Mereka telah tiba ke destinasi kedua untuk hari ini, tepatnya pada salah satu mall yang ada dipusat kota. Alasan Seulgi mengajak Irene kesini sebenarnya untuk berbelanja pakaian yang cocok untuk dikenakan Irene, mengingat sehari-hari Irene selalu menggunakan pakaian Seulgi yang jelas size-nya berbeda dengan Irene yang mungil maka tempat ini adalah tujuan yang tepat.
Irene sendiri tetap betah menikmati tangannya yang setia digenggam oleh Seulgi, mengikuti sang gadis yang kini mengarahkan mereka menuju store pakaian disana.
Seulgi melipir lebih dulu sebagai penunjuk jalan menuju rak pakaian yang comfy untuk dikenakan daily.
"Nah ini cocok nih, size kamu semua kecil hehehe" sedikit tawa terselip pada perkataan Seulgi, membuat Irene yang sudah bisa merajuk menunjukkan ekspresinya.
"Irene tidak kecil!" balas Irene tidak terima.
"Masa sih, coba liat? orang kecil gini" ejek Seulgi.
Masih tidak terima Irene mempoutkan bibirnya dengan mata yang memicing jelas kearah Seulgi.
"Padahal emang kecil gini, terima aja jangan cemberut — " Seulgi melepas genggamannya, berganti merangkul Irene mencegah merajuknya lebih parah.
"Gapapa, kecil gini juga pas buat dipeluk" lanjut Seulgi.
Mendengar itu Irene mendadak tersipu, sedikit menunduk mencoba menyembunyikan pipinya yang ia tau pasti akan merona.
"Ini coba kamu pilih mau yang mana Cantik" perintah Seulgi, tangannya jua berusaha memilah baju yang cocok sembari sebelah tangannya tetap singgah merangkul Irene.
"Seulgi pilih yang bagus untuk Irene" sahut Irene, dia bingung makanya mencoba menyerahkannya pada Seulgi.
"Semua kalau yang pake kamu bakalan bagus, soalnya kamu cantik" Seulgi tersenyum sambil mengerlingkan mata sipitnya kearah Irene.
Lagi-lagi bualan manis Seulgi menggoyahkan pertahanan Irene.
"Seulgi jangan goda Irene" wanita cantik itu protes, sedangkan disebrang ia Seulgi tertawa senang.
"Kamu lucu sih, aku gak tahan buat godain" jawab Seulgi, mencuri kesempatan mencubit gemas pipi Irene.
Irene mempoutkan bibirnya lagi, seringkali dirinya kerap menjadi korban kejahilan Seulgi yang meski begitu ia jua menikmatinya.
"Ayo cepat pilih supaya kita bisa makan es krim"
Mendengar kata 'es krim' yang menjadi keinginannya tersebut, senyum sumringah Irene terlontar. Wanita itu kini semangat mengambil beberapa baju yang ia pilih supaya lebih cepat selesai.
Disamping itu Seulgi setia menjadi tempat dimana Irene menaruh baju-baju yang dipilih sendiri olehnya. Menikmati pemandangan yang dia sendiri tidak pernah bayangkan bahwa wanita yang dulunya terlihat sangat sakit dapat tersenyum senang dihadapannya.
"Seulgi, Irene mau kesana" tunjuk Irene pada section lain, memulai langkahnya lebih dulu.
Seulgi hanya bisa mengikuti kemana wanita cantik itu menuju sambil tak percaya pada sebuah perubahan besar tatkala si wanita tegap berjalan seolah fisiknya tak pernah merasa sakit.
Seulgi benar-benar bangga sekali, tidak sia-sia semua usaha ia yang hanya bermodal keberanian semata. Membawa hasil baik yang dia sendiri juga tidak pernah menduga.
.
.
.
Memandang Irene yang tengah menikmati es krim miliknya di salah satu kedai disana, membuat Seulgi lagi-lagi tidak dapat menyembunyikan senyumnya.
Usai berbelanja kebutuhan Irene, Seulgi lekas mewujudkan janjinya pada Si Cantik yang ingin segera mendapatkan es krim sebagai imbalan setelah berjuang menghadapi sang dokter dipertemuan pertama mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
IRENE | Seulrene
Fanfiction"Kalau bukan karena rasa penasaran gue yang tinggi, mungkin sampai kapanpun rahasia rumah besar itu nggak akan terbongkar" - Seulgi. ..... Fanfict lokal seulgi - irene • gxg • homophobic dni!
