3.

76 6 0
                                        

Joana baru saja sampai di rumah Gigi. Rumah Gigi biasa dijadikan tempat berkumpul teman-temannya.

Di sana sudah ada beberapa wanita cantik seusia Joana.

Mereka adalah Gigi sang pemilik rumah, Sonia, Mery, Zoya, Sooya, Jeni, Rosa dan Lilies.

Kesembilan orang itu adalah sahabat sejak lama. Mereka semua satu komplek di salah satu perumahan elite, terkecuali Joana.

"Nah, itu dia princess kita. Lama amat lo Jo?," sergah Gigi pada Joana.

"Maaf, tadi ada kendala sedikit di jalan," jawab Joana yang langsung merebahkan diri disofa panjang sebelah Sooya.

"Kendala apa mbak?," tanya Sooya penasaran.

"Itu, gue kan tadi lagi buru buru. Terus gue ngebut dong, tapi gue hampir nyerempet dua orang geng motor. Mereka ngejar gue dan berentiin gue di jalan. Abis itu, gue dimarahin sama mereka," Joana menjeda ceritanya lalu meneguk minuman yang disediakan.

"Terus?!," pinta Zoya.

"Abis itu, ada cowo yang datengin kita. Diliat liat sih, dia kayak seusia gue. Dia nanya sama mereka, terus dijawab sama mereka. Terus mereka pergi dari sana. Dan yah, gue dinasihatin lagi sama tu cowo."

"Wuih, mungkin dia ketua gengnya kalik. Ihhh, serem amat berurusan sama geng motor," ucap Mery sembari bergidik ngeri.

"Eh antena teletubies, lo gak nyadar pacar lo juga geng motor?!," sarkas Lilies.

"Eh, iya juga ya, wkwkwkwkwk," Mery terkikik menyadari perkataan Lilies.

"Tapi kayaknya, dia gak segeng deh sama mereka. Soalnya jaketnya beda," lanjut Joana.

"Loh, emang beda beda yah jaket tiap geng motor itu?," tanya Rosa polos sambil mengunyah cemilannya.

"Ya bedalah katro, kalo sama mah, ngapain bikin geng motor. Sekalian aja bikin forum!,", seru Jeni.

"Gehehhe," Rosa nyengir kuda mendengar jawaban Jeni.

"Terus, emang mereka dari geng motor mana?," tanya Sonia ikut nimbrung sambil menutup bukunya.

"Emmmm...," Joana seperti mengingat-ingat sesuatu.

"Kalo kedua orang yang marahin gue sih, gue kurang tau. Soalnya jaketnya jaket kulit yang ada lambang nya doang. Tapi kalo yang nasehatin gue baik baik, dipunggungnya, ada nama Smeraldo Boys apa gitu...?," ucap Joana tampak ragu.

"Smeraldo Boys?," seru Zoya tampak bersemangat.

Semua orang tersentak kaget.

"Apaan sih teriak teriak gitu, biasa aja kali!. Emang lo tau siapa mereka?," tanya Mery.

"Anjir, lo ga tau siapa mereka?," tanya Zoya dramatis.

"Helllooooo! Gue bukan pegawai catatan sipil yang tau semua orang yang ada dikota ini ya!," Mery menutup kupingnya.

Zoya terlihat mengotak atik Hpnya. Dia lalu menyodorkan sebuah gambar pada Joana.

"Kayak gini kan, lambangnya?," tanya Zoya.

Joana menyipitkan matanya. Semua orang juga melihat kearah hp Zoya.

"Nah iya, kayak gitu!," seru Joana.

"Wah gilak sih!," seru Zoya kemudian.

"Kenapa emangnya? Kok kayaknya lo tau banyak tentang mereka?," ucap Gigi.

"Asal kalian tau aja ya. Mereka itu salah satu geng motor paling ditakuti di daerah ****. Mereka emang gak seterkenal Xoxo atau Icon. Tapi kalian tau? Geng motor Bitubi?," tanya Zoya menjeda ceritanya dengan pertanyaan.

Youth : PsychoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang