"Kalau bukan karena rasa penasaran gue yang tinggi, mungkin sampai kapanpun rahasia rumah besar itu nggak akan terbongkar" - Seulgi.
.....
Fanfict lokal seulgi - irene
• gxg
• homophobic dni!
Seulgi terhenyak sejenak mendapati pintu yang ia kira bakal bersusah payah dulu untuk dibuka nyatanya malah berakhir dengan semudah itu.
Pintunya tidak terkunci!
Entah sengaja atau tidak yang pasti sekarang Seulgi sudah mulai deg-degan banget.
Dengan perlahan ia mendorong pintu tersebut demi mendapati Si cantik yang telah mengobrak-abrik dirinya.
Rasanya campur aduk, jujur keringat dingin mulai bercucuran. Tangannya juga gemetar pertanda sebenarnya dia takut juga menghadapi ada apa nantinya.
Tapi sepertinya rasa takut itu harus ia hentikan tatkala manik matanya bertemu pada sebuah sosok yang tak mampu untuk dideskripsikan.
Pada akhirnya mereka bertemu, lagi.
Kali ini lebih jelas, bagaimana Seulgi bisa melihat dia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tatapan yang masih sama, hanya saja kini dia tidak berdiri seperti biasanya melainkan terduduk disebuah kursi tua lengkap dengan sandarannya.
Menatap kosong ke arah Seulgi yang rasanya bagi Seulgi seperti menusuk, dingin terpancar nian.
"Ak-ak.uu"
Terbata-bata Seulgi melanjutkan kalimatnya, dia sendiri masih bingung bagaimana harus mencerna semuanya padahal sebelumnya dia sangat menggebu-gebu ingin menemui sosok yang dipanggilnya Si cantik itu.
Sosok itu nyata,
Terlihat layaknya manusia, tapi dilain sisi sangat ringkih.
Meski masih terkena kejut untuk menerima semua hal saat ini, dengan berani Seulgi melangkah maju mencoba memutus jarak yang memisahkan mereka.
"Ha-i ka-kamu, ini aku. aku yang biasa kamu lihat disebrang sana" kata Seulgi, sembari menunjuk jendela tempat biasanya sosok itu memunculkan diri.
Tidak ada jawaban, persis dugaan Seulgi.
"Maaf ya, maaf aku ganggu kamu. aku cuma mau tau tentang kamu"
Tangan Seulgi mengulur, ia berusaha mendekatkan dirinya pada sosok itu.
Namun ditengah upaya Seulgi mendekatkan dirinya, sebuah pergerakan membuat Seulgi tercengang seketika manakala apa yang dihadapannya kembali membuat suara seperti sebelumnya,
dug!
dug!
dug!
Dan kini Seulgi tau darimana suara itu berasal.
"Hey, berhenti. Jangan melakukan itu"
Refleks gerakannya membuat suatu kemajuan, kini bukan hanya ia yang mencoba mendekat saja tapi Seulgi tanpa sadar sedikit merendahkan tubuhnya memegang sosok itu berusaha menghentikan perilakunya yang menciptakan suara dari benturan kepalanya pada sandaran kursi dibelakangnya.