"Debut"

277 39 17
                                        

Acara ulang tahun B&S tinggal satu minggu lagi. Dan kini Asep dan Jennie tengah mengecek segala persiapan di salah satu gedung milik B&S yang akan dijadikan tempat untuk acara besar tersebut.
Mereka tidak hanya berdua, melainkan bersama JJ yang sedari awal menangani tugas tersebut.

"Persiapannya tinggal berapa persen J?"

"85 persen bos" Jawab JJ formal karena mereka tengah berada di depan umum. Terlihat beberapa pegawai menyapa Asep dan Jennie dengan sopan, yang tentu dibalas senyuman ramah oleh keduanya.

"Gini ya rasanya jadi nyonya bos eheheh" Batin Jennie

"Bagus, kalau begitu kamu lanjutkan tugas kamu" JJ mengangguk kemudian pergi. Sedangkan Jennie dan Asep beralih ke arah meja panjang dengan deretan makanan dan minuman memenuhi permukaannya.

Jennie yang melihat itu nampak berbinar. Dan hal itu tak luput dari pandangan Asep.

"Urusan menu Aa serahin sama eneng ya"

"Siap!" Asep terkekeh pelan kemudian merangkul pinggang istrinya sembari mendekat ke arah meja tersebut. Disana mereka langsung disambut oleh salah satu pegawai yang menjelaskan secara rinci makanan apa saja yang tersedia.

"Kalo bisa saya mau makanan tradisionalnya juga ya mba... " Ucap Jennie yang langsung dicatat oleh pegawai tersebut.

"Baik bu, apa ada lagi?"

"No alkohol, saya gak mau pesta saya nanti ada minuman-minuman seperti itu" Sela Asep yang langsung diangguki oleh si pegawai.

Meskipun alkohol sudah biasa dalam acara pesta perusahaan, karena terkadang jenis suatu alkohol bisa menentukan derajat penyelengara acara. Semakin mahal dan langka alkohol yang disajikan, maka semakin tinggi pula derajat pemilik pesta di mata para koleganya. Namun berbeda dengan Asep, selain karena minuman tersebut dilarang oleh agamanya, ia juga tidak mau ada kejadian yang tidak-tidak.

"Abis ini kita langsung ke butik tante Yuni kan A?" Tanya Jennie yang kini sudah duduk di dalam mobil samping kemudi.

"Iya, kita mau ambil baju buat acara nanti" Jawab Asep sembari menjalankan mobilnya keluar area gedung.

"Undangannya mau dibagiin kapan A?"

"2 hari lagi, emang kenapa neng?"

"Gapapa, Jennie cuma lagi ngebayangin bakal seheboh apa tanggapan orang-orang nanti. Pesta kali ini bakal dipimpin langsung sama Aa, belum lagi Aa bakal ngenalin Acep."

Asep terkekeh, kemudian meraih tangan Jennie untuk ia kecup dengan lembut.
"Entah, kita lihat aja nanti."

Meskipun tergolong perusahaan besar, B&S itu sangat jarang mengadakan pesta. Bahkan sebelum-sebelumnya, pesta ulang tahun perusahaan hanya dihadiri para pegawai dan kolega lokal saja. Itupun hanya Jajang atau Cahyo yang memimpin berjalannya acara. Asep serta keluarganya tetap hadir, namun mereka seperti bayangan yang tidak bisa di kenali orang. Jadi mungkin, pesta kali ini adalah pesta terbesar yang akan diadakan oleh B&S.

......

H-1 Acara...

Acep menghela nafas melihat kemesraan dua sahabatnya bersama kekasih masing-masing. Saat ini ia, Ram, Jian, Winter dan Windi tengah makan bersama di kantin sekolah. Semenjak kejadian di pesta ulang tahun Haje waktu itu, Ram dan Windi yang sudah resmi menjadi sepasang kekasih sudah tidak malu-malu lagi menunjukkan interaksinya di depan umum. Meskipun beberapa ada yang membicarakan Windi karena gadis cantik itu seolah menjilat ludahnya sendiri. Ayolah, semua orang tau bagaimana jutek dan kasarnya gadis itu menolak Ram. Namun kini, gadis itu bahkan terlihat sangat manja pada sosok yang lebih muda 1 tahun darinya.

"Asep Family"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang