40. Semakin Dekat

351 79 20
                                        

Seulgi keluar dari kamar mereka dengan senyum kikuk yang terpatri jelas diwajahnya, sebuah senyum bercampur dengan rona malu tapi disatu sisi seolah dapat membuat kupu-kupu berterbangan keluar tak bisa dibendung.

"Bagus, full senyum ya lo? gue izin kerja buat liat mudi-mudi mesum tengah hari bolong" Ungkap Wendy kemudian.

Suara itu menyadarkan Seulgi kembali dari lupa sesaat bahwa masih ada Wendy di rumahnya, dan sangat jelas pintu kamarnya juga tadi tidak tertutup disaat kejadian.

"Lo liat ya Wen?" tanya Seulgi polos.

"Menurut lo? gue saksi hidup Gi"

"Jangan bilang-bilang Wen"

"Ya elah mau bilang ke siapa gue? udah gede ini lo berdua, tapi gue sebel sih minimal banget tutup pintu lah njir"

Seulgi merona lagi. "Ya mana tau bakal kayak tadi, kebawa suasana"

Jujur apa yang dilakukan tadi juga diluar dugaannya, dia sangat berani tapi berkat Irene lah semua ini bermula.

"Itu pertama kali buat lo berdua?" giliran Wendy bertanya. Penasaran juga dia.

"Emang menurut lo gue sama Irene udah ngapain aja?"

"Mana gue tau, lagian kan siapa tau nih lo bakal ganas banget"

Wendy senyum meledek Seulgi, gadis bermata monolid itu dengan cepat mengelak.

"Dikondisi Irene yang kayak gitu, mana mungkin gue tega seganas itu Wen. Sekalipun gue brengsek, gue nggak akan menempatkan dia pada rasa trauma yang masih membebaninya"

"Jawaban lo serius banget padahal gue cuma mau ngeledek doang, paham sih gue. Ya masih proses pemulihan juga dia, yang ada sembuh aja belum takut malah kambuh traumanya"

"Nah itu lo tau, sebisa mungkin gue bikin dia nyaman sama gue Wen. Jadi nggak akan sembarangan juga gue berperilaku ke dia"

"Tapi tadi ciuman .. "

Wendy beneran mau ngeledek Seulgi banget, meski awalnya geram karena melihat hal yang harusnya tidak dilihat tapi disisi lain Wendy juga senang mendapati ia punya suatu hal yang baru untuk kembali mengejek Seulgi.

"Lo emang demen ngeledek gue, sebenernya iri kan lo?"

"Irene cantik tapi dicium sama modelan kayak lo, gue miris dikit"

"Sorry bos, cewek cantik mah nempel sama gue"

Senyum polos dengan rasa bangga, Seulgi nggak sadar kalau disampingnya kini ada Irene yang hadir diantara dirinya dan Wendy.

"Siapa nempel sama Seulgi?" Irene bersuara.

Wajah bingung dengan polosnya duduk mengambil alih space kosong disebelah Seulgi.

"Katanya cewek cewek cantik pada nempel sama dia nih Ren" adu Wendy.

"Oh, iya Wendy? Seulgi banyak ceweknya?" kata Irene sambil melirik si topik pembicaraan.

Dilirik Irene rasa percaya diri Seulgi menguap di udara, sedikit panik dirasanya kini.

"Bukan gitu Irene, salah paham kamu"

"Tadi kamu bilang cewek cantik nempel sama kamu, aku gak salah dengar kan Wendy?"

Dengan semangat membara Wendy ikut campur, "Engga Irene, tadi emang dia ngomong gitu. Sok kebanyakan cewek dia tuh, jelek aja"

"Oh lu kompor nih ceritanya?" ujar Seulgi.

"Ya kan lu yang bilang cewek cantik pada nempel"

"Maksudnya Irene yang nempel, kan Irene cantik. Cantik dong, kan cantiknya Seulgi"

IRENE | SeulreneCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang