Perbedaan Kasta

387 36 2
                                        


Di salah satu kost-kostan yang tak jauh dari area kampus. Seorang perempuan berkemeja putih dan bercelana pendek hitam berlari menaiki tangga untuk ke lantai dua. Ia buru-buru membuka pintu yang ada di nomor 08 dengan napas memburunya menahan emosi.

Ia menatap nyalang kearah perempuan yang sedang meringkuk di lantai yang beralaskan karpet bulu.

"Aku pengen mati aja deh rasanya. Tadi aku dikatain cewe murahan sama Pak Aleon karena aku ngajak dia nikah."

"Emang murahan! Bener kata Aleon kalo kamu murahan dasar cewe gila!"sungut Anggi.

Siapa lagi yang melayangkan kata kasar selain Aleon dan Anggi?

"Aku patah hati karena tadi sore liat mereka jalan bareng di mall. Mereka gandengan tangan sambil ketawa-ketawa. Udah dikatain cewe murahan di kantor, eh ngeliat keharmonisan mereka di mall!"

"Sejelek itu ya aku?"

Anggi mengusap wajahnya dengan kasar, ingin rasanya ia menginjak Sandra saat ini juga.

"Bukan jelek lagi, kamu itu gak beda jauh dari anjing! Bahkan lebih baik anjing daripada kamu!"omel Anggi seraya menarik kasar tangan Sandra agar perempuan gila ini duduk berhadapan dengannya.

Bukannya duduk justru Sandra menjatuhkan tubuhnya hingga telentang. Anggi mengangkat satu kakinya dan bersiap untuk menginjak wajah Sandra yang sangat murung.

"Hiihhh! Kalo aja kamu sampah udah aku injak-injak kayak gini nih!"gerutu Anggi seraya menginjak-injak bantal yang tergeletak di samping Sandra.

"Kamu pengen aku jatuhin ke jurang pembuangan mayat ya!!!"pekik Anggi ketika Sandra menatap lekat-lekat foto profil Aleon yang terpampang foto keluarga Aleon.

"Aku berusaha moveon dari dua orang. Berat banget, sampe pengen mati deh."racau Sandra menatap sendu kearah Anggi.

"Aku lagi ngalamin life after break up dengan dua orang sekaligus, rasanya bener-bener mau mati."lanjut Sandra dengan suara lesunya serta air mata yang menetes. 

"Benera mau mati?"tanya Anggi yang diangguki oleh Sandra, "Cape aku begini terus."jawab Sandra yang membuat Anggi menganggukkan kepalanya.

Ia pun berlalu pergi ke kamar mandi dan mengisi bathub dengan air yang kencang. Ia menunggu air itu terisi penuh dengan napas yang menderu menahan amarahnya. Temannya yang bernama Sandra itu memang harus dibawa ke pendeta atau ustad sekalian deh agar kewarasannya kembali seperti semula.

Anggi pun keluar dari kamar mandi dan memaksa Sandra untuk bangkit, Sandra pasrah dan mengikuti langkah Anggi ke kamar mandi. Anggi menarik tangan Sandra dan merengkuh leher Sandra untuk mendekat kearah bathub.

"Mau ngapain bego!"tanya Sandra dengan suara paniknya ketika Anggi mendorong punggungnya untuk mendekatkan wajahnya ke tampungan air tersebut.

"Katanya mau mati, sini aku matiin sekalian!"

Anggi mendorong kepala Sandra dan mencelupkan kepala itu ke dalam air. Ia menahan kepala Sandra dengan sekuat tenaga ketika Sandra meraung untuk dilepaskan.

Anggi menatap nanar kearah Sandra ketika perempuan gila itu berusaha menyembulkan kepalanya ke permukaan. Hingga akhirnya Anggi menarik dengan kasar kepala Sandra hingga suara napas berat dari Sandra terdengar jelas di kamar mandi tersebut.

Sandra mengatur napasnya yang sangat sesak di dadanya, ia menatap marah kearah Anggi yang benar-benar ingin membunuhnya.

"Apa!!?"tanya Anggi dengan suara tingginya. "Apa yang kamu harapkan dari suami orang HAH!!!"teriak Anggi dengan napas memburunya.

Kehidupan di 2045Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang