Melihat sang sahabat di hajar didepan matanya Ram ingin mengamuk rasanya. Apalagi ia tau betul dengan sifat sahabatnya itu. Meskipun buaya tukang ngerdus yang selirnya lebih dari selusin, tapi Jian itu tau batasan. Ia tidak mungkin berbuat lebih bahkan sampai menghamili kekasihnya. Selain itu, Ram tau jika Karina tak sebaik keliatannya, karena Ram pernah melihat aksi tak senonoh kekasih sahabatnya itu dengan laki-laki lain di Arena balap.
Iya, perempuan yang Ram liat tengah berciuman dengan ketua geng Enha adalah Karina. Dan masalah itulah yang ingin Ram ceritakan pada Acep tadi pagi, karena selama ini Ram masih mengawasi gerak garik gadis tersebut.
Tanpa disadari siapapun Ram pergi dari rumah sakit dan langsung menelpon Hardi.
"Hallo bang"
"Kenapa Ram, tumben nelpon jam segini?"
"Lagi dimana? Sibuk gak?"
"Di markas sama anak-anak, ada apa?"
"Abang tau markas anak Enha?"
"Tau, ada urusan apa?"
"Pacar si Hesa hamil, tapi yang disuruh tanggungjawab malah sahabat saya si Jian"
"Anjing! Serius Ram?"
"Iya, sherlock bang, kita datengan markasnya dan kita seret tuh orang brengsek kehadapan Jian sama si lonte murahan itu"
"Oke, gue sama anak-anak langsung otw"
Setelah panggilan terputus, Ram langsung melajukan motornya dengan kecepatan penuh ke lokasi yang diberitau Hardi.
Dan siang itu markas anak Enha di serang oleh anak-anak Treasure. Ram yang terlanjur emosi bahkan menghajar Hesa tanpa ampun. Apalagi pemuda yang lebih tua 2 tahun darinya itu sempat mengelak. Sean, Zayn dan anak Enha yang lain tidak berkutik melihat ketua mereka tidak berdaya dibawah kaki anak baru Treasure tersebut. Sean dan Arin yang menyaksikan kebrutalan Ram merinding dan tak bisa berkata-kata. Mereka jelas tidak menyangka jika sosok yang dikira cupu ternyata bisa semengerikan itu. Andai saat kejadian di kafe Ram tidak menahan emosinya, mungkin Sean akan bernasib sama seperti Hesa saat ini.
Pada akhirnya Hesa menyerah dan mengakui kesalahannya. Ia pun langsung diseret oleh Ram dan gengnya menuju rumah sakit. Sedangkan anak Enha tidak bisa berbuat apa-apa karena ketua mereka memang salah.
....
"Kenapa kamu baru cerita sekarang Ram?" Tanya Jian dengan suara pelan. Saat ini trio AJR sedang berada di taman rumah sakit.
"Saya perlu nyari bukti lebih biar kamu percaya Yan. Maaf kalo saya telat nolong kamu"
Jian menggeleng "Gapapa, dengan kamu bawa bang Hesa tadi aja kamu udah nolong saya Ram, makasih"
"Huhuhuhu apasih yang enggak buat bestie saya" Ram tiba-tiba menarik tubuh Jian dan memeluknya erat. Acep yang melihat tingkah keduanya hanya tersenyum dan menggeleng pelan.
"Jadi bang Hesa juga gak tau kalo Karina pacaran sama Jian?" Tanya Acep yang diangguki Ram.
"Enggak, dia aja kaget waktu di arena Jian nyamperin Karina dan bilang kalo mereka pacaran."
"Pantes, saya lihat bang Hesa kayak nahan marah waktu itu. Dan temen-temennya juga keliatan syok" Timpal Jian.
"Bang Hesa bilang kalo pulang dari arena dia sama Karina berantem. Dan bang Hesa yang kecewa langsung mutusin Karina saat itu juga dan blok semua akses Karina, makanya dia gak tau kalo Karina lagi hamil. Tapi bang Hesa ngaku kalo dia pernah beberapa kali tidur bareng pacarnya itu, meski rata-rata karena pengaruh alkohol."
KAMU SEDANG MEMBACA
"Asep Family"
Fiksi PenggemarLanjutan kisah Asep dan Jennie di babak yang baru. Ingin melihat CEO perusahaan besar nyangkul disawah? Cuma Asep jawabannya. Dan bagaimanakah keseharian Jennie setelah pensiun dagang seblak? Serta tidak ketinggalan keseruan trio A.J.K dengan kelu...
