misaligned ~19

126 56 60
                                        

━━━━━━━━━ ✢   ⟡   ✢ ━━━━━━━━━

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

━━━━━━━━━ ✢   ⟡   ✢ ━━━━━━━━━


“Bi Mila?” Gadis berjepit rambut yang tengah menuruni tangga ini berhenti sejenak. Netranya berkeliling. “Bi Mila.”

Calla merajut langkahnya menuju halaman belakang. Sebentar kemudian ia sudah ada di dapur tapi tetap tidak menemukan wanita yang dicarinya.

“Bi—”

“Kal.”

Calla menoleh ketika ada orang yang menyerukan namanya. Ia mengernyit sejenak. “Man?” Orang itu mengangguk kemudian sedikit mundur ketika Calla berdiri menghadapnya. “Kok disini?”

“Gantiin Abah, nggak enak juga kalau lo jadi berangkat sendiri-sendiri terus padahal punya supir,” ujarnya. Ia adalah anak dari Handi—supir di rumah Calla. Pria itu mengalami kecelakaan bersama Adrian kapan malam lalu.

“Ya nggak apa, lagian Abah kamu sakit, aku juga masih bisa naik taxi atau bus,” Calla membalas membuat Manan—laki-laki di depan Calla tersenyum simpul.

“Ibu yang nyuruh.” Telapak tangan Manan saling menggosok satu sama lain. “Oh iya, bibi Mila bilang hari ini nggak kerja dulu, saudaranya ada yang sakit—” Calla mengangguk. “Kemarin katanya mau bilang lo tapi lo belum pulang.”

“Ah yaudah. Makasi ya, Man.”

“Eh—” Calla yang hendak naik kembali berbalik. “Gue anterin.” Gadis ini mengangguk kemudian melanjutkan langkahnya menaiki tangga.

Ia meraih tasnya, pandangannya mengarah pada jendela besar yang gordennya belum benar-benar terbuka. Kakinya melangkah, dengan gerakan pelan Calla membuka gorden itu membuat bagian samping rumahnya terekspos mata.

Ia jadi ingat ketika El datang dengan motornya hanya untuk memastikan—atau kebetulan? Calla tidak tahu.

Lo cantik kalau lagi ketawa, Kal—”

Hah?

“Besok tanggal empat April,” El menyahut. Tangan kirinya sempat terangkat tapi kemudian kembali turun. Salah satunya menggaruk tengkuk, seperti gerakan canggung yang sering Calla lihat di film-film. “April mop.”

Apasi freak, nggak jelas.

El tersenyum tapi netranya sempat berotasi, seperti sedang bersumpah serapah.

Calla menggelengkan kepalanya merasa aneh ketika ia memutar kejadian kemarin. Tapi sedetik kemudian senyumnya terbit juga. Gadis ini cepat-cepat turun dari kamarnya.

MISALIGNED Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang