BAB 16: Runaway

599 52 36
                                        

Thomas merangkak di ventilasi yang sempit secepat yang dia bisa. Dia harus mencapai teman-temannya secepat mungkin. Begitu tiba, dilemparkannya begitu saja pembatas besi lubang tersebut, mengejutkan Newt, Minho, Frypan, dan Winston yang menunggunya dengan perasaan cemas. Minho terperanjat dan langsung bangun dari duduknya. "Thomas!"

Thomas tidak menjawab. Dia meracau,"We gotta go. We gotta go, we gotta go! Right now!" Thomas berlari menuju pintu, mengabaikan sejuta pertanyaan serta seruan bingung teman-temannya.

"Apa maksudmu pergi dari sini?" Newt berseru kebingungan setengah mati.

"Mereka datang! Ayo, kita harus pergi! Come on, they're coming for us!" Dia menyentakkan sprei salah satu kasur dan mengikatkannya kencang-kencang pada pintu kamar mereka. Aris diam seribu bahasa, tampak terguncang. Dia tidak mempedulikan Minho yang bertanya kencang apa yang sedang terjadi.

Sementara itu, Newt mencoba berbicara dengan Thomas. "Hei, bisakah kau tenang dulu! Beritahu kami apa yang terjadi!"

"Ava masih hidup! Ava masih hidup!" Thomas gemetar mengikat sprei tadi sekuat mungkin ke pintu.

"Ava? Berbalik dan katakan pada kami!" Newt berseru jengkel.

Thomas kehilangan kesabarannya. Dia berbalik dan berteriak marah kepada mereka semua. "Its WICKED! its still WICKED, its always been WICKED," bentaknya, dan semuanya terdiam dengan air muka ketakutan. Thomas tergesa mengambil satu kasur dan ditaruhnya tepat pada kaca kecil di pintu yang biasanya memberi akses pengelihatan langsung ke dalam kamar mereka.

Newt mendekat dan berkata serius, "Thomas, apa yang kau lihat?"

***

Janson menyadari terjadi sesuatu tidak beres ketika dia dan anak buahnya berjalan menuju kamar tersebut. Kacanya tertutup sesuatu. Dengan cepat dia mengeluarkan kartu identitas dan menggeseknya untuk membuka akses pintu. Betapa terkejut dia ketika pintu tidak bisa dibuka. Segera dia mundur dan anak buahnya mengambil alih. Kemarahan menggelegak dalam diri Janson. Dia terengah, setengah berharap dugaannya bahwa Thomas kabur tidak benar-benar terjadi. Pintu berhasil didobrak, Janson segera masuk. Dia melampiaskan kemarahannya dengan menendang kasur yang tergeletak saat tidak menemukan siapapun di dalam kamar.

***

Thomas muncul di sebuah lorong yang sama sekali tidak dia ketahui di mana. Dia menyuruh teman-temannya untuk keluar. Aris berkata, "Kalian pergilah menjemput teman kalian. Ada sesuatu yang harus kulakukan. Percayalah, ini penting,"

"I'll go with him." Winston mengajukkan diri, Thomas setuju.

Newt berlari di depan sambil membawa kartu identitas curian Thomas. Dia berlari begitu cepatnya menuju kamar para perempuan. Mereka semua belum tau dan Newt harus bergegas. Mereka tiba, Newt menggesek kartunya dan pintu terbuka. Para lelaki masuk, melihat keempat perempuan itu sedang tertidur pulas. "Ash! Jane! Wake up! Everybody wake up!" Newt berteriak.

Asteria, Jane, Pandora dan Andrienne terlonjak. Lebih terkejut lagi saat melihat semua laki-laki berada di kamar mereka. "Apa—?" Asteria mau bertanya, kantuknya hilang seketika. Tetapi, Newt menyela.

"Tidak ada waktu. Kita harus pergi dari sini!" Newt menarik tangan Asteria yang menarik tangan Jane yang tampak ketakutan. Minho juga menjemput Pandora di kasurnya dan Thomas mengambil alih Andrienne. Mereka berempat berantakan sekali, tidak sempat berganti pakaian atau sekedar menyambar mantel. Namun, tak ada yang sempat di situasi genting seperti ini. Mereka memasuki ventilasi yang lumayan luas, namun harus tetap membungkuk dan keluar lagi di lorong yang sama sekali tidak ada orang. Mereka mengikuti Thomas dan berbelok, lalu berhenti, terkejut.

TMR: HOLD ME TIGHTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang