Berikan Aku Pesan

13 6 0
                                        

"Siapa Anggi."gumam Keisya mulai memperlihatkan embun di matanya

"Cucu nenek kenapa sayang?"

"Kafka baik baik aja kan nek?"cicit Keisya masih dengan mata berkaca kaca

"Baik,Keisya tau sendiri gimana Kafka.
Yakin sama dia aja mungkin emng benar Kafka tiba tiba punya masalah mendadak udah ihh kok malah mau nangis nggak enak sama tamu"ujar Mia mengelus pipi sang cucu

"Di potong dulu gih kuenya nak,nanti ibu yang teelfon Kafka dan tanya ada apa"ujar Viona ikut berdiri di samping putrinya berusaha menyemangati

Dengan pelan Keisya mulai memotong kuenya dan kembali mendapatkan tepuk tangan yang meriah tepat pada saat itu Keisya menintikkan Air matanya

"Tutuhhh anak ayah kok nangis sihh sini sayang"peluk Rion pada putrinya

"Panjang umur yah nak semoga kedepannya makin bahagia"bisik Rion di telinga sang putri

"Hmm,"angguk Keisya mulai sesegukan

Selain merasa bahagia sebab ia di perlakukan dengan sangat baik hingga saat ini ia juga merasa sangat khawatir akan apa yang sebenarnya terjadi pada Kafka yang tiba tiba pergi tanpa alasan

Acara kembali di lanjutkan dengan Pesta dansa,Dinner,dan masih banyak lagi di sisi lain tampak Keisya terus kefikiran soal Kafka

Seluruh teman kelas Keisya terus menyemangati gadis itu agar bahagia di hari spesial tersebut namun sia sia sebab hari terbaik Keisya jatuh pada saat ia berada di dekat Kafka

Keesokan harinya

Keisya membuka matanya perlahan gadis itu belum benar benar terbangun ia menatap satu titik yaitu ratusan bahkan ribuan tumpukan Kado ulang tahun dari banyak nya orang yang hadir malam tadi

Tatapannya berpindah pada dua kotak yang memiliki motif yang sama itu adalah kado pemberian Kafka hanya saja tidak langsung dari orangnya namun melalui perantara dari Galen sebab Kafka belum sempat memberikan Kado sebelum pergi dari sana malam itu

Tiba tiba bibir Keisya bergetar matanya berkaca kaca gadis itu mulai menangis dengan suara yang pelan

"Entah kenapa sesakit itu hikss,"tangis gadis itu memeluk tubuhnya menggunakan selimut yang begitu tebal

Keisya mengusap wajahnya pelan lalu meraih ponselnya yang ada di atas Nakas Keisya masih dalam keadaan berbaring sulit untuk Keisya bergerak sebab tubuhnya terasa begitu pegal di karnakan terlalu lama berdiri saat acara tadi malam

Ia tidak mendapati satupun pesan dari Kafka bahkan pesan yang di kirim oleh Keisya juga sama sekali belum di baca itu membuat Keisya semakin merasa sakit

"Apa yang terjadi ehhehh hiksss,jika kamu menjelaskan apa yang terjadi mungkin itu tidak akan membuat ku sesakit ini hiksss ehhehh ibuukhh hikss Keisya benci Kafka hiksss"tangis gadis itu sesegukan dan terus memeluk tubuhnya erat

"Kak Cleo nggak hadir malam tadi sebab dia sedang melakukan Perjalanan bulan madu bersama kak Hazel tapi setidaknya kamu ada di sini malam ini untuk mengurangi rasa sedihku sebab kak Cleo tidak bisa hadir tapii hikss apa yang kamu lakukan hikss kamu bahkan pergi tanpa alasan hiksss ehhehhh hikss"

"Kenapa bukan kamu yang memberikan hadiah itu kenapa harus lewat perantara dari galen hikss aku tidak suka kamu melakukan itu hikss"

"Ulang tahun yang seharusnya menjadi ulang tahun terindah malah menjadi ulang tahun terburuk untukku hikss"

Gadis itu terus menerus menangis tanpa membiarkan cela untuķ dirinya berhenti untung saja hari ini ia mengambil cuti untuk tidak ķesekolah sebab begitu sangat lelah setelah acara semalam jadi tidak peduli nanti matanya akan sebengkak apa setelah menangis cukup lama

Pagi menjelang siang masih berada di dalam kamar gadis manis bernama Keisya gadis itu sudah membersihkan diri dan melanjutkan kegiatannya untuk merenung dan berfikir seorang diri kenapa kekasihnya Kafka melakukan hal tersebut

Keisya memeluk kedua lututnya menatap kosong kedepan fikirannya benar benar kacau

Ting

Suara dentingan ponsel membuat Keisya menoleh dan menyambar ponselnya pesan yang ia tunggu tunggu sama sekali tidak muncul hanya saja seseorang memberikan pesan untuk gadis itu

Heii,selamat pagi.Bagaimana kabarmu setelah perjamuan besar semalam?aku berharap kamu baik baik saja.adelio

Orang selemah aku ngga mungkin bakalan baik baik aja setelah melalui malam yang benar benar kacau di luar dugaan itu.Keisya

Ohh iyya soal itu aku juga benar benar sangat terkejut akan apa yang di lakukan Kafka tapi yakinlah dia pasti melakukan itu sebab suatu alasan.Adelio

Alasannya sebab seorang gadis.Keisya

!!jangan berfikir seperti itu kei,kamu tau kafka.Betapa dia sangat mencintai kamu dan kenapa kamu berfikir seperti itu tentangnya?.Adelio

Biarkan aku sendiri.Keisya

Baik.Adelio

Gadis itu membuang ponselnya kesembarangan arah entah kenapa ia begitu sesak dan kembali menintikkan air mata

"Aku berharap ini tidak akan membuatku sakit di masa depan"gumam Keisya mengusap air matanya pelan

Malam hari kemudian

Keisya keluar dari kamarnya berjalan ke bawah mendapati Viona Mia dan beberapa pembantu lainnya sibuk di dapur sementara Rion dan Virgoun sudah duduk di kursi untuk mengikuti makan malam

"Padahal tadi ibu kamu mau ke kamar buat ngebujuk Keisya ehh udah datang aja"ujar Virgoun tersenyum melihat cucunya akhirnya turun juga setelah mengurung diri di dalam kamar sedari tadi pagi

"Kalian semua jahat masa dari tadi nggak ada yang mau cariin Keisya atau kalian udah nggak sayang lagi gitu sama Keisya?"tanya gadis itu dengan wajah cemberut

"Semua nya masih sayaaaang bangat sama Keisya cuman ayah yang bilang kasi waktu Keisya buat cerna semuanya"ujar Viona mulai menyusun beberapa menu di meja makan

"Iyyah ayah kamu yang bilang gitu jadi jangan ngiranya kami udah nggak sayang dong"protes Mia

"Udah enakan nak?"tanya Rion pada putrinya

"Hmm,udah lebih baik"senyum Keisya
Mulai duduk ke tempatnya seperti biasa

"Kalau udah enakan sekarang Keisya makan yahh dari tadi siang nggak makan.Ibu mau naik buat kasi makan Ibu Laila"ujar Viona membawa beberapa menu makanan memasuki lift

"Iyya bu,"ujar Keisya dan mulai menyuapkan makanan kedalam mulutnya

"Besok sekolahkan?"tanya Virgoun

"Sekolah kek,cuman yang ngejemput bukan Kafka"balas Keisya terus mengunyah makanannya

"Lah trus siapa kalau bukan Kafka emang dia kemana sampai sekarang belum kasi kabar?"tanya Rion bingung

"Nanti di jemput sama Adelio teman kelas nya Keisya trus kalau masalah Kafka Keisya juga belum dapat kabar sampai sekarang"balas Keisya dengan suara pelan

"Ya udahh nggak papa jangan di fikirkan.Mungkin Kafka emng punya masalah penting makanya tiba tiba pergi"

"Katakan apa yang terjadi,kumohon jangan biarkan aku seperti ini segra beri aku pesan"gumam Keisya kembali merasa sedih

Keesokan Harinya..

NEXT>>>

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 16, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ANAK HARAM🚫Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang