30. Pasca Kejadian

844 145 17
                                        

Wendy akhirnya kembali setelah pergi bersama rombongan bapak-bapak menuju kantor polisi terdekat, dan kini ia telah bersama Joy masih menunggu Seulgi yang tengah tertidur diranjang klinik karena disuruh oleh Joy untuk beristirahat.

"Kamu tuh harusnya cegah dia Kak Wen, bukan malah bantu dia begini" gerutu Joy masih kesal dengan apa yang terjadi.

"Gimana aku mau cegah sih Joy, belum juga dicegah anaknya udah inisiatif sendiri. Ujung-ujungnya juga aku berusaha nyelametin dia dari semua hal yang dia perbuat ini"

"Dia sampe segininya, bahkan tadi dia bilang sama aku kalau gak takut semisal pelaku itu bawa senjata yang bisa melukai dia lebih parah. Udah gila kayaknya"

Wendy hanya bisa mengulas senyum, ini baru segelintir hal "gilanya" Seulgi yang gadis jangkung itu tau.

Seulgi bahkan sudah berkali-kali melakukan hal gila.

"Jadi gimana pelaku tadi?" tanya Joy.

"Ya masih diproses, Pak Surya nyuruh aku pulang aja buat nemenin Seulgi juga"

"Lalu kamu nggak mau cerita tentang semua yang udah terjadi?"

"Aku bingung harus mulai darimana"

"Gimana kalau dimulai dari Si Cantik?" utas Joy.

Wendy mendelik kaget, apa Joy selama ini tau mengenai Si Cantik yang dirinya dan Seulgi sembunyikan?

"Kamu tau tentang Si Cantik?" tanya Wendy tak percaya.

"Sedikit, sedikit banget Kak. Apa yang aku tau bahkan gak bisa buat mengulik apa yang terjadi sekarang, jadi gimana kak jawaban kamu? apa Si Cantik itu nyata?"

Wendy menghembuskan nafasnya perlahan, mungkin memang sudah saatnya untuk Joy juga tau mengingat sekarang gadis itu ada disini bersama ia dan tanpa sadar juga terlibat dalam masalah ini.

"Oke aku akan cerita semua, mengenai Si Cantik dia itu nyata Joy dan namanya adalah Irene. Wanita itu ada di kamar Seulgi sekarang, teman gila kamu adalah orang yang berhasil menyelamatkan nyawanya dan mengungkap semua yang telah menimpa Irene"

"Ini kamu nggak lagi bercanda kan Kak?" Joy masih belum percaya.

"Kamu kira aku masih bisa bercanda disaat kayak gini? Aku sama sekali nggak bercanda, Irene itu berasal dari rumah kosong dibelakang kos kita. Selama ini dia disekap disana oleh pelaku yang tadi Seulgi pukuli —"

"Seulgi menemui dia secara nggak sengaja, dan wanita itu bisa dibilang tidak se-sehat kita Joy. Mungkin karena trauma yang sangat berat menjadi pemicu kenapa dia menjadi seperti itu. Sangat lemah jelas butuh dilindungi"

"Tapi bagaimana bisa Kak Seulgi menemui gadis itu kak? ah aku tau pasti berawal dari rooftop bukan?"

Wendy mengangguk membenarkan.

"Iya berawal dari sana, malam itu Seulgi nggak sengaja lihat ada sedan merah terparkir di depan rumah kosong. Anak itu penasaran apakah orang itu adalah pemilik rumah yang selama ini kita nggak tau wujudnya kayak gimana, jadi dia mutusin buat naik ke rooftop maksudnya biar dia sendiri bisa liat dengan jelas —"

"Tapi tanpa disangka keputusan Seulgi buat naik ke rooftop malah membawa dia untuk pertama kali melihat Irene, waktu itu Seulgi lari karena dia pikir Irene itu setan. Cuma namanya anak bandel makin lama dia makin penasaran dan bersikeras mau mastiin apa benar Irene itu setan atau bukan"

"Dari keputusan itu justru membawa dia ke masalah ini, yang tadinya cuma penasaran Irene setan atau bukan. malah jadi terungkap kalau Irene adalah manusia. Gongnya ya Seulgi malah jadi penasaran kenapa ada manusia seperti Irene di rumah yang kita tau selama ini kosong sendirian"

IRENE | SeulreneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang