Selama bekerja perasaan Seulgi campur aduk gak karuan, selepas kejadian pagi tadi melihat pria misterius yang kelimpungan dengan hal didapatinya Seulgi jujur aja senang bukan main. Perasaan puas dirasa ketika dapat mengelabui pria yang entah sejak kapan sudah menjadi musuh Seulgi itu. Namun disatu sisi dia juga khawatir mengenai Si Cantik, lebih tepatnya bagaimana nanti ke-depannya?
Seulgi takut keadaan berbalik mengalahkannya, dia risau jikala Si Cantik pergi dari sisinya disaat belum banyak fakta terungkap.
Maka untuk mencegah semua hal buruk terjadi Seulgi butuh strategi, dia juga perlu membaca bagaimana cara pria misterius tersebut menangani masalahnya dalam kehilangan Si Cantik yang mana Seulgi harus ekstra lebih keras menjadikan pria misterius berada dalam pantauannya.
Seperti sekarang, sepulang bekerja Seulgi sengaja mengendarai motornya memutar melewati rumah kosong untuk memantau sejenak apakah ada sebuah pergerakan berarti dari pria itu.
Hasil nihil didapati Seulgi, sedan merah tidak terparkir lagi disana.
Seulgi pun melanjuti lagi perjalanannya sengaja berputar dahulu mengelilingi desa supaya tidak menimbulkan kecurigaan orang sekitar sebelum kembali menuju kosnya.
Sesampainya di kos Seulgi melajukan langkahnya buru-buru ingin kembali ke kamar memastikan apa yang ia tinggal sejak pagi, bisakah bertahan tanpa adanya Seulgi menemani?
Namun ditengah langkah tergesa seseorang meng-intrupsi Seulgi, Seulgi menoleh pada sumber yang memunculkan instruksi tersebut dan ditemuinya sosok yang tidak lain dan tidak bukan adalah Wendy, orang itu lagi.
"Kenapa Wen?" tanya Seulgi.
Bukan jawaban yang diberi langsung oleh Wendy, melainkan ia menyeret Seulgi lebih ke pojok seraya memberi raut wajah serius.
"Tadi pas gue mau berangkat kerja sedan merah itu masih ada, cuma bedanya gak kayak yang lo bilang di chat. Sedan merah itu malah terparkir agak ke ujung dari jalan gak persis di depan rumah kosong itu" jawab Wendy.
Seulgi sudah mengira itu
"Iya gue udah duga, dia pasti sengaja minggirin mobilnya kesana supaya gak ada di depan rumah kosong itu persis"
"Lagi-lagi supaya menghindari atensi warga kan?"
"Iya betul, meski gak banyak orang tetapi ada aja beberapa warga yang lalu lalang di depan rumah kosong tersebut, makanya bisa dibilang dia pinter baca suasana buat mengelabui para warga dengan parkir mobilnya jauh dari rumah itu"
"Nah yang jadi pertanyaan gue, dia masih ada disana sampai gue mau berangkat kerja. Itu tandanya dia gak pergi setelah tau Si Cantik hilang, kayaknya lo harus lebih hati-hati. Entah berbuat apa tapi bisa aja kan kalau dia lagi mencari sesuatu hal yang bisa mengarahkan dia kepada Si Cantik"
Seulgi setuju dan sudah paham pastinya, pencarian disisi berbeda tentunya tengah dilakukan oleh pria misterius.
"Gue paham kok, makanya itu gue butuh strategi agar bisa menghadapi dia. Semoga aja dia gak punya bukti kuat yang bisa mengarahkan itu semua ke gue. Jujur aja gue takut dan gak mikir panjang juga, gimana kalo di dalam sana ada cctv? Terancam nyawa gue kan Wen?!!"
"Nah cerobohnya lo disini ya itu, main masuk aja tanpa mikir dulu kemungkinan adanya cctv. Tapi semoga aja deh dia gak berpikir sampe sejauh sana ya untuk pasang cctv di rumah kosong"
"Sepanjang yang gue tau selama disana, gue gak menemukan bentuk kamera kayak apapun. Rumah itu beneran gelap gulita kecuali loteng tempat Si Cantik yang memiliki cahaya meski temaram. Gue rasa orang itu emang gak kepikiran buat pasang cctv karena sudah pasti dia merasa aman sebab orang disini gak ada yang peduli dan beberapa waktu sekali dia juga datang berkunjung"
KAMU SEDANG MEMBACA
IRENE | Seulrene
Fanfiction"Kalau bukan karena rasa penasaran gue yang tinggi, mungkin sampai kapanpun rahasia rumah besar itu nggak akan terbongkar" - Seulgi. ..... Fanfict lokal seulgi - irene • gxg • homophobic dni!
