38. Membuka Lembar

733 120 26
                                        

Keseriusan Seulgi bila berkata bahwa akan menjalani kehidupan baru bersama Irene adalah sesuatu yang saat ini tengah ia lakukan. Dimulai dengan kepindahan mereka menempati hunian baru seakan membuka lembar harap tercipta.

Seulgi menjalani kehidupan bersama Irene, kali ini lebih leluasa sebab hunian baru mereka sedikit lebih luas karena seulgi tidak lagi menyewa kamar kos kecil untuk dirinya.

Walau begitu mereka masih berbagi kamar yang sama, Irene tidak mau punya kamar sendiri. Terbiasa bersama Seulgi membuatnya takut apabila harus menghadapi malam sunyi tanpa Seulgi, seperti sekarang kala malam menjelang.

Irene sudah siap dengan piyama kelinci dipakainya, tengah menunggu Seulgi selesai bersiap untuk kemudian mereka tidur bersama. Banyak waktu yang mulai mereka buat, membuat Irene kini memiliki lebih dari satu ekspresi. Wanita yang semula hanya memberi tatapan kosong dan raut wajah nan datar, dapat memberi ekspresi tergantung bagaimana kondisi moodnya saat itu.

"Seulgi! sudah belum?" tanya Irene, wajahnya agak ditekuk menunggu Seulgi tak kunjung selesai dengan agendanya.

"Sebentar ya cantik, ini sebentar lagi selesai" jawab Seulgi.

Gadis bermata monolid sebenarnya sudah bersiap tidur, namun sebelum itu ia harus bergelut dengan suatu hal dimana itu berurusan dengan Si Cantiknya yaitu membuat coklat hangat.

"Ini minum dulu biar kamu tidurnya nyenyak" Seulgi menyodorkan gelas berisikan coklat hangat yang langsung disambut oleh Irene.

"Terimakasih Seulgi, tapi kamu lama" belum usai ternyata mood tidak baiknya pasal menunggu Seulgi.

Seulgi sendiri hanya bisa tersenyum dengan mata sipitnya, sambil merebahkan tubuh lelah gadis itu mengambil posisi biasa berada dipinggir ranjang supaya Irene tidak terjatuh.

"Seulgi, terimakasih" senyum kecil teruntai disela wanita ini menenguk coklat hangat miliknya.

"Lagi? untuk apa?" Seulgi bingung, meski sudah banyak dijelaskan tetapi masih saja sulit bagi Seulgi menerima kata terimakasih dari Irene.

"Semuanya" jawab Wanita cantik penuh semangat.

Semangat itu membara jelas, Irene benar tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia ia. Pertemuan dengan Seulgi membawanya bisa ada dijalan hidup seperti ini.

"Aku hanya melakukan apa yang sudah seharusnya, berapa kali aku bilang bahwa kamu sangat layak diperlukan dengan baik"

"Tapi hanya Seulgi .. " si Cantik sedikit murung.

"Tidak apa-apa meski selanjutnya hanya aku, maka kamu tidak perlu khawatir. Sesuai janji kita, kali ini kita melangkah bersama memulai semuanya"

Senyum kemudian terukir dikeduanya, perkataan manis yang selalu tersemat bukan hanya sekedar kalimat saja. Melainkan berupa harap dan keyakinan yang memang akan dijalani keduanya.

Seulgi akan berusaha apapun itu untuk Si Cantik yang bersamanya, dan disisi lain bagi Irene pula Seulgi merupakan jawaban dari segala bentuk keputus-asaan yang pernah dilalui kala itu.

grep!

Gerakan bermula dari sebuah lengan yang merengkuh pinggang kecil milik sang wanita.

Suatu kebiasaan yang akhir-akhir ini sulit dikendalikan, Seulgi dengan sadar akan memeluk Si Cantik dipanggilnya dan apabila sudah seperti ini maka Irene akan mengambil posisi terpatri miliknya. Mulai merebahkan diri, sejenak melepas rengkuhan yang kemudian akan ia jadikan sebuah pijakan kepalanya untuk terlelap.

"Cantik .. "

"Seulgi!! tidurr"

"Sebentar, sebelum tidur. Kamu beneran cantik sekali"

IRENE | SeulreneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang