawa, menunjuk Gally. Paham, Asteria juga ikut terbahak. Baru kali ini juga perempuan itu mendapati Gally memakai baju yang ramai. Newt dan Minho yang sedang bermain juga menoleh, terbahak-bahak. Gally melotot. Minho tertawa lebar. "Man, are you serious?"
Gally kesal sekesal-kesalnya. "Shut up, Minho." Lalu, dia menarik Jane pergi agak menjauh dari teman-temannya yang lain agar berhenti diganggu. Jane hanya pasrah sambil terkikik, melambai lagi pada Asteria yang menutup mulutnya. Asteria beralih pada Newt yang masih tertawa, lalu menabok lengannya.
"Newt!" Asteria mencubit gemas lengan kekasihnya, menyuruhnya berhenti menggoda Gally. Kasihan.
Newt mengatupkan mulut, diganti cengiran polos. Lalu dia dengan gentle merangkul pinggang ramping Asteria. Gadisnya terlihat begitu cantik hari ini dengan dress berbahan ringan putih sepaha bermotif bunga mawar berwarna merah muda. Tali gaunnya diikat membentuk pita yang tampak menggemaskannya di bahu mulus Asteria. Rambut cokelat gelapnya digerai, dan kepalanya dihiasi topi pantai lebar yang melindungi wajahnya dari terik matahari yang berlebihan. Angin menerpa rambut Asteria, membuatnya tersibak ke wajah Newt.
Asteria tertawa, mengusap pipi Newt yang tadi kena tampar rambutnya. "Maaf, harusnya tadi aku membawa ikat rambut."
Newt membawa rambut Asteria ke samping dengan lembut. "Kenapa minta maaf? Tidak apa-apa. Kamu cantik," katanya. Asteria tersenyum manis, merasa senang dipuji oleh Newt. Astaga, dia tampak sangat tampan hari ini. Setelan kemeja berwarna putih dipadu dengan celana pendek berwarna beige. Tiga kancing bajunya bagian atas dibiarkan terbuka. Rambutnya yang berwarna blonde membuat penampilan cowok itu kian sempurna. Ah, bisa-bisanya Asteria meleleh berada di sampingnya.
Newt mengajak Asteria bermain air di pinggir pantai. Gadis itu dengan senang hati menerima tawarannya. Mereka berjalan sambil sesekali Newt mengecup pipi Asteria yang menurutnya menggemaskan. Perempuan itu tertawa bahagia merasakan ombak yang menyentuh kakinya hingga sebatas betis. Dada Newt rasa menghangat mendengar tawa kebahagian gadisnya yang begitu sederhana dan polos. Tanpa aba-aba, Newt memercikkan air ke arah Asteria, tertawa. "Newt!" seru perempuan itu, terperanjat. Tapi tak ayal dia juga tertawa, segera ikut serta dalam permainan seru ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
TMR: HOLD ME TIGHT
Fiksi Penggemar"Newt, you know I can't fashion a life without you in it. Please, please stay with me." Asteria Seraphine namanya. Seorang gadis kedua yang berakhir di Glade tanpa tahu apa-apa. Sisa hidupnya terpaksa dihabiskan untuk menghindari kejaran para ilmuwa...
