Hari ini semua anak pkl ijin satu minggu ke perusahaan tempat mereka pkl untuk melaksanakan UTS atau ulangan tengah semester.
Trio AJR sampai di sekolah dengan motor masing-masing. Hal itu bertepatan dengan kedatangan Windi dan gengnya. Jian tentu heboh sendiri dan langsung nempel dengan kekasihnya, maklum selama pkl mereka jarang bertemu. Sedangkan Ram hanya tersenyum menyapa Windi sekilas dan langsung pergi ke kelasnya bersama Acep.
Ngomong-ngomong tentang Acep, putra sulung Jennie itu sudah berbaikan dengan Yeji pasca pertengkarannya dengan Lia waktu itu. Bahkan kemarin ia juga sempat menjemput Yeji pulang dari kampus dan mampir ke tukang mie ayam seperti waktu itu. Untuk Aisyah sendiri, gadis cantik adik dari Sobin itu memilih mundur dan berusaha melupakan perasaannya pada Acep. Mungkin dulu ia terlalu bergantung pada Acep karena hanya dia yang Aisyah percaya selain Lia dan Yeji. Namun sekarang ada Ayen, teman seangkatannya sekaligus teman pertamanya di SMK Bighit yang selalu ada untuknya.
"Kamu masih suka sama Windi Ram?" Tanya Acep yang saat ini tengah berjalan di koridor kelas TKJ. Karena jika ingin ke kelasnya, Acep harus melewati kelas Ram dan Jian terlebih dulu.
"Masih. Cuma ya mau gimana lagi, dianya udah jadi milik orang ahahha"
"Sabar ya Ram, kalo jodoh mah gak bakal kemana kok"
"Iya Cep, santuy aja kali"
Hening beberapa detik, sampai akhirnya Ram sampai dikelasnya. Namun sebelum masuk ia sempat menahan Acep.
"Kenapa Ram?"
"Saya mau ngomongin ini dari lama sebenarnya, tapi saya ragu. Jadi nanti pas istirahat saya mau bilang sesuatu sama kamu Cep"
"Masalah apa?"
"Tentang Jian sama Karina"
"Oke, mumpung Jian lagi nempel sama pacarnya jadi kita bisa ngobrol berdua"
Setelah mengucapkan hal itu, Acep langsung berjalan ke kelasnya, begitupun dengan Ram.
Jam istirahat pun tiba, namun Ram dan Acep tidak jadi membahas masalah Jian dan Karina, karena orang yang menjadi topik pembicaraan berada di satu meja dengan keduanya. Hanya Jian sih sebenarnya, soalnya Karina ada urusan dengan Windi dan Yuna.
"Yan... "
Jian yang tengah makan mie goreng menatap Ram. "Kenapa Ram?"
"Kamu masih sama Winter?" Jian mengangguk.
"Masihlah, cuma jarang jalan aja. Soalnya Karina lagi manja banget, pengen ini pengen itu jadi saya gak ada waktu sama Winter. Tapi syukurnya Winter ngerti, karena posisinya kan jadi permaisuri kedua saya eheheh" Iya, jadi selama ini Winter tau kalau Jian pacaran dengan Karina. Namun Karina tidak tau jika Jian menduakannya dengan Winter.
"Sebenarnya kamu sayang gak sih Yan sama mereka?"--Ram
" Ya sayanglah, kalo gak sayang buat apa saya pacarin mereka "
"Kalo misalnya kamu disuruh milih antara Karina sama Winter, siapa yang bakal kamu pilih"--Acep
" Gak tau, mungkin Karina. Karena dia yang pertama" Jawab Jian ragu. Ram mengangguk sedangkan Acep menghela nafas.
"Kalo saran saya mending kamu pilih Winter" Jian menatap Acep bingung "Kenapa?"
"Saya pernah denger kalimat gini, jika kamu dihadapkan dua pilihan antara orang pertama atau orang kedua yang kamu cinta. Maka pilihlah orang kedua, karena jika kamu benar-benar mencintai orang pertama, maka tidak akan ada orang kedua." Jian terdiam dengan ucapan Acep.
"Saya tau kamu bisa suka sama lebih dari satu perempuan. Tapi kalau kamu bener-bener suka sama Karina, kamu gak bakal tergoda sama Winter Yan. Pasti ada sisi dari Winter yang bikin kamu tertarikan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
"Asep Family"
Fiksi PenggemarLanjutan kisah Asep dan Jennie di babak yang baru. Ingin melihat CEO perusahaan besar nyangkul disawah? Cuma Asep jawabannya. Dan bagaimanakah keseharian Jennie setelah pensiun dagang seblak? Serta tidak ketinggalan keseruan trio A.J.K dengan kelu...
