Seulgi mengernyitkan dahinya, berusaha mencerna karena sejujurnya bingung bagaimana Joy bisa tau tentang Si cantik itu.
"Kamu tau Si cantik?" tanya Seulgi masih tak percaya.
"Jadi bener kamu mikirin dia?!" Joya malah bertanya kembali.
"Oke aku jujur, aku emang mikirin dia. Serius gimana kamu bisa tau tentang Si cantik?"
"Sebenarnya waktu kamu tanya tentang Si cantik tempo hari, aku mau cerita sesuatu tapi aku urungkan niatku kak"
"Kenapa Joya?"
Joy terlihat lebih mendekat ke arah Seulgi, sebelum perkataannya ia ucap kembali.
"Sebelumnya maaf aku tau dari Kak Wendy tentang apa yang terjadi sama Kak Gi belakangan hari ini, jangan marah sama Kak Wendy ya gara-gara nyeritain masalah kamu ke aku. Jadi waktu kamu bertanya tentang Si cantik aku jujur kaget, aku pernah denger tentang dia dari bekas penghuni kos disini —"
"Waktu itu aku pura-pura gatau karena ya gamau bahas lebih lanjut yang berujung kamu jadi takut kak, tapi setelah Kak Wendy cerita sama aku apa yang kamu alamin. aku jadi mikir apa ini ada sangkut-pautnya sama Si cantik yang pada akhirnya bikin kamu penasaran"
"Benar itu Joy, dia Si cantik itu yang bikin aku lebih penasaran. Mungkin aku bisa gak mikirin tentang orang misterius di rumah itu, tapi nyatanya aku gak bisa menghindar dari Si cantik yang pernah aku lihat"
Joya mengangguk paham.
"Aku mau buat pengakuan, kalau aku juga pernah penasaran dengan Si cantik yang kamu maksud. Sebelum kamu kesini ada penghuni kos yang bisa terbilang cukup baru, dan aku langsung dekat banget sama dia. tapi beberapa bulan setelahnya dia mutusin buat pindah karena kebiasaannya yang selalu jemur pakaian malam hari katanya buat dia nemuin sosok aneh yang katanya cantik. Dia emang cerita kalau sosok yang dia lihat selalu persis memandang kearahnya dari sebrang rooftop which is rumah kosong itu kan"
Seulgi mengangguk antusias, pengalaman itu sama persis dengan ia dapati.
"Dia gak pernah diganggu cuma karena dia anaknya parnoan dan katanya tiap dia ke rooftop malam selalu melihat Si cantik disana, akhirnya dia mutusin buat pindah dari sini. Lucunya aku pernah mau memvalidasi ceritanya dia, tapi sayangnya aku gak pernah seberani itu, dari awal aku tinggal disini aku emang gak pernah mau ke rooftop malam hari jadinya aku gak pernah bisa memberi jawaban tentang Si cantik sampai akhirnya kamu yang bertanya"
"Jadi kamu gak pernah nyoba buat nyari tau Si cantik?" penasaran Seulgi yang langsung dibuahi gelengan kepala dari Joy.
"Kayak yang aku bilang aku gak seberani itu, dan selagi dia gak ganggu ya aku gak mau tau. Cuma mendengar dari cerita Wendy tentang kamu kak, aku jadi ikut penasaran mungkin aja memang benar ada sangkut pautnya kan"
Seulgi mengangguk setuju.
"Itu yang buat aku gak bisa berhenti mikirin, aku penasaran sama Si cantik itu karena aku mau tau dia itu siapa. Aku rasa dia itu nyata Joy, maksudnya dia manusia"
"Kamu yakin kak? Bukan hantu?" tanya Joy.
"Yakin tapi masih belum 100%, hanya saja kalau dia bukan hantu kenapa bisa ada manusia di dalam rumah kosong itu. Kenapa dia selalu ada disana maksudnya itu seperti loteng, dan jujur hanya ruangan itu yang memiliki cahaya dimalam hari"
"Kalau kamu bilang kayak gitu aku juga jadi penasaran kak, atau gini aja kamu mau gak ketemu sama penghuni kos yang pernah lihat Si cantik? siapa tau dia punya sesuatu yang bisa jawab rasa penasaran kamu. Kebetulan aku masih kontakan kok sama dia"
Mendengar saran dari Joy membuat senyuman Seulgi mengembang ditengah kedua pipinya yang berisi.
"Mau.. mau banget Joy, tolong dong aku mau ketemu sama dia" antusias Seulgi.
KAMU SEDANG MEMBACA
IRENE | Seulrene
Fan-Fiction"Kalau bukan karena rasa penasaran gue yang tinggi, mungkin sampai kapanpun rahasia rumah besar itu nggak akan terbongkar" - Seulgi. ..... Fanfict lokal seulgi - irene • gxg • homophobic dni!
