"Seberapa jauh seseorang boleh peduli sebelum itu berubah jadi sesuatu yang tidak seharusnya?" El selalu terlihat seperti jawaban. Tenang, rapi, dan seolah tidak pernah salah langkah.
Tapi manusia jarang sesederhana penampilannya.
Di balik sikapnya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
━━━━━━━━━ ✢ ⟡ ✢ ━━━━━━━━━
Prang
Suara itu menggema hingga terdengar sampai kamar laki-laki yang tengah bersiap ini. Ia menoleh sejenak kearah pintu kemudian memilih mengabaikannya. Bukan hal aneh dengan suara seperti barang yang sengaja dipecahkan, pintu dibanting, atau sekedar meja digebrak. Ia itu merasa itu adalah sarapannya.
Ngomong-ngomong, hari ini sahabatnya akan masuk ke sekolah yang sama dengannya. Satu tingkat di bawahnya.
Helaan nafas keluar begitu saja.
Drtt drtt
“Hoi, mau jemput jam berapa lu?”
“Nyusahin banget lu, kenapa nggak berangkat sendiri coba?”
“Sebagai sahabat yang baik, ayolah, El.”kekehan kecil menyambar.
“Iya, gue otw, tunggu.”
Sambungan telfon dimatikan. El menyambar tasnya dan berlalu, mengabaikan orang-orang di meja makan yang tengah memperhatikannya.
━━━━━━━━━ ✢ ⟡ ✢ ━━━━━━━━━
Kelas begitu berantakan. Gadis yang menggenggam erat tali ransel ini mematung sejenak. Meja-meja berserakan di sembarang tempat, kursi yang menumpuk atau sebagian lagi tidak pada tempatnya. Jam menunjukkan pukul tujuh kurang, dan sekolah masih begitu sepi.
Calla mengedarkan pandangan, suara langkah kaki terdengar di lorong kelasnya. Itu Tasya dan Feli, mereka baru saja tiba. Reaksinya tak jauh beda dari Calla.
“What the—”
“Syutt.”
“Astaga, kok bisa kelasnya kayak gini?” Tasya menoleh kearah Calla yang mengedikkan bahu.
Tapi sebentar pandangan mereka teralihkan pada suara motor yang memasuki area sekolah. Dua anak laki-laki di sana turun, tapi salah satunya berlalu cepat.
“KAK!”
Calla menoleh pada Feli.
Itu El.
Laki-laki itu mengangkat padangan, menyingkirkan rambut di bagian depan yang sedikit menutupi penglihatannya. Langkahnya teratur seiring ayunan tangan Feli yang meminta laki-laki itu menghampirinya.