Suara yang kemudian timbul membuat Seulgi seketika terdiam, bagaimana tidak? mengetahui dia saat ini sendiri di dalam rumah besar yang entah ada apa disini berhasil membuat dirinya mendadak merinding.
dug!
dug!
dug!
Masih ada, ritme teratur yang berulang terdengar membuat Seulgi terbesit pikiran bahwa apa ini namanya gayung bersambut?
Sebelumnya ia frustasi dan mengungkapkan perasaannya dengan lantang dan tanpa menunggu lama muncul lah suara yang seakan menjadi jawabannya.
Jawaban dimana mungkin saja si cantik tengah memberinya signal, dengan insting yang kemudian ia percayai ia berusaha meresapi sumber suara itu untuk mencari darimana sebenarnya berasal.
Matanya memutar arah pandang, mengingat setiap sudut rumah ini bisa saja ada si cantik berada.
Satu ruangan mengambil alih atensinya, ruangan itu tadinya sudah Seulgi masuki dan hasilnya nihil ia tak menemui apa-apa.
Tapi kali ini kondisi berbeda ia dapati, suara itu ada dan asalnya entah dari sudut mana namun ia yakin adanya jika disitu suara itu muncul.
Semakin meresapi sumber suara tersebut, kecurigaan Seulgi pun jatuh pada sebuah lemari kayu tepat disebrang tempat tidur di dalam kamar ini.
Ia merasa yakin dari balik lemari inilah suara itu pasti berasal, dan hal selanjutnya yang mesti ia lakukan adalah segera menggeser lemari ini demi menuntaskan keingintahuannya.
Namun lagi-lagi fakta yang diterima gak semudah itu bagi Seulgi buat dorong si lemari. Lemarinya cukup berat untuk Seulgi yang lagi kurang makan begini.
Alhasil sudah banyak gaya beserta tenaga ia keluarkan, untungnya sedikit demi sedikit lemarinya kegeser. Gak sia-sia juga usaha dia selalu ikut kumpul ibu-ibu yang suka senam aerobik dipagi hari.
Oke, meski butuh beberapa waktu untuk geser lemari tapi hasil dari perjuangannya pun dapat ia rasakan.
Betapa leganya dia nemuin sebuah pintu dibalik lemari yang sudah bisa dia geser itu, dan sesuai dengan insting yang ia rasakan sebelumnya benar saja suara itu ...
Suara itu berasal dari balik pintu ini!
Dugaannya kemudian benar, tetapu untuk sekian kalinya jalannya gak semudah itu guys.
Pintu yang ia temui jelas terkunci, Seulgi gak bisa buka pintu itu namun suara hentakan masih terdengar dari dalam sana.
Adrenalin dalam dirinya tatkala kembali Seulgi, dengan tekad yang bulat Seulgi berusaha mendobrak pintu walau kemudian
"Asu!! sakit banget badan gue!!"
Tetap saja pintunya gak kebuka, cuma sakit yang sekarang bisa Seulgi rasa. Udah mah tenaganya kekuras gara-gara dorong lemari sekarang bukannya berhasil dobrak pintu malah lebih mirip dia lagi lempar-lempar badan dia doang ke pintu ini.
"Sial capek banget!! —" Seulgi nyerah deh buat dobrak ini pintu, "Halo!! Kamu, yang di dalam bisa dengar aku??!" ujar Seulgi.
dug!
dug!
dug!
Suara hentakan itu yang masih menjawab pertanyaannya.
"Ini aku, aku yang kamu lihat dari sebrang jendela mu itu. Ini benar kamu kan? —"
"Kamu yang selalu lihat aku bersama teleskop kesayanganku"
dug!
dug!
dug!
"Aku butuh jawaban kamu, jika benar ini kamu tolong jawab aku"
KAMU SEDANG MEMBACA
IRENE | Seulrene
Fanfiction"Kalau bukan karena rasa penasaran gue yang tinggi, mungkin sampai kapanpun rahasia rumah besar itu nggak akan terbongkar" - Seulgi. ..... Fanfict lokal seulgi - irene • gxg • homophobic dni!
