Dua minggu telah berlalu setelah kepergian Sandra. Dan pagi ini di parkiran kampus di depan gedung fakultas ekonomi dan bisnis terdapat mobil hitam yang baru saja menghentikan mobilnya.
Tak lama pintu terbuka menampilkan perempuan berambut coklat karamel dengan kacamata yang berada diatas kepalanya. Perempuan itu memakai setelan blazer berwarna cream dengan dalaman berwarna putih.
Di tangannya terdapat buket bunga dan satu paper bag berukuran sedang.
Ia pun melangkahkan kakinya dengan anggun kearah lobby gedung. Sesekali ia tersenyum kepada orang-orang yang berpapasan dengannya. Senyumnya semakin merekah kala melihat seseorang yang menjadi alasan ia datang ke kampus ini.
Di lobby itu terdapat kumpulan mahasiswi yang sedang merayakan sidang skripsi mereka. Stand banner bertuliskan nama mahasiswa dan gelar yang didapatkan menghiasi beberapa sudut lobby.
"Kak Hasya!"
Perempuan yang dipanggil Hasya itu pun melambaikan tangannya kearah mahasiswi yang memakai setelan blazer berwarna hitam dengan kemeja putih.
"Congratulations Anggika! Kamu keren banget udah bisa selesaikan tugas akhir kamu!"seru Hasya seraya memeluk singkat tubuh Anggi kemudian menyerahkan hadiah yang ia bawa.
Anggi memandang haru kearah Hasya seraya menerima pemberian Hasya, "Aku kira Kak Hasya engga datang karna sibuk di rumah sakit."ujar Anggi yang kini sudah mulai dekat dengan Hasya.
Beberapa waktu lalu Hasya meminta Anggi untuk memanggilnya dengan sebutan 'Kakak' saja. Karena biasanya Anggi selalu memanggilnya dengan 'Dokter'.
"Datang dong, masa di hari bahagia kamu, aku engga datang."
Hasya melirik kearah selempang merah dengan tulisan berwarna emas yang tersampir di pundak Anggi. Kini tatapannya beralih pada stand banner yang ada foto Anggi dan juga foto Sandra.
Ada empat foto mahasiswa di sana, duanya adalah Claudia dan Daniel. Hasya tersenyum miris ketika di stand banner itu terdapat selempang milik Sandra.
Anggi yang baru saja meletakkan paper bag dari Hasya pun ikut terdiam menatap kearah Hasya yang sedang mengusap pelan selempang milik Sandra.
"Harusnya hari ini aku sama Sandra sidang, tapi takdir berkata lain."celetuk Anggi seraya berdiri di samping Hasya. Anggi menoleh kearah Hasya yang lebih tinggi darinya, "Pasti Sandra ikut seneng karna hari ini sidang kita berdua berjalan dengan lancar. Meski dia engga bisa hadir."lanjut Anggi.
Hasya mengusap punggung Anggi dengan lembut, "Jangan sedih terus ya, Ngii."gumam Hasya seraya memberikan senyum manisnya.
Tak berlangsung lama Claudia dan Daniel datang dengan menenteng dua kotak berisi enam cup milkshake.
"Eh ada dokter Hasya."sapa Claudia dan segera meletakkan kotak minuman itu di bangku panjang yang ada di lobby.
"Kamu gimana kabarnya?"tanya Hasya dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajah cantiknya.
"Kabar baik cuman stress dikit karna skripsi."jawab Claudia dengan tawa kecilnya.
Sedangkan Daniel dan Anggi sedang berfoto ria di sisi lainnya.
"Ini diminum aja dok kalo mau, ini kebetulan sengaja beli banyak."tawar Claudia seraya menggeser kotak berisi cup milkshake itu.
Hasya mengangguk dan tersenyum, "Tadi saya udah minum kopi, makasih ya udah ditawarin."tolak Hasya dengan lembut.
"Gimana sama Anggi? Masih sering sedih Clau?"tanya Hasya seraya memperhatikan Anggi yang tertawa bersama mahasiswa lainnya.
Claudia ikut menatap kearah Anggi, "Ya gitu, kadang masih sering nangis. Beberapa hari ini aku sama dia nginep di kamar Sandra."jawab Claudia dengan suara lembutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kehidupan di 2045
RomansaHasya seorang dokter gigi yang memiliki keluarga kecil semanis coklat dan selembut sutra ternyata harus menghadapi mahasiswi yang ingin merebut suaminya. Baginya ini bukan persaingan tetapi pembasmian. Ternyata tidak selamanya kehidupan itu selalu m...
