11. Keputusan

799 117 16
                                        

Kepulangan Seulgi setelah bertemu dengan Yeri si penghuni kos yang pernah bertemu dengan Si cantik membawa sebuah keputusan yang telah membulatkan tekadnya.

Seulgi telah memutuskan bahwa untuk saat ini ia harus memastikan apa benar Si cantik itu adalah manusia atau bukan, sebab berbekal semua cerita dari sang narasumber alias Yeri membuatnya yakin kala sesungguhnya Si cantik itu masih manusia.

Pikirnya membawa sebuah kesimpulan jika ingin mengetahui apa yang terjadi dengan rumah kosong itu maka harus dipastikan terlebih dahulu siapa gerangan Si cantik gaun putih dibalik jendela dengan temaram lampu menyinari.

Apabila benar adanya jika Si cantik manusia, besar kemungkinan dia berhubungan dengan pria misterius si pengendara sedan merah seri lama objek utama dari bentuk semua kecurigaan Seulgi berasal.

Dan cara untuk mengetahui semua itu adalah Seulgi harus kembali, menutup telinganya dari larangan Wendy agar semua segera terungkap. Seperti sekarang ia kembali naik ke rooftop.

Malam ini bisa dibilang masih terlalu sore, keputusannya telah bulat berada di rooftop supaya melihat Si Cantik namun ketika ia sampai di atas sedikit berbeda dari biasanya Si cantik tidak nampak wujudnya.

Teleskop bahkan belum ia pasang seperti biasa tapi naas Si Cantik sudah tidak ada, mungkin saja memang benar semua jalan pikirnya. Janggal dan aneh yang terjadi saat melihat Si cantik berartikan ada hal lain dibalik semua itu.

.
.
.

Dengan perasaan gusar Seulgi masih menunggu Si cantik yang tidak kunjung muncul padahal hari sudah berangsur malam, ia heran padahal setiap kedatangan Seulgi kesini Si cantik pasti sudah ada disana dibalik jendela yang kini tidak memperlihatkan apa-apa.

"Kemana dia? kenapa belum muncul juga?" Risau Seulgi.

Jujur ia sedikit khawatir entah kenapa pula ia harus merasakan hal itu tapi pikirnya mendadak mengingat perkataan Yeri dimana gadis itu melihat Si cantik seperti ditarik oleh seseorang.

"Kalau benar dia manusia, berarti pria misterius itu berhubungan langsung dengannya"

Tanpa pikir panjang Seulgi langsung berlari ke-bawah, meninggalkan teleskopnya yang masih berada di atas.

Ia kembali memikirkan suatu kemungkinan mengapa Si cantik bisa tidak muncul malam ini, dan kini ia sudah berada di kamarnya tepat melihat dari balik jendela miliknya.

"Mobil itu ada!!"

Apa yang dipikirkan oleh Seulgi betul kejadian. Saat di atas Seulgi memikirkan bahwa mungkin tidak kunjung munculnya Si cantik pasti karena pria misterius mungkin saja sedang berada di rumah itu, maka tanpa pikir panjang ia berlari dengan cepat untuk membuktikan buah pemikirannya dan benar saja.

Satu pemikiran dari seulgi terbukti benar adanya.

Mobil sedan itu terparkir disana yang berarti sekarang rumah besar itu berisikan manusia didalamnya.

"Satu hal udah bisa gue buktiin, selanjutnya apa? gimana?"

Sebenarnya Seulgi juga bingung, sudah sejauh ini harus bagaimana lagi ia membuktikan. Apa mungkin Seulgi harus kembali mencoba memasuki rumah besar itu untuk mencari tau?

"Gak ada salahnya juga kan nyoba?? mumpung di rumah itu lagi ada orangnya gue punya celah buat masuk"

Ia berpikir jika sepemilik mobil itu tidak ada disana maka akan sulit baginya untuk memasuki rumah tersebut mengingat tidak banyaknya celah yang tersedia untuk dapat masuk kesana.

"Okay, gue harus coba!!"

Sudah kepalang tanggung

Tingkat penasaran Seulgi sudah melampaui batasnya, ini harusnya salah tapi adrenalin dalam dirinya tidak berpikir demikian.

Dengan segera ia pun melanjutkan geraknya, semoga keberuntungan menyelimuti dirinya.

.
.
.

Kali ini ia ingin berterimakasih daripada mengumpat seperti sebelumnya yang biasa ia lakukan mengenai gelapnya lingkungan sekitar tempatnya ini tinggal ketika malam datang, keadaan gelap ini justru menguntungkan dirinya untuk dapat menyelinap menuju rumah besar dibelakang bangunan kosnya.

Ia merasa aman, kondisi jelas terkendali. Dari luar ia bisa melihat bahwasanya tidak ada pergerakan berarti dari dalam. Artinya sebuah keuntungan lagi bagi Seulgi.

Langkahnya ia mulai lagi, berusaha makin mendekati rumah tersebut persis ketika ia selesai melakukan lari paginya kala itu.

Pagar besar tidak terkunci, semua keadaan gelap gulita kalau boleh jujur Seulgi merinding.

Yakali engga ..

Tapi rasa takutnya meluap entah kemana, ia malah berani masuk lebih dalam menuju pintu utama yang ia yakini satu-satunya jalan untuk dapat memasuki bangunan tersebut.

Segera tanpa mau berpikir panjang Seulgi mendorong pegangan pintu perlahan, lagi .. ia mendapati keadaan gelap tanpa adanya penerangan.

Dari luar sebenarnya ia sudah duga bahwa apa yang akan ia dapati justru tidak adanya sinar menyoroti dirinya, takut seketika menyelimuti. pikirnya ini bisa jadi petaka juga bagaimana jika nanti ia ketahuan karena belum tau rupa bentuk dari rumah di dalam sehingga menyebabkan dirinya tertangkap basah.

Tapi mau dikata apa, sudah sampai di dalam putar balik berarti dia kalah.

Pintu tertutup melambat, sengaja bagi Seulgi untuk meminimalisir adanya suara terdengar. Tak lupa ia menoleh ke arah sekitar, benar-benar gelap hanya saja Seulgi masih bisa melihat tata benda yang ada disana.

Disuguhi pemandangan khas ruang tamu, dulunya sudah pasti disinilah tempat seseorang datang berkunjung dan diterima dengan baik oleh keluarga si pemilik rumah ini.

"Template rumah pada umumnya, setelah pintu utama pasti ruang tamu" monolognya.

Seulgi sedikit melirik ke kanan dan ke kiri, jantungnya berdegup sangat kencang. Mendadak perasaan takut ketahuan datang lagi.

"Ya Tuhan ini kalau apes maafin aku ya, mana masih muda kayaknya bisa mati konyol"

Keringatnya sudah bercucuran, namun disela-sela ia merasa takut jalan pikirnya kembali membawa langkahnya untuk melipir mencari sudut ruang yang sekiranya tidak terlalu menonjol karena sejujurnya berdiri didepan pintu masuk sudah pasti kesalahan besar bukan?

Mata Seulgi tertuju kepada satu pintu letaknya tepat dibawah tangga. gadis ini mencoba mendekat sambil mengendap-endap sekaligus tetap berjaga agar dirinya aman.

Kala sudah dekat pintunya berhasil diraih Seulgi, beruntung untuknya pintu itu tidak terkunci. Lantas Seulgi sedikit mengintip, memastikan agar tempat itu aman supaya sementara waktu ia bisa berdiam diri disitu sampai ketika fajar tiba.

Seulgi yakin ketika waktu sudah siang maka pemilik mobil sedan merah itu pasti sudah bergegas, dan disaat itulah waktu yang tepat untuk Seulgi mencari tau apa yang sebenarnya terjadi di rumah ini dan siapakah Si cantik bergaun putih yang berhasil mengambil alih semua atensinya itu.

(Semuanya gue ngumpet dulu - seulgi )

.
.
.
.
.
.

To be continue ...

guys doain seulgi yaa semoga selamat yaaa 😭😭

selamat membaca semuaaa 🩷

selamat membaca semuaaa 🩷

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.






IRENE | SeulreneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang