Setelah kejadian yang dilalui malam itu Seulgi dibawa ke klinik terdekat, saat itu Seulgi dibawa oleh Joy yang juga ditemani Bu Inah untuk mengobati semua lukanya.
Sedangkan disisi lain Wendy pergi bersama Pak Surya dan beberapa warga menggiring pria itu sebagai pelaku menuju ke kantor polisi disana.
Pada akhirnya semua ini dapat selesai. Seulgi sendiri tidak menyangka jika masalah ini akhirnya terungkap, walau sebenarnya belum puas memberi balasan sepadan kepada pria itu.
Tetapi biar saja itu menjadi urusan mereka, karena sepanjang perjalanan Seulgi sudah dinasehati oleh Bu Inah yang terus memberinya paham bahwa sudah cukup apa yang Seulgi lakukan.
Kata Bu Inah Seulgi sangatlah hebat dapat menemukan Irene, bahkan bukan hanya sekedar menemukan saja tapi juga membantu Irene lolos dari kekangan yang sudah lama terjadi. Luar biasa betul tekad yang Seulgi punya.
Meski awalnya Bu Inah tidak percaya pada apa yang sebenarnya terjadi dan perkataan Wendy yang bilang kalau Seulgi tau dimana keberadaan mendiang anak Pak Kusnadi yang hilang.
Untungnya mereka masih mendengarkan dengan seksama semua penjelasan Wendy yang terasa masuk akal bila didengar.
"Udah ya jadi anak sok jagoannya, babak belur gini pake berantem segala" Omel Joy saat melihat perawat tengah mengobati luka-luka Seulgi.
"Berisik deh kamu, ini sakit tau" sahut Seulgi.
"Ya udah tau sakit, ngapain sih? Kak kalau emang mau nolong orang jangan kayak gini caranya, coba bayangin orang itu bawa senjata tajam dan bisa melukai kamu lebih dari ini"
"Nggak takut juga sih, tinggal lawan"
"Enteng banget ngomongnya, tangan kosong aja sampe bonyok kayak gini. Ini apa kepala bocor, pipi kena bogem, perut ditendang?!"
Joy tuh kesel banget kalau Seulgi udah mode ngeyel nggak mau denger, masalahnya anak itu beneran bakal nggak mau dengerin siapapun meski dikasih taunya juga baik-baik.
"Tapi bener yang dibilang Mbak Joy loh gi, Ibu tau mungkin kamu marah cuma harusnya pikirin diri kamu juga. Kan sekarang jadi begini"
"Bu, luka saya itu nggak sebanding sama apa yang Irene udah dapetin. Malah belum puas saya ngasih pelajaran ke orang itu"
"Iya Ibu paham, kamu sampai seperti ini demi menolong anaknya Pak Kusnadi. Kamu hebat kok gi, Ibu bangga. Makasih banyak Ibu ucap meski kayaknya makasih aja nggak cukup -"
"Ibu akui bahwa kami semua disini terlalu lalai tidak dapat menangkap semua yang nyatanya selama ini terjadi. Kami merasa bersalah sejadi-jadinya dengan apa yang baru saja terungkap"
Betul yang dibilang oleh Bu Inah, pasca semua kejadian diceritakan oleh Wendy kepada beberapa Warga. Perasaan bersalah bermunculan, mereka sendiri bingung bagaimana semua ini bisa terjadi di desa mereka tanpa ada satupun yang mengetahuinya.
"Karena dalangnya sangat dekat Bu, semua dapat terjadi karena orang itu paling tau bagaimana kondisi setelah hilangnya Irene"
"Ibu masih tidak menyangka, kenapa tega betul dia berlaku demikian? Walau Ibu tau dia memang nakal dan bermasalah tapi tidak sampai pikiran Ibu dia akan berlaku seperti ini"
Benar, siapa juga yang bakal menduga. Bahkan mulanya Irene pun tidak bisa menduga itu dan harus menerima semua kejadian dengan pedih yang mendalam dirasa kini.
"Saya masih marah, Bu"
"Sebagai seorang Ibu, saya juga marah Gi. Ibu melihat sendiri bagaimana mendiang Pak Kusnadi dan Bu Arani bagai hilang arah mengetahui anak perempuannya tidak dapat ditemukan. Berbagai cara dilakukan demi mencari anaknya yang hilang, sampai kemudian Bu Arani wafat dan disusul dengan Pak Kusnadi kemudian. Ini harga yang sangat mahal untuk dibayar Seulgi"
KAMU SEDANG MEMBACA
IRENE | Seulrene
Fiksi Penggemar"Kalau bukan karena rasa penasaran gue yang tinggi, mungkin sampai kapanpun rahasia rumah besar itu nggak akan terbongkar" - Seulgi. ..... Fanfict lokal seulgi - irene • gxg • homophobic dni!
