Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Deana memarkirkan mobilnya. Ia menatap dirinya terlebih dahulu dikaca mobilnya sebelum ia benar-benar turun. Jantung Deana mulai tak karuan, apakah yang dikatakan Shayne itu benar atau tidak, Deana sebenarnya tak yakin, namun rasa penasaran terus saja menyelimutinya.
Ia pun keluar dari mobilnya, melangkahkan kakinya di rumah coklat yang di maksud.
Deana cukup ragu dan gugup saat ia akan mengetuk pintu rumah tersebut.
Hingga akhirnya tepat setelah ketukan ketiga, pintu itu terbuka.
"Selamat datang Deanaku sayang..." ucap Shayne sambil merentangkan tangannya.
Namun Deana dengan wajah gelisah langsung mendorong Shayne kedalam, agar ia cepat masuk kedalam rumah tersebut. Entah kenapa perasaan Deana begitu gelisah dan takut jika ada orang yang melihat dirinya disini.
"Ooo...santailah sayang, kenapa kau gugup seperti itu?"
Deana menghela nafasnya dan menatap mantan kekasihnya itu. "Cepat katakan, apa yang kau tahu tentang kematian Austeen?"
Shayne tertawa. "Jangan terburu-buru, aku yakin kau pasti kelelahan bukan, mengendarai seorang diri untuk sampai disini, duduk dulu, minum dulu" Ucap Shayne sambil mempersilahkan Deana duduk yang dimana disitu sudah disiapkan minuman juga diatas meja.
Shayne benar, setelah menikah dengan Marvin, ia tak pernah berkendara sendiri, kemana-kemana selalu dikawal dan diantar supirnya. Baru kali ini ia berkendara sendiri setelah puluhan tahun.
Deana pun mengikuti apa yang dikatakan Shayne, ia meminum minuman yang sudah disediakan oleh Shayne.
"Bagaimana dengan minumannya?" tanya Shayne
Deana mengubah ekspresinya "Tidak buruk" Jawabnya singkat
Shayne tertawa, "Tidak buruk, tapi kau langsung menghabiskannya satu gelas itu"
Deana menatap malas Shayne, tatapannya pun kini menyapu ruangan milik Shayne.
"Jadi ini rumahmu?"
"Kenapa? Sangat amat jauh dengan Mansionmu yang mewah itu?" Tanya Shayne
Deana menarik nafasnya, kemudian ia beranjak melangkah kakinya dengan pelan, memperhatikan setiap sudut dirumah sederhana tersebut, berserta barang-barang antiknya.
"Tapi aku suka" Ucap singkat Deana
Deana pun berbalik melipatkan tangannya menatap Shayne.
"Jadi cepat katakan apa yang kau tahu tentang kematian Austeen? Kau bilang kau tahu siapa pembunuhnya"
Shayne tersenyum kecut. "Tidak semudah itu Deana"
Deana mengerutkan keningnya, ia langsung berjalan mendekati Shayne.
"Cepat katakan Shayne!"
Shayne memalingkan wajahnya sambil tersenyum saat Deana mendekatinya.
"Apa yang kau akan berikan padaku jika aku memberitahu siapa pembunuhnya?"