28.

35 4 1
                                        

Keesokan harinya, semuanya kembali ke rutinitas biasa.

Para karyawan, pekerja buruh, dan para siswa siswi kembali ke tempat mereka melakukan aktifitas kewajibannya.

Termasuk Joana, gadis cantik nan mungil ini juga akan kembali ke sekolah seperti biasa.

"Kamu mau bawa mobil Jo?," tanya Mama Ratna ditengah sarapan.

"Iya Ma, Jo bawa mobil sendiri lagi."

"Kalo Jwan satu sekolah sama kamu, pasti maunya bareng kan?," goda Papa Raka.

Joana terkekeh malu, sementara Mama tersenyum menggoda.

"Pastilah Pa, mana mungkin dia mau berangkat sendiri. Maunya nempel mulu ntar," tambah Mama Ratna.

"Hahahaha, bucin banget sih sayang," Papa Raka meminum susu putihnya.

"Ya bucin lah Pah. Orang Jwan nya perfect banget gitu. Ganteng, pinter, berdedikasi dan sopan, sholeh lagi," puji Mama Ratna.

"Awas Papa cemburu loh Mah," Joana menatap Papanya.

"Ye enggak lah Jo, Papa justru pengen kayak Jwan. Kalo bisa, Papa pengen dilahirin lagi dan jadi cowok kayak Jwan. Biar Mama kamu tambah bucin!," sangkal Papa Raka.

"Hahahaha, Papa ada-ada aja," kekeh Mama Ratna.

Selepas sarapan, Joana berangkat kesekolah menggunakan mobil miliknya.

Ditengah perjanalan menuju sekolah, Joana berpikir tentang apa yang sudah dia rencanakan hari ini, yaitu memutuskan Seho.

"Maafin gue Ho, walaupun gue gak ketemu Jwan juga, hubungan kita emang harus berakhir," Joana memegang sebuah foto dimana Seho dan teman-temannya masuk ke Club yang merupakan markasnya.

Sesampainya disekolah, Joana memarkirkan mobilnya diparkiran khusus mobil.

Saat dia keluar dari mobil, alangkah terkejutnya dia saat melihat Seho sudah ada disekolah dan menghampirinya.

"Sayang!," panggilnya sembari mendekat.

Seho hendak memberi kecupan pagi hari dikening Joana, tapi Joana dengan cepat menghindar.

Seho tertegun dan mengernyit.

"Maaf Ho, kita harus bicara!," ajak Joana.

"Bicara apa sayang?."

Joana mengajak Seho ke belakang gedung dekat parkiran.

"Gue mau putus sama lo Ho!," ucap Joana to the point.

Seho tentu terkejut dengan ucapan Joana.

"Hah? Putus? Why? Apa aku ngelakuin kesalahan sama kamu? Apa aku nyakitin kamu Jo?," wajah Seho terlihat sedikit emosi.

"Gue gak tau apa lo ngira itu sebuah kesalahan atau bukan. Tapi yang jelas, gue gak bisa mertahanin hubungan sama cowok yang suka ke Club Ho," Joana memberikan foto yang tadi dia pegang pada Seho.

Mata Seho membulat, dia melihat foto dirinya, Kaye, Bebe dan Chan yang memasuki Club miliknya.

"D-darimana kamu dapet foto ini Jo?," tanya Seho panik.

"Gak penting darimana nya Ho, tapi itu udah cukup buat gue mutusin hubungan kita. Gue emang bukan cewe baik-baik Ho, tapi gue ingin jadi orang yang lebih baik bersama orang baik. Maaf Ho, gue duluan," Joana melangkah pergi meninggalkan Seho yang termenung.

Seho menatap foto tersebut dengan mata tajam dan penuh emosi.

"Anjing!!! Sialan!!! Siapa yang berani-beraninya memprovokasi hubungan gue?!!!," Seho merobek foto tersebut dan melemparnya.

Youth : PsychoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang