Seulgi gak peduli lagi bagaimana beberapa orang kini berusaha memisahkan Seulgi dengan amarahnya masih membara dalam diri.
Dia benar-benar marah, dan masih belum puas memberi pelajaran pada manusia keparat itu. Ini semua harus berakhir dan bagi Seulgi lebih adil jika orang itu mati dibuatnya.
"Lo udah gila, Gi?! berhenti nggak!!" suara itu lagi berusaha menengahi Seulgi dengan segala emosinya.
"Lepasin Wen, orang ini Brengsek!! Bajingan!! Gak pantes untuk hidup!!" Seulgi masih meronta.
"Enyah Lo Bangsat!!"
Emosi masih mengendalikan Seulgi yang kini bagai tak mengampuni memberi balasan berupa tendangan tepat pada perut pria itu lagi.
"Kak Gi, udah, please stop!!" suara lain pun menyahut.
"Nak Seulgi sudah, kamu tuh udah luka-luka begini"
"Gak bisa Bu! orang ini jahat, keparat sialan!! Dia harus dapat balasan segera"
Seulgi masih berupaya meronta padahal sudah 3 orang yang kini memegangnya, siapalagi kalau Bukan Wendy, Joy, dan juga Bu Inah.
"Ibu paham nak Seulgi, tapi kamu juga gak bisa begini. Tenang dulu ya"
"Tenang Ibu bilang? Bajingan ini nantang saya Bu!! dia bahkan gak jera dengan semua yang dia lakukan selama ini. Habis sabar saya Bu!" jawab Seulgi.
"Ya tapi kalau Lo kayak gini terus, gimana perasaan Irene ketika tau Gi?" Kali Ini Wendy berucap.
Mendengar nama Irene disebut, Seulgi perlahan mereda.
"Tapi dia Wen, hiks — Dia yang nyakitin Irene" tangis Seulgi pecah kemudian.
"Sakit gue dengernya dan bisa-bisanya bajingan ini gak merasa bersalah sama sekali. Bangsat!!"
Seulgi gak bisa lagi membendung perasaanya, emosi dan rasa sedih tertuah bersama. Kembali ganas gadis itu berupaya membalas semua dendam yang ada dengan terus memberi pukulan kepada pria yang kini lebih tak berdaya.
"Mbak Seulgi, stop!! Biar ini jadi urusan saya dan pengurus desa lain. Kita yang bakal urus semuanya Mbak, kita bakal pastiin orang ini terima semua ganjarannya" suara bariton pria paruh baya memberi jeda pada amarah Seulgi.
"Bapak bisa jamin orang ini membusuk dipenjara?" tanya Seulgi.
"Mbak Seulgi, kita semua di desa ini mengenal baik keluarga Pak Kusnadi. Banyak kebaikan Pak Kusnadi dan Bu Arani yang masih tersemat di desa ini, kita nggak mungkin diam saja saat tau bahwa penculik yang selama ini membuat anak kesayangan Pak Kusnadi dan Bu Arani hilang bebas begitu saja" sahut kembali Pak Surya, selaku ketua RT di desa itu.
"Betul Nak, kita semua akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat orang itu jera. Cuma dengan hal ini kami membalas semua kebaikan keluarga Pak Kusnadi, kamu tenang ya. Lagipula kamu lebih hebat Seulgi, berkat kamu semua masalah ini bisa terungkap"
"Bener gi, lo tenang dulu, kita punya buktinya dan pelakunya sekarang ada di depan mata kita semua. Berkat lo juga orang itu udah lumayan babak belur, walau lu sendiri juga sama bonyoknya" ujar Wendy.
"Pastiin dia membusuk bersama dosa-dosanya Wen, dia harus dapat balasan yang setimpal"
Mata Seulgi menyorot penuh ke manik bulat Wendy, seolah menyiratkan sesuatu yang hanya mereka berdua paham.
"Lo tenang aja gi, serahin ke gue" bisik Wendy.
Kini atensinya kembali pada pria yang saat ini sudah dikekang oleh beberapa bapak-bapak yang juga menyaksikan kejadian pertengkaran mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
IRENE | Seulrene
Fanfiction"Kalau bukan karena rasa penasaran gue yang tinggi, mungkin sampai kapanpun rahasia rumah besar itu nggak akan terbongkar" - Seulgi. ..... Fanfict lokal seulgi - irene • gxg • homophobic dni!
