♥ Happy reading ♥
Hari terus berlalu, dan sekarang si kembar sudah mulai terbiasa dengan tubuh barunya juga lingkungan sekitar. Sekarang sudah genap dua Minggu mereka menjalani hari-hari yang cukup menyebalkan ini.
Si anak-anak most wanted itu juga masih terus mengganggu Zy, dan seperti biasa, Za hanya bisa membantu sebisanya. Pesan misterius terakhir yang keduanya dapatkan itu juga masih abu-abu. Buktinya setelah pesan dikirim, tidak ada tanda-tanda adanya kejutan lain. Entahlah, mungkin belum waktunya.
Hubungan pertemanan Za dan Aira juga semakin dekat, walau sebenarnya Za masih sering bersikap dingin dan ketus. Biarlah, dia kan harus mendalami peran.
"Za, dua hari lagi bakal ada pertandingan persahabatan loh sama sekolah sebelah," celetuk Aira setelah mendapatkan gosip terbaru dari group kelasnya.
"Pertandingan apaan?"
"Basket sama volly!" kata Aira bersemangat. Dia mengukir senyum. Menyangga dagu menggunakan tangan dengan tatapan menerawang. "Mana yang main cowok semua lagi. Pasti ganteng-ganteng."
Za merespon dengan decihan, padahal dalam hati juga bersorak senang. Oh, ayolah. Za ini juga termasuk manusia pecinta cogan. Beda cerita dengan saudarinya yang anti cogan itu. Kadang Za sampai bingung, kok ada manusia macam Zy di dunia ini.
Anjir, mayan cuci mata. Harus bisa buka mata batinnya Zy nih, biar dia percaya kalo di dunia ini tuh ada yang namanya cogan.
Gadis itu berdehem. "Sekolah mana?"
"Nusantara!"
Mendadak es jeruk Za seret di tenggorokan, sampai akhirnya membuat gadis itu tersedak hingga terbatuk-batuk.
"Za, kamu kenapa? Keselek?" Aira panik, dia malah menyemburkan pertanyaan bodoh. Lalu tangannya menyodorkan semangkuk mie ayam yang tersisa kuahnya.
Dahi Za otomatis mengerut. "Gue keselek, ngapain lo ngasih gue mie ayam oon!"
Aira menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Em ... ya, kan kalo keselek mie ayam dikasih minum. Kalo keselek minum ya dikasih mie ayam dong."
Oke, statement bodoh itu berhasil membuat Za berpikir keras. Gadis itu berakhir menatap Aira dengan tatapan datar. "Polos sama tolol itu beda tipis. Gus yakin 100 persen, elo TOLOL!"
Alis Aira mengerut tak terima. "Kok tolol? Tolol sama goblok, kan sama. Berarti secara nggak langsung kamu ngatain Aira goblok dong. Aira itu nggak goblok, Za. Tadi pagi aja pas ulangan matematika, Aira dapet nilai A plus. Kalo kamu nggak percaya, tanya aja sama ...."
"Sama Pak Haji! Berisik lo, diem!" salak Za menggebu yang langsung benar-benar membuat Aira kicep seketika.
Za menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, di melipat tangan di perut. Berarti ada kemungkinan Jo bakal dateng. Hmm ... gimana ya reaksinya dia pas tau gue masih hidup tapi di raga yang berbeda?
⭐★★⭐
"Hahahaha ... Jef, tangkep!" Razi tertawa sembari melempar sepatu Zy kepada Jefan.
Zy beralih pada Jefan untuk mengambil sepatunya. "Balikin!"
"Mau ini? Nih, ambil kalo bisa!" Jefan menggoyang-goyangkan sepatu Zy meledek. Lelaki itu tertawa sembari berlarian di sepanjang koridor. "Al ambil!"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Twin Transmigration
Teen FictionKetika dua gadis kembar somplak harus bertransmigrasi ke tubuh kembar dingin. Sesil florasta dan Sisil florista namanya. Dua gadis kembar berusia 17 tahun yang kini tengah menempuh pendidikan di bangku SMA. Dua gadis dengan julukan duo bima ( dua bi...
