44

50 2 0
                                        

Chandra sedang menatap intens ke arah foto yang dia pegang. Foto seorang wanita cantik yang sedang tersenyum. Memakai hanbok khas Tiongkok berwarna hitam dengan rambut digerai ke samping. Tangannya memegang sebuah alat musik dari Tiongkok.

"Jadi, lo sekarang lagi deket sama anak SB? Haha, bisa banget gua jadiin alat pemantik api" Chandra bermonolog sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Jadi, lo sekarang lagi deket sama anak SB? Haha, bisa banget gua jadiin alat pemantik api" Chandra bermonolog sendiri.

Dia merogoh saku hp nya, lalu menelpon seseorang.

"Halo Kay, lo lagi dimana?"

"Halo Chan, gua lagi di Hotel, what happened?"

"Ada kabar baik, gua mau lo temuin gua di Cafe bokap gue, ajak sekalian Seho"

"Apaan? Ada bisnis lagi kah?"

"No, ini jauh lebih seru ketimbang bisnis. Lo semua bakal suka"

"Iyadeh si paling party maker!"

"Haha, yaudah, gua tunggu di Cafe"

"Sip, gua tutup ya. Cewek gua ngambek nih"

"Ah elah sialan lu!"

"Haha, this is my life brother!"

Chandra mematikan sambungan telponnya.

"Smeraldo Boys, gua makin penasaran sama tuh geng. Sekuat apa mereka sampe ditakutin hampir seisi kota. Awas aja kalo ngecewain gua."

Dia masuk kembali ke dalam rumah.

♥♥♥

Keesokan harinya, Mona menuruti ucapan Bam. Dia mendatangi rumah Naya.

Namun, seperti yang sudah diprediksi, dia hanya menunggu di tempat yang bahkan bukan di depan rumah, melainkan beberapa meter di samping jalan.

"Huhh, gua bisa, gua bisa. Lo bisa Mon, harus! Kalo enggak, maka lo bakal jomblo seumur hidup!" Mona menyemangati dirinya sendiri.

Terlalu asyik bergumam sendiri, sampai dia tidak sadar seseorang menghampirinya seraya berjalan sombong.

"Mau ngapain lo ke sini? Mau carmuk sama Naya lagi lo? Gak puas lo kemarin dicuekin hah?" Tanya Andrew tak santai.

Mona sedikit terkejut. Bukan karena takut, tapi karena dia tak menyangka ada si brengsek ini di sini juga.

"Apa maksud lo? Siapa elo ngatur gua mau ketemu sama Naya? Pembantunya lo?" Mona tak kalah sarkas. Emosinya sedang ada di level yang tinggi sekarang. Entah karena apa, dia juga tak tahu. Tapi adrenalinnya sangat terpacu saat ini.

"Anjing, kurang ajar lo!" Andrew melayangkan pukulan pada Mona. Tapi Mona dengan gesit mengindarinya. Dia segera turun dari motornya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 29, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Youth : PsychoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang