Happy reading.....
25 Oktober tahun 2024.
Zero berjalan menghampiri kekasih nya yang tertidur di rerumputan karena lelah bermain futsal,keringat membasahi pelipis gadis itu.
Zero duduk di samping El lalu menyelipkan helaian rambut ke daun telinga el,mata el terbuka menatap orang yang begitu ia cintai yang sedang menatap dan tersenyum kepada nya.
"Aku membawa kan minum apa kamu mau?"tanya zero.
El mengubah posisi nya menjadi duduk menghadap ke arah Zero.
"Tentu saja,aku lelah berlari di bawah matahari yang begitu terik"ucap el mengibaskan tangan nya untuk mengipasi dirinya.
Zero membuka minuman dingin tersebut lalu menyerahkan nya kepada El,gadis itu menerima nya lalu meneguk minuman itu.
Zero menatap El yang begitu haus,leher jenjang gadis itu mengalir keringat yang membasahi bajunya.
"Berganti pakaian lah, keringat mu akan berbau"ucap zero.
"Baik lah,lagi pula aku tidak sebau itu"ucap El beranjak dari duduknya.
"Kamu selalu wangi,tapi nanti ada orang yang risih dengan bau keringat mu"jelas Zero.
"Baik lah,aku akan berganti pakaian,da....sayang"ucap El mengedipkan satu matanya membuat Zero tersenyum lebar.
Zero beranjak untuk menuju ke kelas di depan lorong terlihat Aksa yang berjalan ke arah berlawanan,mereka tak saling bertegur karena di lorong ini cukup ramai orang orang, disaat Aksa melewati samping kiri Zero ia memasukkan secarik kertas tanpa ada orang yang melihatnya.
Zero tetap menuju ke kelas hingga matanya melihat empat ketiga lelaki yang sedang menongkrong di meja Langit,siapa lagi kalau bukan Gio,Rafa dan Langit sendiri.
"Eh bos,dari mana aja?"tanya Rafa mengemil bakwan jagung nya.
Zero mengangkat bahunya lalu ia duduk di bangkunya,ia menatap Gio dan Rafa yang heboh dengan cerita mereka masing masing, sedang kan Langit ia tetap Fokus dengan ponsel yang ada di tangan nya.
Perlahan tangan Zero mengambil secarik surat yang ada dalam saku bajunya yang di selipkan oleh Aksa.
Sampai sekarang ini gue belum menerima informasi tentang rencana Jovan,mereka benar benar menutup mulut mereka atas dasar perintah Jovan,tapi gue nggak akan nyerah aja mencari informasi,kita hanya mempunyai waktu sampai esok saja, bersiaplah Zero,mungkin ini adalah peperangan terbesar antara Orion dan juga Axlot.
Maaf gue nggak bisa menemui lo saat ini, sebelum rencana Jovan berjalan saat ini gue akan di jaga ketat oleh Anggota Axlot,takut takut gue berkhianat, tapi sayang gue lebih dahulu berkhianat darinya.........
Zero berpikir sejenak bagaimana mereka bisa mengurangi resiko dalam peperangan ini, Jovan memang benar benar mengancam anggotanya agar tidak ada satu pun yang membuka mulut dalam rencana ini.
"Bos"panggil Gio sedikit keras membuat Zero menoleh menatap mereka bertiga yang Tengah memperhatikan dirinya.
Cepat cepat Zero merobek kan kertas yang ada di tangannya,lalu membuang nya di dalam lacinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALZERO
Dla nastolatków❗ WARNING ❗ JIKA ADA KESAMAAN TOKOH,ALUR,NAMA,BESERTA TEMPAT ITU HANYALAH KETIDAK KESENGAJAAN,INI ADALAH KARYA TERSENDIRI DAN SESUAI DENGAN PIKIRAN SAYA!! Kisah ini menceritakan tentang percintaan remaja. Elzhi keyzhora kusuma,seorang siswi yang beg...
