Hari berikutnya datang seperti biasa Irene akan berada di kamar kos Seulgi menunggu gadis itu kembali datang sehabis pulang bekerja.
Ya Seulgi telah kembali.
Berkutat dengan pekerjaannya lagi setelah absen karena kejadian yang menimpanya kemarin, melewati hari tanpa adanya Seulgi biasanya Irene akan sendiri lagi namun tak jarang Wendy atau Joy akan menemani seperti contohnya sekarang.
Libur bekerja menjadikan Wendy sebagai penjaga Irene, Seulgi yang tau giliran sahabatnya libur memberi petuah untuk tolong sesekali pastikan kondisi Irene saat ditinggalnya bekerja. Wendy sendiri tidak keberatan, sebagai orang yang jua tak betah sendiri dengan senang hati ia mampir untuk memastikan keadaan Irene.
Menemui wanita berkulit putih pucat yang tengah terduduk sambil membaca sebuah buku, Wendy melempar senyumnya yang tak berujung lama mendapat balasan dari Irene.
"Irene!! aku bawain kamu buah. Kata Seulgi kamu dari kemarin mau mangga kan?" seru Wendy membuka obrolan diantara mereka.
Mendengar itu Irene menganggukkan kepalanya, matanya berbinar melihat tupperware berisi mangga buah yang menjadi keinginannya dari semalam.
"Irene mau mangga!" balasnya.
"Iya ini aku bawain buat kamu disuruh Seulgi, ayo makan" ajak Wendy.
Dengan semangat wanita itu turun dari ranjang, kini mereka berdua sama-sama duduk dilantai beralaskan karpet bulu milik Seulgi, santai bersama seraya menikmati buah mangga yang menjadi primadona ditengah panasnya cuaca di siang itu.
"Gimana Rene? enak kan?" tanya Wendy.
"Enak banget!! terimakasih Wendy" jawab Irene sangat antusias.
Si Cantik benar-benar merengek ingin makan mangga semalam perkara melihat salah satu konten YouTube yang diputar oleh Seulgi, membuat gadis bermata monolid kelimpungan sendiri karena Irene ingin dituruti segera berujung lagi-lagi ia meminta bantuan Wendy untuk membawakan mangga sesuai request Si Cantiknya.
"Semalem nggak bisa langsung bawain karena udah malem, susah nyarinya"
"Gapapa Wendy, Irene minta maaf. Seulgi pasti minta tolong ke Wendy"
"Bocah itu jelas bakal nurutin semua maunya kamu, ya gapapa sih aku mah lagian cuma mangga nggak repot. Seulgi kalau gak kerja juga pasti bakal beliin sendiri tanpa harus minta tolong ke aku"
Irene juga sadar akan itu, semalam jika kondisi memungkinkan pasti Seulgi akan langsung mencarikan buah itu segera supaya Irene bisa lekas memakannya. Tetapi karena sudah larut dan hujan, gadis itu tidak mungkin meninggalkan Irene sendiri demi mencari buah keluar toh belum tentu juga dapat pikirnya.
"Beberapa hari ini kan dia baru mulai kerja lagi, shift-nya juga gak teratur bisa pulang sore bahkan pulang pagi. Misalnya ada masanya dia sibuk, kamu jangan langsung marah ya. Dia pasti usahain maunya kamu, tapi kamu juga mesti sabar dulu" ucap Wendy.
"Maaf Wendy, Irene salah" jujur Irene benar merasa bersalah sekarang, jika dipikir kembali merajuknya dia semalam hal yang pasti menyebalkan terjadi.
"Gapapa, cuma kamu juga harus ngertiin Seulgi ya. Sambil kerja dia juga lagi nyari tempat tinggal baru buat kalian supaya lebih nyaman dan aman. Belum lagi kasusnya kamu masih berjalan, dia sewa pengacara buat kamu demi dapat keadalian selayaknya. Ajak kamu konseling ke terapis supaya cepat sembuh, semua dia lakuin dalam waktu dekat ini. Jadi kalau ada kurangnya dari dia tolong kasih waktu sebentar karena dia pasti mengisi bagian yang kurang itu"
Rasa bersalah tersemat jelas, mendengar semua penuturan Wendy membuat dia menjadi sadar atas apa yang tengah terjadi sekarang. Entah bagaimana mulanya Irene juga bingung, mulai dapat merasakan lagi apa yang dulu pernah hilang membuat Irene jadi semakin egois dengan perhatian Seulgi.
KAMU SEDANG MEMBACA
IRENE | Seulrene
Fanfiction"Kalau bukan karena rasa penasaran gue yang tinggi, mungkin sampai kapanpun rahasia rumah besar itu nggak akan terbongkar" - Seulgi. ..... Fanfict lokal seulgi - irene • gxg • homophobic dni!
