"Bonus Asep Family (END)"

383 31 24
                                        


"Alhamdulillah ya A akhirnya mimpi kita buat berangkat haji bareng udah terlaksana"

"Iya Alhamdulillah" Asep meraih sebelah tangan Jennie untuk ia kecup. Sedangkan Jennie tersenyum kecil dan kembali merangkul lengan suaminya.

Pasutri yang sudah tidak muda lagi itu tetap romantis di usianya yang menginjak 55 dan 54 tahun. Apalagi mereka baru pulang dari tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji setelah sebelum-sebelumnya hanya umroh.

"Ini beneran kita gak ada yang jemput sama sekali?" Jennie menekuk wajahnya sebal ketika orang lain disambut oleh keluarganya, sedangkan ia dan Asep tidak. Ya memang sih, mungkin Acep dan Minji sibuk dengan keluarga kecil mereka apalagi keduanya sudah punya rumah masing-masing. Tapi kan anak mereka bukan hanya Acep dan Minji. Lalu Zam, Rei dan Safa kemana?

"Udah jangan ngambek gitu ah, udah jadi nenek-nenek masih aja suka ngambek" Dengan iseng Asep mencubit hidung Jennie. Tentu interaksi tersebut menjadi tontonan seru sekaligus iri para pengunjung bandara. Bahkan ada pula yang merekam keromantisan Asep Jennie diam-diam sebelum nantinya di upload di tiktok dengan caption 'Definisi dari cinta sejati, menua bersama'.

"Nenek-neneknya jangan dijelasin kali A, gini-gini Jennie masih cocok buat gendong balita" Ya memang sih, baik Asep maupun Jennie keduanya tidak terlihat berumur setengah abad. Mereka seperti pasutri 40an.

"Iya-iya udah jangan ngambek, tuh jemputan kita udah datang"
Asep dan Jennie langsung masuk kedalam mobil salah satu bawahan Asep. Asep masih memegang kuasa tertinggi di B&S dan keluarga Syarifuddin meskipun kini gelar CEO sudah diberikan pada si sulung Acep.

Di dalam mobil Jennie menyenderkan kepalanya di bahu Asep sembari memainkan jari-jari panjang suaminya itu.

"Jennie kangen mommy sama daddy A" Asep tersenyum kecil dan mengecup pucuk kepala bidadarinya itu.

"Iya nanti kita ke Nangka Runtuh ziarah ke makam mommy, daddy, ayah, ibu, ambu sama nek dedeh sekalian ya"

"Iya A"

Sesampainya dirumah keduanya hanya disambut oleh Safa, si cantik itu kini sudah tumbuh menjadi remaja SMP yang menawan. Sifatnya lemah lembut tidak seperti umi dan tetehnya yang petakilan dan grasak-grusuk. Safa ini ibaratnya Asep versi perempuan.

"Rei sama Zam kemana Safa?" Tanya Asep setelah mendudukan dirinya di sofa.

"A Zam lagi nyusulin Rei Abi, maaf ya kita gak jemput Abi sama Umi di bandara"

"Iya gapapa sayang, sini duduk samping Abi" Safa menurut dan langsung duduk disamping Asep. Tak lama dari itu Jennie kembali setelah mengganti baju dan membersihkan dirinya.

"Bikin ulah apalagi adik kembar kamu itu Fa?"

"Gak tau Umi, Safa cuma lihat A Zam turun dari kamarnya buru-buru, terus mukanya dingin banget"

Brak!

Asep, Jennie, dan Safa melirik ke arah pintu yang terbuka kasar. Kemudian munculah seorang pemuda tampan sembari menyeret remaja yang terlihat babak belur.

Bruk!

"Akuin kesalahan kamu sama Abi dan Umi" Setelah mengucapkan hal itu, Zam mencium tangan Abi dan Umi nya tanpa kata lalu kembali ke kamarnya.

"Kali ini apa lagi Rei sampai Aa kamu marah gitu?" Tanya Asep yang sudah lelah dengan sifat brandal anak bungsunya itu.

Rei yang masih terduduk dilantai langsung menghampiri Abi dan Uminya. Remaja itu bersimpuh dan menangis di depan kedua orang tuanya.

"Maaf Abi, Umi, kemarin malam Rei ikut tawuran terus ketangkap sama polisi, dan Rei telpon A Zam buat nebus Rei, maaf Abi... Umi.... " Meskipun berandal, Rei tetap takut kepada orang tuanya.

"Asep Family"Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang