Hari ini Aleon berkunjung ke area 48 untuk menyaksikan program sosial yang diselenggarakan oleh perusahaannya. Program di area 48 adalah program pertama yang masuk ke area ini dari kantornya.
Ada tiga program yang akan dilaksanakan yaitu, program bidang kesehatan yang akan memberikan pengecekan kesehatan secara gratis dan edukasi kanker rahim.
Program bidang pendidikan yang akan memberikan beasiswa untuk tingkat dasar. Program terakhir yaitu program bidang ekonomi kreatif yang akan membantu masyarakat mengasah keahlian mereka dalam membuat suatu produk.
Dalam program ekonomi kreatif ini, perusahaan tempat Aleon bekerja akan memberikan beberapa orang yang memiliki profesi di bidang menjahit. Sebelum melanjutkan produksi, masyarakat terkhusus ibu-ibu akan diberikan sesi belajar sesuai minat yang dimiliki.
Tak hanya memberikan pembelajaran tetapi juga memberikan fasilitas yang dibutuhkan seperti mesin jahit, kain, dan kebutuhan lainnya.
Program ini adalah program berkelanjutan yang dimana tidak hanya sekali dilaksanakan. Bisa berkali-kali hingga mereka mencapai tujuan yang diinginkan.
Aleon turun dari mobil yang terparkir tak jauh dari titik pelaksanaan, ia berjalan dengan seragam kantornya yang berwarna putih dan terdapat logo BUMN.
Ia menyapa singkat warga yang berpapasan dengannya. Acara pembukaan telah berlangsung sebelum Aleon datang. Dan kini para warga sedang melakukan cek kesehatan.
Terdapat tenda yang berdiri kokoh di lapangan bola tepat di tengah-tengah area 48. Tenda itu terdapat dokter dan perawat dari Rumah Sakit Gorneo. Rumah Sakit Gorneo memiliki kerjasama dengan perusahaan Aleon.
Ada tiga meja dengan 3 dokter yang akan melakukan pemeriksaan kolesterol, gula darah, dan asam urat. Juga ada dua bilik tertutup untuk melakukan pemeriksaan gigi.
Target sasaran perusahaan untuk seluruh usia, tidak ada patokan usia. Hal ini membuat lapangan bola sangat ramai sampai ada beberapa petugas keamanan.
Aleon berjalan menuju bilik pemeriksaan gigi dan tersenyum tipis melihat seorang dokter dengan rambut yang diikat cepol. Dokter itu memakai masker menutupi sebagian wajahnya. Meski wajahnya tertutup, Aleon bisa membayangkan betapa cantiknya dokter itu.
Siapalagi kalau bukan Nuhasya Aleena.
Aleon segera berlalu dan membiarkan Hasya melakukan tugasnya sebagai dokter. Aleon hanya memantau kegiatan ini dan akan melakukan evaluasi setiap harinya.
"Pak Aleon!"
Aleon tersenyum tipis melihat kearah perempuan yang sedang melambai kearahnya. Ia mendekat dan bersalaman dengan perempuan itu— Disya.
"Saya udah buatin Bapak brownies spesial untuk orang baik. Apa Bapak mau nerima sekarang atau nunggu Bapak pulang?"ujar Disya dengan wajah berbinarnya.
Aleon terkekeh mendengar suara Disya yang begitu ceria ketika berbincang dengannya.
"Makasih ya, Bu. Nanti waktu pulang aja saya ambilnya, mungkin dua jam lagi saya pulang."
"Kalau gitu, saya ikut antri periksa gigi dulu ya, Pak. Rumah saya ada di samping lapangan bola ini kok."
"Mari Pak Aleon!"
Aleon mengangguk dengan senyum manisnya, ia juga berlalu pergi dan memilih untuk menghampiri Surya yang sedang mengobrol dengan Harlan.
~ ~
Hasya mengganti sarung tangannya ketika akan meriksa pasien ke sekian. Di balik maskernya ia tersenyum menyambut perempuan berambut hitam dengan diikat satu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kehidupan di 2045
RomanceHasya seorang dokter gigi yang memiliki keluarga kecil semanis coklat dan selembut sutra ternyata harus menghadapi mahasiswi yang ingin merebut suaminya. Baginya ini bukan persaingan tetapi pembasmian. Ternyata tidak selamanya kehidupan itu selalu m...
