38.

47 2 3
                                        

Sore harinya, Yogi pergi menjemput Sonia di rumahnya.

Ting nong

Pria bermata kucing itu memencet bel. Matanya menatap kagum pada rumah besar di depannya.

"Ner-bener orkay nih cewe. Gua kalo pengen bangun rumah segede gini harus kerja apa ya?," gumamnya.

Tak perlu waktu lama, Sonia terlihat muncul dari pintu utama rumah besar itu.

Dia berlari kecil menghampiri Yogi.

"Maaf mas, lama ya?," tanya gadis mungil itu.

"Eh, enggak kok," jawab Yogi gugup.

"Gila, cantik banget Sonia. Gua gak lagi di surga kan?," batin Yogi terpana melihat kecantikan Sonia.

"Halo, kak?," Sonia menggerakkan tangannya di depan wajah Yogi. Pemuda itu bengong ternganga.

"Eh, maaf. Ya udah ayo, kita berangkat!," ajaknya.

Sonia sedikit tersenyum, apa dia baru saja melihat keterpanaan Yogi terhadap kecantikannya?

Yogi memberikan helm berwarna biru pada Sonia. Itu helm baru.

"Loh, ini helm baru mas?," tanya Sonia, dia mencium aroma barang baru dari helm itu.

"Iya, aku sengaja beli buat kamu," jawab Yogi tanpa menoleh. Asal tau saja, dia sedikit berjuang untuk mengucapkannya.

Sonia terkesan, apa ini artinya, Yogi ingin selalu membonceng dirinya kedepannya, Sampai dia membelikan helm untuknya?

Tak ingin berlama-lama lagi, Sonia bergegas memakai helmnya dan menaiki motor.

"Siap?," tanya Yogi.

"Siap!," seru Sonia.

"Lesseu Goo!," Yogi melajukan motornya.

Tanpa ragu, Sonia memeluk Yogi erat. Memeluk pinggang pria tampan nan putih ini ternyata nyaman.

***

Sementara itu, Naya sedang menuju rumah sakit. Hari ini ibunya sudah di perbolehkan pulang.

Dia berangkat diantar oleh Jay, Bred, dan Jihye. Teman-temannya yang lain menunggu di rumah Naya.

"Udah?," tanya Jay pada Naya yang baru saja menyelesaikan administrasi.

"Udah."

"Ya udah yok!," ajak Jay.

Naya dan Jihye memapah Ibunya Naya. Sementara Jay dan Bred menenteng tas.

Jay membukakan pintu mobil untuk Ibunya Naya.

"Hati-hati Nay," ucapnya kala Naya dan Jihye membantu ibunya masuk ke dalam mobil.

Sementara Bred memasukkan tas ke bagasi belakang.

Jay masuk ke dalam mobil di kursi kemudi, sementara Bred di sebelahnya. Lalu Jihye dan Naya di belakang bersama Ibu Naya.

"Makasih ya Nak Jay, Bayu dan Jihye. Kalian sangat baik sama Naya dan Ibu," ucap Ibu Naya dengan suara perau.

Fyi, Bayu adalah nama asli Bred.

"Tidak perlu berterima kasih Bu. Ibu kan juga ibunya kita. Kita semua udah kayak keluarga Bu. Ya kan Nay?!," Jay menoleh ke spion tengah.

Youth : PsychoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang