Berakhir Sebelum Dimulai

430 36 5
                                        


Definisi jatuh cinta itu berbeda-beda, tergantung siapa pemberinya dan siapa penerimanya. Ada yang merasakan jika cinta seperti memakan coklat ada juga yang merasakan bahwa cinta seperti makan batang brotowali.

Tentu rasanya berbeda tergantung bagaimana alur ceritanya dan bagaimana responnya. Namun, ketika cinta yang kita rasakan sepahit brotowali apakah itu salah cintanya?

Apakah boleh menyalahkan cinta yang sesuci itu?

Ngomongin cinta, hari Senin ini Sandra benar-benar menjalankan ucapannya. Ucapan jika dirinya akan menjauhi Aleon secara perlahan. Sandra berjanji dengan dirinya sendiri, mulai sekarang harus bisa menjauhi orang yang ia sukai.

Meski rasanya sangat menyesakkan dadanya, tetapi ia yakin jika nanti entah kapan dirinya akan mendapatkan kebahagiaan juga. Selama dirinya belum mendapatkan bahagia, ia tidak boleh merebut rasa bahagia milik orang lain.

Itu yang selalu dilontarkan oleh Anggi. Dan setelah merenung setiap malam, sepertinya memang dirinya harus menjauh dari Aleon. Ini hal yang tidak wajar karena Aleon sudah memiliki keluarga dan ia tidak boleh merusaknya.

Sedari pagi rekan magang Sandra beberapa kali meminta Sandra untuk memberikan berkas laporan keuangan kepada Aleon. Tentu Sandra tolak, hal ini membuat rekan magangnya kebingungan. Tidak seperti biasanya Sandra akan dengan senang hati mengantarkan berkas apapun ke ruangannya Aleon.

"Sandra yuhu! Minta tolong dong kasih rekaman ini ke Pak Aleon. Ini hasil aku bikin dokumentasi selama program kerja di area 48."ujar rekan magangnya yang bernama Bimbi.

Bimbi mahasiswa magang yang berada di divisi dokumentasi.

Sandra menatap malas kearah Bimbi yang berdiri di depan mejanya dengan satu tangan membawa tablet milik perusahaan.

"Males, kamu aja sana. Lagian Pak Aleon engga bakal makan kamu."tolak Sandra dengan wajah datarnya. Bimbi menaikkan dagu Sandra dengan telunjuknya, "Kamu engga papa? Tumben lesu banget?"tanya Bimbi dengan wajah cukup dekat dengan wajah Sandra.

Sandra mendorong dada Bimbi seraya mendengus, "Aku baik-baik aja. Udah sana jangan ada yang suruh-suruh aku untuk ketemu Pak Aleon! Dia manusia super nyebelin yang aku kenal dan aku engga pernah mau kenal dia dalam keadaan apapun."celoteh Sandra yang membuat Bimbi serta rekan magang lainnya terdiam.

"Kalo aja waktu bisa diputer, udah pasti aku engga bakal mau kenal dia seganteng apapun itu!"

Bimbi melirik kearah laki-laki yang beberapa detik lalu muncul dari balik pintu. Bimbi tersenyum kikuk seraya melirik kearah Sandra yang masih belum sadar akan situasi yang terjadi.

"Gak tau ah males pokoknya kalo harus berurusan sama dia. Semoga dia engga pernah ketemu sama aku deh."

"Sand?"bisik Bimbi seraya memberi kode dengan matanya yang mengarah ke pintu ruangan yang ada di samping kanan Sandra.

Sandra menolehkan kepalanya dan mendelikkan matanya, ia juga menutup mulutnya ketika Aleon menatapnya dengan wajah datarnya.

"Sudah selesai gosipin saya?"tanya Aleon dengan suara datarnya yang membuat Sandra saling pandang dengan Bimbi.

Bimbi memilih untuk pergi dari ruangan anak magang yang berkutat dengan data-data perusahaan. Ketika melewati Aleon, Bimbi menyerahkan tabletnya kearah Aleon agar Aleon mengoreksi hasil editannya.

"Permisi Pak."sapa Bimbi sebelum dirinya keluar dari ruangan tersebut.

Sandra mengabaikan Aleon dan memilih untuk membaca berita yang ada di komputer. Entah berita apa yang terpenting dirinya tidak melihat kearah Aleon.

Kehidupan di 2045Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang