Pukul 04.00 subuh.
Bunda terbangun lebih dahulu, lalu ia membangunkan suaminya untuk sholat subuh. Kegiatan yang rutin mereka lakukan semenjak menikah adalah sholat berjamaah.
"Mas.. sayang.. bangun mas, udah subuh" ucap Bunda lembut membangunkan dr. Lio
"Eugh.." bukannya bangun dr. Lio makin mengeratkan pelukannya.
"Issh mas.. ayo bangun, nanti telat lho sholatnya. Awas ah.. aku mau ke kamar mandi" ucap Bunda berusaha melepaskan pelukan suaminya.
"Morning kiss dulu sayang!" Ucap dr. Lio dengan suara serak khas bangun tidur memajukan bibirnya.
"Mmuaacchh.. sudah ah, bangun yuk" Bunda mencium bibir dr. Lio sekilas kemudian bangun menuju kamar mandi.
dr. Lio pun juga bangun dan menuju kamar mandi yang berada di luar kamar, jadi tidak saling menunggu dengan Bunda.
Skip
Setelah melakukan ritual ibadah berjamaah, Bunda pun membangunkan anak-anaknya untuk sholat subuh. Sedangkan dr. Lio mandi, berganti pakaian dan bersiap-siap mengeluarkan koper yang akan di bawa ke Bali.
*Di kamar Muthe.
"Adekk... sayang... bangun Nak, ayo sholat subuh dulu dekk.. muacch muuach" ucap Bunda membangunkan Muthe, dengan memeluk dan menempelkan bibirnya di Pipi Muthe.
"Bunda... masih ngantukk hikss" rengek Muthe.
"Ayo nak, katanya mau ke Bali, bangun sayang,, sholat dulu baru siap2" ucap Bunda lagi
"Eugnnhh... hug me plissh" pinta Muthe sambil meregangkan ototnya.
Bunda yang tau kebiasaan Muthe kalo bangun pagi selalu minta peluk langsung merentangkan tangannya dan memeluk anaknya serta mencium pucuk kepalanya berulang ulang. Cup. Cup. Cup
"Sudah sana Adekk ke kamar mandi, nanti kalo sudah selesai sholat dan mandi, Bunda tunggu adekk di bawah untuk sarapan, Bunda mau bangunkan Abang Ollan dulu ya" titah Bunda.
"Ok Bunda" jawab Muthe.
*Di kamar Ollan.
Tok
Tok
"Abang .. bangun Nak, abang.." ucap Bunda.
Ceklekk..
"Eh Bunda, abang sudah bangun kok daritadi, sudah sholat juga" jawab Ollan
Ollan terbiasa bangun subuh karena memang selama di asrama Akpol ia dilatih dan dididik untuk disiplin. Jadi tidak susah untuk membangunkannya.
"Oh oke bang, yaudah abang siap2 ya, nanti turunkan juga kopernya.. Papa Bunda tunggu di bawah kita sarapan bareng ya Bang" ucap Bunda mengelus kepala Ollan.
"Kopernya adekk udah diturunkan Bund? Biar abang bawa sekalian" tanya Ollan.
"Sudah kok Bang, kemaren emang gak di naikkan ke kamarnya jadi sudah ada di mobil" jawab Bunda.
"Siap Bund kalo gitu, oh iya Bund. Hng....hng..." ucap Ollan menggantungkan kalimatnya.
"Kenapa Bang?" Tanya Bunda heran.
"Bunda.. boleh gak kalo abang minta morning kiss, dulu waktu Mama masih ada, Mama sering melakukan itu, kalo tidak merepo....."
"Muuacchhhh" potong Bunda mencium pipi Ollan.
"Tuh sudah, mulai sekarang Bunda yang kasih morning kiss buat Abang Ollan, okee sayang" ucap Bunda tersenyum.
Ollan yang kaget dengan perlakuan Bunda itu, hatinya menghangat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bunda Shani dan Muthe
FanfictionKisah Keluarga kecil Bunda Shani dan Anak Semata Wayangnya Muthe dan pertemuan dengan Seseorang Lelaki yang juga memiliki Anak Semata Wayang, yang membuat Bunda Shani Jatuh Cinta lagi setelah ditinggal Mati Oleh suaminya. Apakah Muthe akan senang me...
