misaligned ~4

182 91 44
                                        

━━━━━━━━━ ✢   ⟡   ✢ ━━━━━━━━━

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

━━━━━━━━━ ✢   ⟡   ✢ ━━━━━━━━━

Calla membuka matanya, ia ketiduran. Seragam sekolah masih melekat di tubuhnya. Tangannya meraih ponsel melihat jam menunjukkan pukul sembilan malam, tapi bukan itu. Banyak panggilan masuk dari nomor ayahnya. Dan nomor tidak dikenal.

1 jam lalu
42 menit lalu

Calla membuka ponselnya, tidak ada chat, hanya panggilan telepon tidak terjawab. “Ayah lembur lagi,” gumamnya, seolah itu sudah menjadi kebiasaan. Ia menyimpulkan seperti itu, sebelum sebuah nomor tidak di kenal mengirimkan chat singkat.

[09:22 pm]
cek

Selang beberapa detik panggilan masuk setelah Calla membaca pesannya. Suara wanita dengan bahasa kaku mulai memenuhi indra pendengarannya.

Selamat malam keluarga bapak Adrian?

“Ini siapa?”

Saya dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan kalau bapak Adrian kecelakaan dan masuk ICU.

━━━━━━━━━ ✢   ⟡   ✢ ━━━━━━━━━


“Pak, bisa cepet dikit?”

“Iya baik.” Bias suara supir terdengar diantara hujan deras yang turun. Calla yang duduk di bangku penumpang masih sibuk menghabiskan tisu yang ia bawa.

Perawat itu bilang Adrian dinyatakan koma.

Koma.

Langkah gadis ini cepat setelah turun dari mobil. Menyusuri lorong-lorong rumah sakit yang ramai, yang ruangan-ruangannya diisi orang penting di hidup mereka. Rasanya dingin, entah karena hujan atau apa. Calla tidak tahu.

Lampu IGD terasa terlalu terang untuk jam saat ini. Calla berdiri di depan meja perawat. Jaket yang gadis ini kenakan masih setengah basah, rambutnya juga sebagian menempel di pipi. Tangannya tertaut, kukunya pucat, buku jarinya terasa dingin, seperti karena hujan atau karena satu kata itu.

Koma.

“Pasien atas n-nama Adrian dirawat di mana sus?” Suara Calla agak bergetar. Tangan yang gadis itu pindah di atas meja juga terasa gemetar dan, dingin.

Perawat itu melihat layar sejenak. “Pasien baru di pindah di ruang 31.”

“Makasih.”

Seusai mengatakan kata penutup Calla berjalan tak berarah. Gadis ini tidak tau dimana ruangan ayahnya, langkahnya hanya terajut menyusuri lorong-lorong dingin dengan bau disinfektan yang menyengat.

Lima belas menit berlalu Calla merasa hanya berputar-putar. Kepalanya kosong, tidak ada yang gadis ini pikirkan.

“Mb—”

MISALIGNED Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang