38

422 48 4
                                        

Selamat membaca dan terima kasih ternyata masih ada yang mau baca~~~~

°°





H-1

Suasana sekolah terlihat berbeda dari hari biasanya karena adanya jam kosong.  Semua warga sekolah terlihat sibuk dengan kegiatan masing-masing, terutama pada siswa-siswi yang berpartisipasi dalam Teater sekolah. Hari ini semua ikut melaksanakan gladi resik atau gladi bersih sebelum benar-benar menyelesaikan latihan terakhir.

Semua berkumpul di aula atau tempat pentas teater akan dilaksanakan. Set panggung telah selesai di dekorasi oleh panitia yang bertanggung jawab. Tidak hanya itu, semua tinggal menyiapkan sedikit lagi waktu untuk menyelesaikannya.

Joen berada di atas panggung bersama Sharani. Saat ini set adegan keduanya akan dimainkan. Semua mata tertuju pada mereka untuk melihat hasil dari latihan mereka secara langsung.

Adegan mulai dimainkan, Joen dan Sharani bermain tanpa kaku dan nampak natural membaca dialog mereka. Ekspresi keduanya tidak kalah bagus hingga set adegan berakhir.

Prok... Prok... Semua Bertepuk tangan memberi apresiasi pada kerja keras keduanya yang tidak sia-sia.

Joen dan Sharani menunduk 90° menyelesaikan penampilan dengan senyum lebar tak lepas dari wajah keduanya.

" Waktunya istirahat." Ucap Bu Margaretha pada semua muridnya yang tidak memperlihatkan wajah lelah itu.

_


_

Haikal berdiri di antara pintu aula setelah sebelumnya bergabung dengan teman-teman untuk bermain voli.

Setengah jam sudah berlalu dan Haikal baru mengingat ada sesuatu hal harus dilakukan. Matanya melihat keseluruhan ruangan mencari keberadaan Jibran, dan langsung menemukan Jibran yang melihatnya balik.

Haikal memanggil dengan tangannya tanpa suara. Jibran merasa terpanggil segera menghampiri Haikal.

" Ada apa kak?" Tanya Jibran saat berada di dekat Haikal. Matanya melihat ke kanan kiri mencari keberadaan Renza atau Joen yang selalu berada di dekat Haikal, namun keduanya tidak terlihat disana, hanya Haikal seorang diri menghampirinya.

" Ikut aja."

Haikal berjalan lebih dulu, dan diikuti Jibran dibelakangnya.

" Mau kemana sih? Gak ngajak yang lain?" Tanya Jibran yang masih penasaran kemana Haikal akan membawanya. 

Hanya gelengan kepala Haikal menjawab pertanyaan Jibran.

" Owh." Jibran mengangguk-anggukkan kepala memilih menuruti langkah Haikal dari pada banyak bertanya lagi.

Saat langkah mereka semakin menjauh dari aula dan melewati beberapa lorong kelas. Haikal tiba-tiba berhenti, membuat Jibran berjalan dibelakang menabrak tubuh Haikal.
 


" Jalan pake mata, Ji." Ucap Haikal berbalik melihat Jibran.

" Ya Kak Haikal juga jalan pake otak, jangan tiba-tiba stop." Balas Jibran kesal, entah mengapa Haikal yang malah marah lebih dulu padanya padahal bukan dirinya yang berbuat salah.

Pertunjukan TerakhirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang