Setelah beberapa waktu Seulgi akhirnya muncul kembali di depan kamar kosnya dengan keadaan yang lebih baik dari sebelumnya.
Wajahnya lebih fresh dengan tangannya berhasil menenteng tiga kresek berisikan 2 porsi bakso untuk dia dan Wendy, satunya lagi berisi satu porsi bubur untuk dimakan Si cantik nantinya.
"Lah kapan keluarnya lo tiba-tiba udah nenteng makanan aja" ucap Wendy yang melihat temannya berusaha mendekat.
"Tadi pas mau mandi gue WA Mas Bowo buat bawain ini, ada buat lo nih. Belum sarapan kan lo?"
Seulgi mengulurkan satu kresek yang langsung disahut cepat oleh Wendy.
"Belum, thanks baksonya gue laper"
"Yeh apalagi gue dari semalem udah nahan laper"
"Salah lo sendiri nekad!"
"Kalau gue gak nekad gak bakal ada dia disini, btw lo beneran gak masuk jagain dia?"
Wendy menggelengkan kepalanya.
"Gak berani gue, takut mendadak berubah wujud"
"Dih dibilangin kaga percaya banget, manusia itu"
"Manusia apaan bisa ada di rumah yang selama ini kita tau kalau itu kosong"
"Nah!! Itulah kenapa Wen, kenapa bisa gue senekad itu karena lo liat sendiri kan dengan keadaan dia yang kayak gitu bisa ada di rumah kosong entah sejak kapan. Apa lo gak penasaran?"
Masuk akal,
Jika ditanya demikian maka jawaban yang bisa Wendy beri adalah dia juga ikut penasaran.
"Ya penasaran, tapi apa lo gak takut kalau semisal dia jahat? bisa aja kan dia lagi acting di dalam sana"
Seulgi menampik cepat, "Gue liat gimana keadaan dia saat pertama gue temuin di rumah itu, mengira dia jahat itu bisa aja terjadi tapi kalau buat sekarang gue yakin dia lebih gak berdaya bahkan buat jawab semua pertanyaan yang gue lontarkan aja dia gak mampu"
"Lo bilang dia sakit kan?"
"Lebih tepatnya gue rasa ada yang menyakiti dia"
"Pria misterius itu??" tanya Wendy.
"Siapa lagi satu-satunya orang yang gue lihat dapat masuk ke rumah kosong ya cuma pria itu"
"Jangan lupa ya orang keduanya itu lo"
"Nah, ya itu kan modal nekad aja"
"Gila kata gue sih, nyawa lo taruhannya"
"Sekarang juga masih gak sih? dengan gue berhasil bawa Si cantik pergi dari sana, apa mungkin pria itu gak bakal nyari Si cantik"
"Jawaban jelasnya sudah pasti bakal dicari, menghilangnya cewek itu secara tiba-tiba apalagi lo bilang keadaan dia gak memungkinkan untuk bisa sekedar kabur sendiri. Rasanya bakal ada kecurigaan bagi pria itu"
"Gue harus buat Si cantik merasa lebih aman, gue pengen tau dari mulutnya sendiri kenapa dia ada disana, sudah sejak kapan, dan ada apa hubungan apa dia dengan pria itu"
"Kedepannya pasti berbahaya juga sih, tapi lo tenang aja gue akan selalu bantuin lo"
Inilah yang Seulgi suka dari Wendy, meski pada awalnya Wendy akan selalu mengeluh dengan apa yang sudah Seulgi perbuat tetapi Wendy juga lah orang yang akan setia membantunya.
"Lo balik ke kamar lo dulu gih, sarapan dulu. Nanti lo bisa kesini lagi" Ucap Seulgi.
Wendy pun menuruti perintah itu, ia bergegas kembali menuju kamar kosnya meninggalkan Seulgi yang kini tengah bersiap untuk bertemu Si cantik lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
IRENE | Seulrene
Fanfiction"Kalau bukan karena rasa penasaran gue yang tinggi, mungkin sampai kapanpun rahasia rumah besar itu nggak akan terbongkar" - Seulgi. ..... Fanfict lokal seulgi - irene • gxg • homophobic dni!
