Seulgi tak bisa menyembunyikan senyumnya mengingat kembali percakapan, malam dimana ia baru saja kembali ke kamarnya selepas pulang dari klinik.
Sekarang pagi telah menjelang, belum puas tidur dirasa karena apa yang terjadi semalam masih tersemat dipikirannya.
Hal dimana kata sayang terucap dari dia yang kini terlelap sambil memeluk tubuh Seulgi.
Seulgi sendiri bingung maksud dari kalimat itu seperti apa?
Belum sepenuhnya mencerna tapi wanita dipeluknya ini rupanya tidak ingin menjelaskan lebih detail. Meski begitu luapan bahagia jadi tidak bisa terbendung.
Si Cantik ini menyayangi Seulgi!
Jujur Seulgi pun juga begitu, tanpa ia sadari dirinya jua menimbulkan perasaan yang sama. Menyayangi dia dalam beberapa waktu mereka bersama.
Tentang hari dimana keduanya lalui berdua terasa sangat lebih berarti dari Seulgi yang selalu mengusahakan hal terbaik untuk Irene.
Disisi lain bagi Irene sendiri yang telah lama tidak merasakan setiap perlakuan baik dari seseorang, kembali memberinya harap bahwa masih ada orang yang jelas peduli dan sayang kepada dia selain mendiang orangtuanya itu.
"Ya gue sendiri juga gimana gak sayang, cantik dan lucu begini" celetuk Seulgi seraya memandang wajah terlelap Irene.
Ini adalah satu hal yang ia gemari kini, memandang paras jelita Irene yang bilamana terlelap cantiknya akan selalu ada.
Wajah polos itu jelas membuat siapapun yang melihatnya pasti jatuh cinta, dan sangatlah jelas Seulgi disini sudah terpikat.
Ada benarnya keparat bajingan yang bilang bahwa Irene adalah pemikat karena memang nyata adanya seperti itu.
Bahkan dengan hanya tertidur paras cantiknya menarik perhatian Seulgi, senyum tak dapat lagi luntur karena apa yang ada dihadapannya ini memeluk erat tubuh Seulgi selalu.
Bukankah Seulgi telah menang??
Sepasang mata mengerjap tanda kesadaran seseorang telah kembali.
Perlahan-lahan namun pasti mata yang semula terpejam terbuka, menampakkan sorot bayang samar kemudian berganti dengan Seulgi terlihat tersenyum sambil memandangnya.
"Pagi, Cantik!" sapaan hangat dari Seulgi menelisik pendengaran dia yang baru saja terbangun.
Ya, Si Cantik itu pada akhirnya selesai dengan tidurnya.
"Baru bangun tidur aja, cantiknya tetap gak memudar" racau Seulgi.
Kali ini wanita yang terlihat lebih mungil tersenyum.
Seulgi adalah Seulgi, tidak tau kenapa rasanya gadis itu selalu berbicara hal manis untuknya.
"Aku lapar mau makan, bangun yuk. Kita cari sarapan keluar" ajak Seulgi.
Guratan ekspresi bingung lantas muncul mendengar Seulgi yang mendadak mengajaknya Irene pergi keluar.
Tidak salah?
"Kenapa Cantik? sekarang sudah gapapa jadi kamu nggak perlu khawatir ataupun takut, kamu bisa bebas pergi keluar tentunya bersamaku. Kamu sudah terlalu lama dikurung dalam suatu tempat, sudah waktunya kamu kembali menghirup udara bebas lagi"
Benar apa yang Seulgi bilang, jika Irene ingin melanjutkan hidupnya maka langkah awal yang dilakukan adalah dia harus berani menghadapi dunia luar.
"Se-ulgi jaga Irene?"
"Seulgi pasti jagain Irene, ini bonyok begini juga demi kamu kan"
"Seulgi sa-kit, gapapa?"
"Gapapa, lagian udah ketemu obatnya-"
KAMU SEDANG MEMBACA
IRENE | Seulrene
Fanfiction"Kalau bukan karena rasa penasaran gue yang tinggi, mungkin sampai kapanpun rahasia rumah besar itu nggak akan terbongkar" - Seulgi. ..... Fanfict lokal seulgi - irene • gxg • homophobic dni!
