41

33 2 0
                                        

Disaat anak-anak lain sedang berada di dalam kelas. Hobi justru terperangkap di sebuah tempat yang tidak dia ketahui.

Mulutnya dibekap, tangannya diikat dan matanya ditutup. Niat hendak menolong Selly dari Ayahnya. Malah berakhir seperti ini.

Mmmmkkhhh

Mmmmkhhhh

Hobi menggeram, mencoba mengeluarkan suara. Meski dia tidak tahu ada siapa di sana.

"Kalian keluar!" perintah seseorang pada 2 orang penjaga.

Mereka berdua keluar. Sementara orang itu mendekati Hobi perlahan.
Dia membuka penutup mata Hobi.

Sembari mengerjapkan matanya, Hobi berusaha memperjelas penglihatannya.

"Berani sekali nyalimu pria brengsek," ucap orang itu santai.

Setelah penglihatannya jelas, Hobi kini tahu siapa dalangnya.

"Kamu! Apa yang kamu lakukan pada Selly hah? Dimana dia?"

Namun orang itu malah tertawa.

"Apa maksud kamu ha? Kamu mau jadi pahlawan kesiangan untuk anakku? Cih, menyedihkan. Anak ingusan sepertimu harusnya belajar di sekolah. Bukan mengurusi masalah orang lain dan membolos!" dia menoyor kepala Hobi.

"Siapa kamu berani memerintah saya? Saya akan melakukan apa yang perlu saya lakukan! Dan sekarang, katakan dimana Selly!"

"Harusnya saya yang bertanya siapa kamu brengsek!"

Plak

Tamparan keras melayang ke wajah Hobi. Memar dan sedikit sobekan di sudut bibir tak terelakkan.

"Siapa kamu berani memengaruhi anak saya ha?! Siapa kamu berani menyentak saya?!"

Plak

Satu tamparan melayang lagi. Kini dari arah sebaliknya.

Greb

Kerah baju seragam sekolah Hobi ditarik.

"Kamu anak brengsek! Kamu membuat anak saya jadi berantakan! Kamu memengaruhi anak saya! Kamu membawa keburukan untuk anak saya!"

Plak

Dia melayangkan tamparannya lagi.

Pufhhhhhh

Hobi meludahkan salivanya yang bercampur darah. Kemudian menatap tajam dan menantang pada Ayahnya Selly.

"Saya kekasihnya Selly. Selly adalah belahan jiwa saya, dan anda! Anda hanya seorang bajingan brengsek yang melampiaskan dendam pada orang yang salah!"

"Brengsek!"

Plak

Bugh

Tak cukup tamparan, kini sebuah pukulan melayang diperut Hobi.

Uhukk

Rasa sesak dan tersedak kini menyeruak di perut Hobi.

"Hah, hahaha, kenapa? Anda tersinggung hah? Anda tersinggung dengan ucapan saya Pak Tua? Anda-lah sumber rasa sakit anak anda sendiri! Anda meluapkan kekesalan pada orang yang salah. Itu sebabnya anda tak akan pernah puas!"

Plak

Mata Ayah Selly sudah  sangat memerah. Emosinya memuncak mendengar ucapan Hobi.

"Teruskan! Teruskan sampai anda membunuh saya! Teruskan karna kemarahan Anda tidak akan pernah padam sampai kapanpun, pecundang!"

Youth : PsychoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang